abdullahhaidir | Unsorted

Telegram-канал abdullahhaidir - Abdullah Haidir

3873

Belajar tiada henti, beribadah hingga mati

Subscribe to a channel

Abdullah Haidir

Maa Asybahallailatu Bil Baarihah...

Ada pepatah Arab kuno yang terkenal hingga sekarang;

ما أشبه الليلة بالبارحة

“Apa yang terjadi malam ini, mirip sekali dengan peristiwa kemaren….”

Pepatah ini digunakan untuk menggambarkan situasi di mana peristiwa yang terjadi saat ini sangat mirip dengan peristiwa yang terjadi di masa lalu, seolah-olah sejarah berulang kembali.

Dahulu ketika Rasulullah saw dengan para sahabatnya berjuang menghadapi permusuhan kaum kafir Quraisy dan kelicikan bangsa Yahudi Madinah, perkara berat yang beliau hadapi bukan hanya besarnya kekuatan musuh dan senjata beratnya. Tapi juga menghadapi ‘celotehan dan sikap-sikap tak terpuji’ dari orang-orang yang berada di barisan kaum muslimin. Merekalah kaum munafikun yang dengan lisan dan tindakannya, alih-alih membantu dan menambah kekuatan pasukan Rasulullah saw, justeru mereka berusaha melemahkan perjuangan dengan berbagai macam cara dan bentuknya.

Tercatat dalam sirah, bagaimana mereka menarik diri dari pasukan kaum muslimin dalam perang Uhud, bagaimana mereka dalam perang Ahzab menebarkan opini bahwa Rasulullah saw dan para sahabat hanya menyebabkan hilangnya rasa aman di Madinah, juga bagaimana mereka dalam perang Tabuk memprovokasi kaum muslimin untuk jangan ikut berperang karena cuaca panas dan mengejek orang-orang beriman yang bahu membahu berinfak untuk biaya jihad, juga bagaimana pedasnya tuduhan dan stigma negatif yang mereka lontarkan kepada para sahabat yang berjihad di jalan Allah.

Jadi ketika medan jihad di Palestina, khususnya di Gaza, begitu nyata, rakyat tertindas dan bangsa yang terjajah sedang menghidupkan sunah jihad dan para ulama terpercaya sudah menyerukan agar kaum muslimin di seluruh dunia ikut andil dan memberikan saham dalam membantu jihadi di Palestina, lalu kita dapati ada sebagian orang-orang di tengah umat Islam, malah sibuk menebarkan keragu-raguan bahkan sampai tuduhan-tuduhan kepada para mujahid dan siapa saja yang berdedikasi membantu perjuangan rakyat Palestina, maka cukuplah kita katakan, inilah tampaknya sunatullah yang Allah kehendaki di setiap medan jihad, kapanpun dan dimanapun.

Semoga Alah menangkan para mujahid di Palestina menghadapi zionis Yahudi dan selamatkan mereka dari kedengkian sebagian kaum yang berada di dalam tubuh umat Islam.

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Fatwa Jihad...

Dahulu hadratusyaikh Hasyim Asy'ari keluarkan resolusi jihad saat agresi Belanda, kini saat zionis bumi hangus bumi Gaza, persatuan ulama internasional keluarkan fatwa jihad melawan zionis. Fakatanya begitu nyata. Mau cari alasan apa lagi???

Zionis ini hadapi roket2 dari Al Qossam, houtsi di Yaman dan hizbullah di Lebanon sudah kelabakan, apalagi kalau negara2 muslim terdekatnya, seperti Mesir, negara2 teluk, Yordan, Suriah yang lersenjataannya lebih lengkap, ikut angkat senjata menyerang zionis, dijamin mereka tidak dapat tidur...

Negara2 arab/muslim sudah punya pengalaman membentuk pasukan militer koalisi yg berasal dari 10 negara, dipimpin Arab Saudi, saat ingin membantu pemerintah Yaman dari kudeta yg dilakukan oleh pasukan houtsi pada tahun 2015.

Saya masih ingat sekali, karena saat itu saya masih tinggal di Saudi, operasi militer tersebut dinamakan Ashifatul Hazm (badai keteguhan) mirip2 lah dengan nama
Taufanul Aqsha, para ulama pun sangat support terhadap operasi tersebut, tak jarang mereka membicarakan fadhilah dan keutamaan jihad.

Kalau hal tersebut dapat terwujud dalam rangka membela pemerintahan Yaman dari pengaruh houtsi, mestinya sekarang lebih mungkin terwujud untuk membela warga Gaza dari kaum zionis laknat yg jelas2 lakukan genosida terhadap warga Gaza...?

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Khutbah Jumat; Menjaga HubunganSilaturrahmi



ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ، ٱلْحَمْدُ ٱلَّذِي أَلَّفَبَيْنَ قُلُوبِنَا فَأَصْبَحْنَا بِنِعْمَتِهِۦ إِخْوَانًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُوَرَسُولُهُۥ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِ ٱلْمُرْسَلِينَ
وَخَاتَمِ ٱلنَّبِيِّينَ سَيِّدِنَا وَحَبِيبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِۦوَصَحْبِهِۦ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ


فَيَا أَيُّهَا ٱلْحَاضِرُونَ، أُوصِي نَفْسِيوَإِيَّاكُمْ فِتَّقْوَى ٱللَّهِ، فَقَدْ فَازَ ٱلْمُتَّقُونَ


Kaum muslimin jamaah shalat Jumatdiberkahi Allah.

Mari selalu kita wasiati dan nasehati
diri kita untuk menjaga, merawat, menumbuhkan dan menyuburkan keimanan danketakwaan kepada Allah, sebagaimana pesan Allah Taala ,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah
sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali Imran:102)


Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Taala.

Hari-hari ini kita sebagai kaummuslimin masih berada dalam suasana lebaran Idul fitri setelah sebelumnya kita
melakukan berbagai rangkaian ibadah di bulan Ramadan. Semoga amal ibadah telahkita lakukan diterima Allah Taala dan segala kekurangan diampuni. Juga semoga
kita masih diberikan kesempatan bertemu kembali dengan Ramadan berikutnya danberikutnya.

Hadirin jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah.

Saat Idul Fitri, ada satu momentyang sangat special dan Istimewa, yaitu saat kita dapat berkumpul dengan
keluarga dan kerabat kita. Kegembiraan hari raya akan semakin lengkap manakalakita dapat berkumpul dengan orang tua, keluarga inti dan sanak saudara. Untuk
itulah kita saksikan betapa banyak orang-orang yang berusaha kembali ke kampunghalaman dengan suka dukanya. Tak lain karena mereka tidak ingin kehilangan
moment special tersebut.

Perkara ini mengingatkan kitabetapa berharganya keluarga kita, betapa bernilainya kekerabatan kita. Karena itu, Islam sebagai agama yang fitrah sangat memberikan perhatian yang besaragar seorang muslim menjaga hubungan baik dengan sanak saudaranya. Apa yang kemudian dikenal dengan Istilah silaturrahmi atau silaturrahim.

Allah taala berfirman,

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِوَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“…Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu samalain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An Nisa: 1)

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِيرِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ (متفق عليه)

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya, dipanjangkan usianya, maka hendaknya dia menjaga silaturrahmi.” (Muttafaq alaih)

Cukup banyak ayat dan hadits yang berbicara tentang perintah menjagasilaturrahmi, menunjukkan bahwa perkara ini sangat ditekankan dalam kehidupan
seorang muslim. Maka seorang muslim hendaknya menjadikan hal ini sebagaiperkara utama yang tidak boleh diabaikan.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Bagaimanakah sesugguhnya realisasi silaturrahmi? Pada dasarnya silaturrahmi bersifat umum dalam bentuk apa saja yang bersifat positif bagihubungan antar kerabat, seperti berkunjung, berbagi, berempati dengan doa-doa
atau ungkapan-ungkapan yang memotivasi dan menghibur, atau perkara lainnya yangpositif dan bermanfaat.

Alhamdulillah, budaya bangsa kita adalah budaya sangat
memeprhatikan hubungan baik dengan kerabat. Karna itu, silaturrahmi bukanlahperkara asing bagi masyarakat, baik terkait pemahaman maupun pengamalan.
Tinggal yang perlu kita lakukan adalah mempertahankannya dan menghidupkannya dalam kehidupan.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah.

Berhadapan dengan besarnya anjuran dan keutamaan silaturrahmi, maka, memutus silaturrahmi adalah perbuatan yang sangat dikecam dan mengundang murka Allah. Karenanya kita harus berusaha meninggalkan sikap-sikap yang justru dapat merusak hubungan silaturrahmi dengan

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Puasa Syawal Dan Qadha Ramadan

Kesunahan puasa syawal dan fadhilahnya tak diragukan lagi. Tercantum dalam hadits shahih Riwayat muslim

مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ

“Siapa yang berpuasa Ramadan lalu diikuti puasa enam hari bulan Syawal, bagaikan puasa setahun.” (HR. Muslim)

Puasa ini dapat dilakukan di hari apa saja di bulan Syawal, tentus saja kecuali di hari pertama, karena itu hari Idul Fitri yang dilarang berpuasa. Bisa dilakukan berturut-turut, bisa selang seling, sesuai kemungkinan yang ada.

Bagaimana dengan mereka yang punya utang puasa ramadan atau qadha? Para ulama menyatakan, jika utang puasanya karena dibulan Ramadan tidak berpuasa karena lalai atau malas semata, tidak ada uzur syar’i, maka yang utama tentu saja dia harus bertaubat atas perbuatan dosa besarnya meninggalkan puasa Ramadan tanpa uzur. Adapun soal qadanya, para ulama sepakat dia tidak boleh berpuasa syawal sebelum mengqadha puasanya, bahkan seharunya dia sesegera mungkin mengqadha puasanya.

Jika utang puasanya karena uzur syar’i, seperti sakit, safar atau haid, maka hukumnya fleksibel. Karena kesempatan qadha puasa dalam hal ini berlaku hingga ramadan berikutnya. Itu artinya kalau seseorang berpuasa syawal dahulu lalu setelah itu mengqadha puasa ramadannya, hal tersebut dibolehkan. Namun para ulama menyatakan bahwa jika dia mengqadha lebih dahulu baru puasa syawal, maka itu lebih afdhal, lebih utama.

Bagaimana jika digabungkan saja niatnya, niat qadha sekaligus niat puasa syawal? Sebagian ulama membolehkan hal ini, namun jika dipisah tentu lebih hati-hati dan lebih utama. Masing-masing orang dapat melakukan mana yang lebih memudahkan baginya. Wallahu a’lam.

Читать полностью…

Abdullah Haidir

_Punya pertanyaan seputar ibadah di bulan Ramadhan?_

_Punya permasalahan puasa, Sholat, Zakat,atau ibadah lainnya?_

Oleh karena itu, kami hadir untuk menjawab pertanyaan anda

*EKSKLUSIF!!!*

_Live Konsultasi Syariah via Instagram_

Tema : *"Ibadah yang Sempurna di Bulan Ramadan"*

Catat tanggalnya!!

Hari/Tanggal : Jum'at, 21 Maret 2025
Waktu :16.00-17.00

Narasumber : *Ustadz Farid Nu'man Hasan SS, M.Sos*

Live on Instagram @tanya_syariah

_Kami siap membantu memberikan solusi sesuai syari'at_

Читать полностью…

Abdullah Haidir

*Ikuti...!!!*

*DAURAH FIKIH RAMADAN INTENSIF*

Diselenggarakan oleh Syariah Consulting Center (SCC)

*Sesi 1* : Ahad, 23 Februari 2025 Pukul 08.00-12.00

*Sesi 2* : Ahad, 16 Maret 2025 Pukul 08.00-12.00

*Materi:*
- Seluk Beluk Penetapan Awal dan Akhir Ramadan
- Fikih Puasa dan Tarawih
- Fikih Zakat
- Fikih I'tikaf, Mudik dan Lebaran

*Narasumber:*
- Ustadz Zufar Bawazir, Lc, M.Sos
- Ustadz Iman Santoso, Lc, MEI
- Dr. Oni Sahroni, MA
- Ustadz Farid Nu'man Hasan, SS , M.Sos

Diselenggarakan secara Luring dan Daring via Zoom

*Tempat:*

*Gedung Pusat Dakwah Yayasan Telaga Insan Beriman*

Jl. H.Mursid No.99B 4, RT.4/RW.4, Kebagusan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520

*Link registrasi:*

https://bit.ly/DaurahRamadhanSCC

Infaq Registrasi:

BSI *7285633278* a.n Royyan Jaisy

Narahubung dan Konfirmasi : 081231234073 (Admin SCC)

Infaq Registrasi: Rp.50.000

Читать полностью…

Abdullah Haidir

🌿🌾🌿🌾🌿🌾🌿🌾🌿

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
DKM Masjid Al Insan mengundang Bapak, Ibu serta seluruh warga GIK dan sekitarnya untuk menghadiri Kajian Bulanan yang insya Allah akan diadakan :

🗓 *Hari : Ahad, 15 Desember 2024*
⏰ *Waktu :16.00-18.00
📄 *Tema: Hadist Arbain ke 23 " Semua Kebaikan adalah Shadaqah"*
👳🏻‍♂️ *Pembicara: Ustadz Abdullah Haidir, Lc.*
🕌 *Tempat: Masjid Al Insan*
*Perumahan Griya Insani Kukusan Beji Depok*

🌿🌾🌿🌾🌿🌾🌿🌾🌿

Mari kita luangkan waktu untuk hadir dalam majelis ilmu

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًايَلْتَمِثُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ طَرِيقًاإِلَى الْجَنَّةِ

_"Barang siapa yg menempuh perjalanan menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan perjalanannya menuju syurga"_

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

🍁🍁🍁🍁🌷🌷🍁🍁🍁
*DKM Al Insan*

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://vt.tiktok.com/ZSj1ehH3t/

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://www.youtube.com/watch?v=ylqUgU6I9mE

Читать полностью…

Abdullah Haidir

La'in Syakartum...... Dan Kemerdekaan

Apakah ayat yang sangat populer tentang syukur? Yak betul... "La'in syakartum la'aziidannakum..." (QS Ibrahim : 7).

Saya tak perlu lagi tulis teks dan terjemahannya karena umumnya telah dihapal ayat dan maknanya.

Dalam konteks apa ayat tersebut Allah nyatakan? Dalam kontek mengingatkan Bani Israel atas nikmat yang Allah berikan kepada mereka berupa diselamatkannya mereka dari 'penjajah' Fir'aun. Sila dibaca ayat sebelumnya.

Dalam tafsir Al Jalalain dengan singkat dan padat dijelaskan bahwa makna 'la in syakartum' (jika kamu bersyukur), yaitu; bittauhid wathoo'ah. Artinya adalah dengan mewujudkan tauhid dan ketaatan.

Artinya, mereka yang hadirkan tauhid dalam kehidupannya dan ketaatan kepada kepada Allah dalam kesehariannya, sesungguhnya dialah orang yang sejatinya 'memperingati kemerdekaannya'. Karena hakekatnya, untuk itulah kemenangan dan kekuasaan Allah berikan...

ٱلَّذِینَ إِن مَّكَّنَّـٰهُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ أَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُوا۟ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَنَهَوۡا۟ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۗ وَلِلَّهِ عَـٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ
[سُورَةُ الحَجِّ: ٤١]

(Yaitu) orang-orang yang jika Kami berikan kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (QS. Al Hajj: 41)

Bagaimana faktanya sikap Bani Israil setelah Allah merdekakan mereka dari 'penjajah' Fir'aun? Silakan baca sejarahnya..

Allah banyak kisahkan Bani Israil dalam Al Quran, kata para ulama, agar jadi pelajaran bagi umat Islam untuk jangan mengulangi kelakuan mereka... Wallahu a'lam

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Ingatkan Mereka Dengan Hari-Hari Allah (Asyuro)

Kalau ada hari yang layak diperingati, dialah hari Asyuro. Allah mengisyaratkan hal ini dalam Al-Quran di surat Ibrahim ayat 5;

وَذَكِّرْهُم بِأَيَّامِ اللَّهِ

“Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah".

Allah perintahkan Nabi Musa alaihissalam agar memperingatkan kaumnya dengan hari-hari Allah (Ayyaamullah). Para ulama tafsir umumnya menjelaskan bahwa yang dimaksud hari-hari Allah adalah hari saat Allah menurunkan pertolongannya kepada hamba-hambaNya dari kezaliman dan penindasan. Dalam konteks kisah Nabi Musa, hal tersebut sangat tampak saat Allah selamatkan Nabi Musa alaihissalam dan Bani Israel, sementara Fir’aun yang mengejar mereka dan balatentaranya Allah tenggelamkan di laut merah. Hal itu terjadi pada hari sepuluh Muharram. Kemudian dikenal sebagai hari Asyuro.

Hari Asyruro semestinya mengingatkan setiap hamba Allah bahwa pertolonganNya pasti akan diberikan kepada setiap hambaNya. Perkara kapan, itu menjadi hak mutlak Allah. Tugas seorang hamba hanyalah tetap berjuang, jangan putus asa dan hilangn harapan, juga jangan menggadaikan prinsip-prinsip perjuangan.

Sebaliknya, Asyuro juga menjadi peringatan bagi para penindas dan pelaku kezaliman. Sekuat dan sehebat apapun, akan ada saatnya kalian lemah tak berdaya. Yang tersisa hanyalah balasan dan azab pedih yang menanti jika dia tak sempat bertaubat dengan sebenarnya. Sudah tak terbilang bukti bahwa kezaliman akhirnya akan tumbang. Kalaupun tidak, azab akhirat jauh lebih pedih.

Selamat berpuasa Asyuro, laksanakan sunahnya ambil hikmahnya....

Читать полностью…

Abdullah Haidir

العلم ثلاثة أشبار، من دخل في الشبر الأول تكبر، ومن دخل في الشبر الثانى تواضع، ومن دخل في الشبر الثالث علم أنه ما يعلم

“Ilmu itu ada tiga jengkal. Pada jengkal pertama, dia menjadi sombong. Pada jengkal kedua dia menjadi tawadhu. Pada jengkal ketiga, dia baru menyadari bahwa dirinya tidak tahu (masih sedikit ilmunya).”

(Hilyah Tholibil ‘Ilmi, hal. 79)

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Demikian, perkara-perkara yang harus kita perhatikan saat kita sebagai orang tua sedang mempersiapkan pendidikan terbaik untuk puteri puteri kita tercinta. Semoga Allah selalu bimbing anak keturunan kita, dimudahkan pendidikannya, diberikan ilmu yang bermanfaat serta dijauhkan dari segala ffitnah, baik yang tampak maupun tersembunyi. Kita sebagai orang tua diberikan kekuatan untuk terus membina mereka dan ditolong dalam menghadapi segala kesulitan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ مَا تَسْمَعُونَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Khutbah kedua)

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَحْدَهُ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ، أَمَّا بَعْدُ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. حَيْثُ قَالَ تَعَالَى:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بَدَأَ فِيه ب
ِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِالْمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، حَيْثُ قَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ والرِّبَا والزِّناَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً ، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اَللَّهُمَّ انْصُرْ أَهْلَ فِلَسْطِينِ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ
أَهْلَ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ أَفْرِغْ عَلَيْهِمْ صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِينَ فِي فِلَسْطِينِ اللهُمَّ َقَوِّ عَزَائِمَهُمْ وَسَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَوَحِّدْ كَلِمَتَهُمْ، اَللَّهُمَّ يَا مُنْزِلَ الْكِتَابِ وَيَا مُجْرِيَ السَّحَابِ وَيَا هَازِمَ الْأَحْزَابِ ، اهْزِمِ الْيَهُودَ الْغَاصِبِينَ الْمُعْتَدِينَ ، وَزَلْزِلِ الْأَرْضَ تَحْتَ أَقْدَامِهِمْ، اَللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَدًا وَاقْتُلْهُمْ بَدَدًا يَا عَزِيزُ يَا جَبَّارُ.

وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ والله يعلم ما تَصْنَعُون

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Khutbah Jum’at:

Tiga Pesan Penting Untuk Orang Tua Terkait Pendidikan Anaknya


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. وَصَلَّى اللّٰهُ وَسَلَّمَ عَلَى رسوله الأمين الرحمة الْمُهْدَاه سَيِّدَنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ ، أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللّٰهُ عَزَّ وجَلَّ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Kaum muslimin, jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Taala.

Dunia Pendidikan di negeri kita hari-hari ini disibukkan oleh pelaksanaan wisuda di berbagai lembaga pendidikan dan kesibukan para orang tua mencarikan sekolah dan kampus bagi putera puteri mereka.

Meskipun ini perkara rutin tahunan, namun setidaknya hal ini menggambarkan kesadaran orang tua tentang betapa pentingnya pendidikan bagi generasi yang sedang tumbuh. Memberikan pendidikan terbaik adalah kewajiban orang tua bagi anak-anak mereka, selain bahwa fitrah manusia, setiap orang tua pastilah menginginkan anak-anaknya menjadi generasi yang kuat, bukan generasi yang lemah. Dan salah salah satu sumber kekuatan adalah ilmu pengetahuan yang dapat diraih dengan pendidikan.

Allah Taala berfirman;

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا (سورة النساء: 9)

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.” (QS. An-Nisa: 9)

Ma’asyirol mu’minin rohimakumullah….

di Tengah kesibukan dan kesungguhan memperhatikan pendidikan bagi anak-anak kita, ada beberpa hal yang penting kita sadari sebagai orang tua terkait dengan masalah pendidikan anak. Agar kesibukan dan kesungguhan kita berbanding lurus dengan hakekat dan makna pendikan itu sendiri, juga berbanding lurus dengan hasil yang diinginkan, khususnya dalam kaca mata ajaran dan nilai Islam.

Pertama: Pihak yang paling bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak kita tak lain adalah kita sendiri sebagai orang tuanya. Maka kalaupun kita serahkan anak kita ke berbagai lembaga pendidikan untuk belajar di sana, jangan sampai orang tua lepas tangan secara total untuk mendidik anak-anaknya.

Sesibuk apapun, hendaknya orang tua tetap memberikan perhatiannya, nasehatnya, peringatannya dan yang paling utama adalah memberikan teladan baik kepada anaknya, tentu saja semua itu dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Iringi pula anak-anak kita dengan doa yang tak putus untuk kebaikan mereka, perlindungan mereka dan kesuksesan mereka.

Dalam Al-Quran, kita dikenalkan pada sosok yang namanya diabadikan menjadi salah satu nama surat dalam Al-Quran, yaitu ‘Luqman’. Dia adalah figur seorang ayah yang dengan lembut namun tegas sering memberikan arahan dan didikan kepada anaknya. Di antaranya adalah firman Allah Taala;

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Insya Allah nasehat dan bimbingan yang tulus apalagi diiringi teladan yang baik akan berikan pengaruh yang sangat besar bagi sang anak sepanjang kehidupannya.

Kedua: Dalam konteks keimanan dan akidah kita, pencapaian tertinggi pendidikan bukan pada nilai dan gelar akademis yang disandang ataupun pencapaian materi dan kedudukan, tapi pada ketundukan kepada Allah Taala. Maka ilmu hanyalah sarana, bukan tujuan. Sarana bagi kita untuk semakin dekat dan tunduk kepada Allah.

Читать полностью…

Abdullah Haidir

n diambil dari pahala amalan salehnya sebanyak kezalimannya, dan ‎jika ia tidak memiliki kebaikan, maka akan diambil dosa orang yang dizaliminya kemudian dibebankan kepadanya." (HR. Bukhari)

Bahkan, pemuliaan terhadap hak-hak dasar manusia tidak hanya pada sikap tidak menyakiti saudara kita, tapi sampai dalam taraf kebaikan dan sikap peduli yang harus kita berikan kepada saudara kita, dengan berbagi, berkata baik, saling tolong menolong, hingga membela dan membantunya saat menghadapi kezaliman.

Khusus untuk masalah terakhir ini, jangan lupakan perhatian kita, kepedulian kita dan pertolongan yang dapat kita berikann untuk saudara-saudara kita di Palestina dan di Gaza khususnya. Mereka sedang menghadapi tindakan kezaliman dan kejahatan tiada tara dari kaum Zionist Yahudi, wajib bagi kita umat Islam memberikan perhatian, kepedulian dan pertolongan. Diam tak berpihak, apalagi nyata-nyata berpihak kepada pihak yang zalim, adalah kezaliman itu sendiri dan sikap merendahkan harkat manusia.

Semoga Allah kuatkan hati kita, teguhkan jiwa kita untuk selalu menyusuri jalan Allah dengan selalu menghamba kepada Allah semata serta menghormati sesama manusia.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني به وإياكم من الآيات والذكر الحكيم أقول ما تسمعون وأستغفر الله لي ولكم إنه هو السميع العليم

Berikutnya, khutbah kedua…..

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://youtu.be/O7SnvSTmvr4?si=-rHHfqytobbYc3dZ

Читать полностью…

Abdullah Haidir

sanak saudara kita sendiri.

Rasulullah saw
dengan pada dan singkat bersabda

لا يدخل الجنة قاطع رحم

“Tidak akan masuk surga, orang yang memutus silaturrahmi.”(Muttafaq alaih)

Kadang terjadi dalam kehidupan antara kerabat, kesalahpahaman, ketersinggungan ataupun perlakuan-perlakuan yang tidak menyenangkan.Perkara-perkara tersebut jikapun terjadi jangan cepat-cepat dijadikan sebagai alasan untuk memutus silaturrahmi.

Terhadap kerabat, buka ruang permaklumanyang lebih besar, saling menghormati dan saling memahami. Bahkan ajaran Rasulullah saw, jika ada kerabat yang ingin memutus silaturrahminya, hendaknyakita tetap berusaha menyambungnya,

ليسَ الواصِلُ بالمُكافِئِ، ولَكِنِ الواصِلُ الذي إذا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وصَلَها (رواه البخاري)

“Bukanlah orang yang bersilaturrahmi (yang sempurna) adalahorang yang membalas kebaikan dengan kebaikan, tapi orang yang bersilaturrahmi adalah orang yang apabila hubungan kekerabatannya diputus, maka diamenyambungkannya.” (HR. Bukhari)

Semoga Allah pelihara hubungan kekerabatan di tengah sanak saudara kita dan dijauhkan dari kedengkian dan permusuhan.



بَارَكَ ٱللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي ٱلْقُرْآنِ ٱلْعَظِيمِ،وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ ٱلْآيَاتِ وَٱلذِّكْرِ ٱلْحَكِيمِ،
أَقُولُ مَا تَسْمَعُونَ، وَأَسْتَغْفِرُ ٱللَّهَ لِي وَلَكُمْ، إِنَّهُ هُوَ ٱلسَّمِيعُٱلْعَلِيمُ





ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ، ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيهَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا ٱللَّهُ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ ٱللَّهِ
ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. أَمَّا بَعْدُ
عِبَادَ ٱللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي
بِتَقْوَى ٱللَّهِ، فَقَدْ فَازَ ٱلْمُتَّقُونَ
وَٱعْلَمُوا أَنَّ ٱللَّهَ أَمَرَكُمْ بَدَأَفِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّىٰ بِٱلْمَلَائِكَةِ ٱلْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ،
وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا ٱلْمُؤْمِنُونَ، حَيْثُ قَالَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُۥ يُصَلُّونَعَلَى ٱلنَّبِيِّ ۚ يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا
ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ ٱلنَّبِيِّٱلْأُمِّيِّ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا، عَدَدَ مَا
أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ، وَخَطَّ بِهِ قَلَمُكَ، وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ
وَٱرْضَ ٱللَّهُمَّ عَنِ ٱلْخُلَفَاءِ ٱلرَّاشِدِينَ،سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ ٱلصَّحَابَةِ
أَجْمَعِينَ، وَعَنِ ٱلتَّابِعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُم بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ،وَعَلَيْنَا مَعَهُم بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ ٱلرَّاحِمِينَ
ٱللَّهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ،
وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ
ٱللَّهُمَّ ٱنْصُرِ ٱلْإِسْلَامَ وَٱلْمُسْلِمِينَ،ٱللَّهُمَّ ٱنْصُرْ إِخْوَانَنَا ٱلْمُسْلِمِينَ فِي فِلَسْطِينَ، ٱللَّهُمَّ ٱنْصُرْهُمْ
عَلَىٰ أَعْدَائِكَ أَعْدَاءِ ٱلدِّينِ
ٱللَّهُمَّ آمِنَّا فِي بِلَادِنَاإِنْدُونِيسِيَا، وَوَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا، وَٱرْحَمْهُمَاكَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
وَصَلَّى ٱللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ
عِبَادَ ٱللَّهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِوَٱلْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي ٱلْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَاءِ وَٱلْمُنكَرِ
فَٱذْكُرُوا ٱللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَٱشْكُرُوهُ
عَلَىٰ نِعَمِهِۦ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ، وَٱللَّهُ يَعْلَمُمَا تَصْنَعُونَ

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://vt.tiktok.com/ZSrks2pX4/

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://www.youtube.com/live/J3xLOG2q9is?si=1My1nbu_yOnI9gQN

Читать полностью…

Abdullah Haidir

*IKUTILAH...!*

*Talaqqi Kitab Safinatunnajah*

Safinatunnajah adalah kitab ringkas mengenai dasar-dasar ilmu fikih menurut mazhab Imam Syafi'i.

Hari/ Tanggal:
- Senin, 3 Maret 2025 hingga Senin,17 Maret 2025
Waktu:
- 16.00-17.00

*Penyaji : KH. Arwani Amin, Lc, MA.*

*Tempat* : Masjid Husnul Khatimah
Jl. Hercules Bumi Dirgantara Permai, RT.012/RW.008, Jatisari, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi , Jawa Barat 17426

*dan Via Zoom*

Info pendaftaran: 081231234073 atau link bit.ly/TalaqqiSCC

Semoga bulan Ramadan kita tahun ini jauh lebih dari tahun lalu dan menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

*_Jazakumullah khairal jaza'_*

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Dapat diikuti dari sini 👇;

idreamradio?_t=8sEN1xsK8v4&_r=1" rel="nofollow">https://www.tiktok.com/@idreamradio?_t=8sEN1xsK8v4&_r=1

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Video from Abdullah Haidir

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://vt.tiktok.com/ZS23EWqLV/

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://www.youtube.com/watch?v=FnZTpNlmuYM

Menyegarkan lagi makna silaturrahmi...

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Khitaamuhu Misk….

Kemarin saya memberikan kajian surat Al-Muthaffifin. Salah satu yang dibahas adalah ayat 26, terdapat di dalam?nya lafaz ‘Khitaamuhu misk’. Dalam tafsir Al Jalain dijelaskan maksudnya adalah bahwa khamar yang menjadi minuman ahli surga, pada tegukan terakhirnya mengeluarkan aroma wangi minyak kesturi, sebagai pelegkap dari kenikmatan surgawi.

Istilah ‘khitaamuhu misk’ kemudian sering dipakai masyarakat Arab sebagai perumpamaan ketika seseorang mengakhiri sesuatu dengan baik. Kadang disebutk juga dengan istilah ‘Miskul khitam’.

Misalnya ketika dia ceramah, atau membuat tulisan, bagian akhirnya dibuat dengan mengesankan, maka akan dikatakan kepadanya, khitaamuhu misk.

Perumpamaan ini juga diucapkan tatkala seseorang mengakhiri karirnya dengan baik. Misalnya di dunia olahraga, setelah meraih emas di even internasional, dia menyatakan pensiun. Maka kepada dikatakan kepada orang ini ‘khitaamuhu misk’. Atau juga diucapkan kepada seseorang yang menyudahi tugasnya di lembaga-lembaga tertentu, dia tinggalkan lembaga tersebut dalam keadaan baik, kredibilitnya teruji dan penuh prestasi, maka dikatakan kepadanya; Khitaamuhu misk. Namanya harum dan dikenang dengan kebaikan.

Menjadi ingatan buat kita semua, agar dimanapun kita berada dan beraktifitas, saat kita meninggalkannya, jejak kebaikan kita hendaknya masih terasa dan ada manfaatnya. Orang-orang pun tanpa rekayasa dan diminta akan menjadi saksi kebaikan di muka bumi. Jika kita memiliki posisi tinggi dan pengaruh besar, semakin dituntut untuk mencapai predikat ‘khitaamuhu misk’, apalagi jika levelnya sudah nasional.

Betapa bahagianya seorang pemimpin, ketika dia purna tugas, jejaknya akan dikenang harum dengan nilai-nilai kebaikan; Keadilan tercipta, hukum ditegakkan, pendidikan terjangkau, ekonomi merata, dunia politik sportif dan kondusif. Maka orang seperti ini, kepergiannya akan diiringi apresiasi setingg-tingginya dan doa2 kebaikan setulus2nya.

Namun yang sungguh celaka adalah ketika yang ditinggalkan adalah jejak-jejak yang buruk bahkan jadi preseden buruk yang terwariskan; Ekonomi semakin dicengkram konglomerasi, hukum dikebiri, politik diatur oligarki dan melahirkan bid’ah politik dinasti, moral para siswa ditawarkan alat kontrasepsi. Orang seperti ini, bisa saja merekayasa dan membuat citra kebaikan. Namun di luaran sana kepergiannya akan mengundang caci maki yang ‘tulus’ dari masyarakat.

Masyarakat yang memberikan persaksian apa adanya, tanpa rekayasa dan iming-iming, itulah yang dikatakan sebagai ‘syuhada’ullah fil ardh’, para saksi Allah dimuka bumi dan Allah akan terima persaksiannya, apakah persaksiannya baik ataupun buruk.

Jangan main-main dengan persaksian masyarakat!!

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://youtu.be/RRKEtZV1czs?si=7THZ9WxLGfhMGAfI

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://youtu.be/RNiJy5oABB0?si=pzg97_mhPaLm6Po1

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Karena idealnya, semakin bertambah ilmu, seseorang akan semakin mengetahui dan menyadari kebesaran Allah, kemudian hadir pengagungan dalam dirinya dan akhirnya membuat dia semakin tunduk kepada Allah.

Maka Allah firmankan,

اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ

“Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah orang-orang berilmu.” (QS. Fathir: 28)

Karena itu, seiring dengan perhatian besar setiap orang tua atas pendidikan anak-anaknya, jangan sekali-kali orang tua mengabaikan nilai-nilai keimanan, khususnya ajaran-ajaran dasar agama, baik Aqidah, ibadah maupun akhlak. Bahkan perkara ini seharusnya menjadi prioritas dalam pendidikan anak-anak kita.

Sungguh ironis jika didapatkan ada orang yang memiliki prestasi akademis yang tinggi, namun tidak disiplin shalat, atau jauh dari Al-Qur’an atau memiliki penyimpangan dasar soal Aqidah. Ilmu pegetahuan dan kesalehan bukan sesuatu yang berbenturan, justeru seharusnya saling menguatkan dan melengkapi. Betapa banyak para ilmuwan tetap dapat menjaga kesalehan dan ketakwaannya bahkan justeru itu menjadi keistimewaannya tersendiri.

Ketiga; Saat memperhatikan kualitas pendidikan anak-anak kita, jangan hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, sebab ini bukan satu-satunya penentu keberkasilan sang anak.

Apalagi jika kita menimbang dengan prinsip syariat Islam. Selain kecerdasan intelektual, penting diperhatikan kecerdasaan emosional dan sosialnya. Bahkan dalam banyak kondisi, kecerdasan emosional dan sosial seseorang lebih membuatnya berhasil ketimbang kecerdasan intelektual. Sebaliknya, kecerdasan intelektual tanpa diimbanngi oleh kecerdasan emosional dan sosial tak jarang menimbulkan problem kehidupan, baik bagi dirinya ataupun orang lain.

Kecerdasan emosional adalah membangun mental yang sehat, mampu menata hati hingga stabil dengan sifat-sifat mulia, seperti jujur, amanah, sabar, Syukur, rendah hati, ridha, tawakkal dan semacamnya.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda,

أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

“Ingatlah sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh jasad, namun apabila segumpal daging itu rusak maka rusak pula seluruh jasad. Perhatikanlah, bahwa segumpal daging itu adalah hati!” (Muttafaq alaih)

Mengajak anak untuk selalu dekat kepada Allah dengan ragam ibadah dan ketaatan, tilawah dan zikrullah, lalu memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup serta menciptakan suasan rumah tangga yang harmonis adalah hal-hal yan dapat dilakukan orang tua untuk membentuk Kesehatan mental anak.

Adapun kecerdasan sosial berkaitan dengan kualitas pergaulan di tengah ligkungannya. Pandai bergaul dan akrab namun bernilai positif, peka dan peduli terhadap permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Intinya dia memerankan perintah Rasulullah saw setelah perintah takwa dan berbuat Kebajikan. Nabi saw berpesan;

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik.” (HR. Tirmizi)

Alangkah baiknya jika putra putri kita, selain giat belajar, juga didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif, bergabung dalam komunitas dan organisasi yang baik. Baik di sekolah ataupun di luar sekolah, agar mentalnya terlatih dan jiwa sosialnya terasah. Apabila kecerdasan intelektual diimbangi dengan kecerdasan emosional dan sosial, diharapkan melahirkan pribadi yang berkarakter baik dan tangguh. Selain kesibukan pada hal yang positif akan menutup celah masuknya ajakan negative dan keburukan pada anak.

Ma’asyirol mu’minin rohimakumullah….

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://youtu.be/brlkY6EQuck?si=wXQZl_249NVwewh2

Читать полностью…

Abdullah Haidir

aum kafir Quraisy.

Pada tataran ini, kita diingatkan oleh ikrar yang s
elalu kita nyatakan sehari-hari dalam shalat kita;

إن صلاتي ونسكي ومحيايا ومماتي لله رب العالمين

Ma’asyiral mukminin rahimakumullah.

Selain penghambaan kepada Allah, berkurban dan ibadah haji juga mengajarkan kita untuk memuliakan dan menghormati manusia. Sebab manusia adalah makhluk yang Allah muliakan di antara makhluk lainya. Allah taala berfirman,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al Isra: 70)

Berkurban dan ibadah haji mengajarkan kita untuk menghormati manusia, apapun latar belakangnya, rasnya, bangsanya, warna kulitnya, bahkan apapun agama dan keyakinannya. Manusia tidak boleh disakiti, dinista atau dihina, apalagi kepada sesama orang beriman. Tidak ada satupun alasan bagi seseorang untuk begitu saja boleh menyakiti saudaranya, membuatnya rugi dan menderita, apakah terkait dengan fisiknya, hartanya ataupun kehormatannya.

Hari ini disebut yaumunnahr, hari raya kurban, hari yang paling mulia, bulan Zulhijah, adalah salah satu bulan mulia, akan bertambah mulia lagi jika seseorang sedang berada di negeri mulia, tanah haram. Maka berkumpullah segala kemuliaan itu. Dari sinilah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ingin memberikan gambaran dan perbandingan terkait kemuliaan dan kehormatan manusia.

Sebagaimana diriwayatkan dalam shahih Bukhari, tepat di hari seperti ini, hari ke 10 Zulhijah, di Mina saat melaksnakan haji Wada, 15 abad yang lalu, Rasulullah saw menyampaikan pidato yang salah satu isinya berkaitan tentang besarnya kehormatan manusia, agar jangan di sakiti dan dizalim. Di antara pidatonya, beliau bersabda,

فإنَّ دِمَاءَكُمْ، وأَمْوَالَكُمْ، وأَعْرَاضَكُمْ، علَيْكُم حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَومِكُمْ هذا، في شَهْرِكُمْ هذا، في بَلَدِكُمْ هذا

“Sesungguhnya darah saudara kalian, harta saudara kalian dan kehormatan saudara kalian, mulia dan terhormat di hadapan kalian, haram dirusak dan dizalimi, sebagaimana terhormatnya hari ini, bulan ini dan negeri ini (tanah haram).”

Inilah syariat Islam, sangat jelas mengajarkan umatnya untuk menjaga hak-hak dasar manusia. Agar jangan lagi ada orang yang mudah menghilangkan nyawa orang lain tanpa haq, jangan lagi ada orang yang ringan mengambil harta orang lain, baik terang-terangan maupun tersembunyi, baik harta pribadi apalagi harta publik seperti korupsi dan manipulasi. Jangan lagi ada orang yang dijatuhkan martabatnya semata karena kedengkian dan permusuhan pribadi. Karena hak-hak manusia harus dihormati, sebagaimana kita menghormati hari mulia, bulan mulia dan negeri mulia.

Ini semua adalah bagian ketakwaan yang tidak dapat dipisahkan dari ketundukan kita kepada Allah. Jangan lagi ada orang yang merasa tidak bersalah telah melakukan berbagai tindakan kezaliman hanya semata karena dia merasa telah menjaga shalatnya, banyak puasanya, rajin tilawahnya atau berkali-kali melaksanakan ibadah haji dan umrah. Semua itu tak lantas menjadikan kezalimannya terampuni kecuali dia bertaubat dengan menghentikan kezalimannya, meminta maaf dan mengembalikan hak-hak saudaranya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَتْ عِندَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ، مِنْ عِرْضِهِ أو مِنْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليومَ قَبْلَ أَن لا يَكُونَ دِينَارٌ ولا دِرْهَمٌ؛ إِنْ كَانَ له عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِن لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أَخَذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

"Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhadap saudaranya, baik itu harga diri ataupun ‎perkara lain, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan pada saat ini sebelum datang hari dimana dinar dan ‎dirham sudah tidak berlaku. Jika dia ‎memiliki amal saleh maka aka

Читать полностью…
Subscribe to a channel