abdullahhaidir | Unsorted

Telegram-канал abdullahhaidir - Abdullah Haidir

3873

Belajar tiada henti, beribadah hingga mati

Subscribe to a channel

Abdullah Haidir

JIKA KITA BELUM MAMPU BERHAJI

Di saat banyak saudara kita yang berbahagia karena dapat menunaikan ibadah haji, bagaimana halnya dengan kita yang belum mampu melakukan ibadah haji?

Jangan putus harapan dan berkecil hati, apapun kondisi kita, tetap hadirkan keinginan untuk beribadah haji, seraya terus bersoa mohon kepada Allah agar diberi kemampuan beribadah haji.

Juga tumbuhkan keyakinan, kalau Allah sudah izinkan dan mudahkan, kesempatan itu bisa datang apapun dan bagaimanapun caranya. Setelah itu tentu saja berikhtiar semaksimal mungkin agar kita mendapatkan kemampuan melaksanakan ibadah haji, tentu saja dengan cara yang halal.

Niat dan ikhtiar maksimal ini disatu sisi akan mendatangkan pertolongan Allah, sebab dalam surat Al Ankabut ayat 69 Allah berfirman; Siapa yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, maka Kami akan memberikan jalan-jalan pentunjuk kepadanya.

Di sisi lain, niat yang tulus akan menyebabkan seseorang mendapatkan pahala apa yang diniatkan, walau ternyata dia tidak dapat mewujudkannya. Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang niat melakukan kebaikan, namun dia tidak dapat melakukannya, Allah akan catat baginya kebaikan yang sempurna…”

Selagi niat dan azam kita tulus dan kuat akan melaksanakan ibadah haji jika memiliki kemampuan, maka niat tersebut akan menyebabkan kita tetap mendapatkan pahala ibadah haji walau ternyata kita tidak mampu melaksanakannya.

Di samping itu, ada amalan yang apabila kita lakukan, akan mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna, bahkan ini dapat kita lakukan berkali-kali tanpa biaya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadits Riwayat Tirmizi ‘Siapa yang shalat Subuh berjamaah lalu duduk berzikir hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia bagaikan menunaikan haji sempurna, sempurna, sempuna.’
                 https://www.instagram.com/reel/DXGqESqD_XW/?igsh=MWxsMTMxeG1zbTRqaA==

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Bangun Generasi Akhlak Mulia Bersama Sekolah Terbuka Madani
https://sahabatberbagi.org/donation/bangun-generasi-akhlak-mulia-bersama-sekolah-terbuka-madani?ref=warda

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Jika sedang makan sahur lalu azan Subuh berkumandang, apakah harus hentikan makan atau boleh lanjut makan hingga selesai azan???

Cekidot

https://www.instagram.com/reel/DViij3lEQj8/?igsh=MTNjMnR6NWZpMDF3aA==

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://www.instagram.com/reel/DVdXpPYke1Y/?igsh=MWZpbTY1enV4c2ZzOQ==

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://www.instagram.com/reel/DVVoSw0kV5n/?igsh=MWsxNGw2NXFqenZ5Nw==

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Kita ngaji Matan Taqrib... jam 4 sore ini... silakan masuk ke link ini

Join Zoom Meeting
https://telkomsel.zoom.us/j/96859497442?pwd=9Q4I0KjTi49SaLRIuLMlvMZRaHBBtD.1

Meeting ID: 968 5949 7442
Passcode: 512717

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Ramadan adalah bulan kebersamaan dengan keluarga. Bulan dimana segala aktivitas ibadah banyak melibatkan anggota keluarga didalamnya.

Syariah Consulting Center (SCC) hadir dengan Kajian Keluarga dengan tema *"Ramadan Discovery, Menjelajah Makna Di Setiap Sudut Rumah"* yang akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026
Waktu : 10.00-12.00
*Kajian via Zoom*

dengan Narasumber: Ustadzah Dr. Nurhamidah, M.Ag.

Link Zoom :

Topic: Kajian Keluarga "Ramadan Discovery, Menjelajah Makna di Setiap Sudut Rumah"
Time: Feb 25, 2026 10:00 AM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://telkomsel.zoom.us/j/99748851437?pwd=gf49Sq8iT9lSnmywzJThVFCTaDKW8I.1

Meeting ID: 997 4885 1437
Passcode: 009143

Klik bit.ly/RamadanSCC untuk pendaftaran Kajian Keluarga.

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Al Qur'an merupakan hal yang tak bisa dipisahkan di bulan Ramadan. Karena itu pula Ramadan seringkali disebut Syahrul Qur'an. Live Konsultasi ini akan mengupas tentang Keajaiban Al Qur'an yang mana kadang tidak kita sadari.

Ikuti!!

Live Konsultasi Syariah bab Al Qur'an bersama Ustadz Efendi Anwar, Lc. Al Hafidz.

Hari/Tanggal : Senin, 23 Februari 2026
Waktu : 21.00 - 22.00

Link Zoom

Syariah Consulting Center is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

Topic: Live Konsultasi Syariah bab Al Qur'an
Time: Feb 23, 2026 09:00 PM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://telkomsel.zoom.us/j/92519827025?pwd=MXw0H4ajOdFZCNlrnm5wMBwWnzcjb6.1

Meeting ID: 925 1982 7025
Passcode: 143314

Pendaftaran : bit.ly/RamadanSCC

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Ranah Sains Dan Fikih Dalam Kasus Penetapan Ramadan...

Di antara kekeliruan dalam beragama adalah gagap membedakan antara fakta sains dan fakta agama, sehingga keduanya dicampuradukkan, padahal standarnya berbeda.

Saya beri contoh: tentang penetapan nasab.

Andai — na‘ūżubillāh — ada seorang wanita bersuami berzina, lalu terlahir seorang anak perempuan dari zina tersebut. Jika dilakukan tes DNA di seluruh dunia, pasti hasilnya menunjukkan kecocokan genetik antara si anak dan bapak biologisnya.

Namun, jika hasil tes itu dibawa ke ranah agama sebagai alasan, agar saat si anak menikah, bapak biologisnyalah yang menjadi wali, tentu semua ulama akan menolak. Bukan karena ulama menolak fakta kecocokan DNA, tetapi karena standar fikih (الولد للفراش) dan standar sains itu berbeda.

Lain hal jika si anak membutuhkan analisis penyakit bawaan atau donor organ; barulah yang dicari adalah bapak biologisnya, bukan bapak yuridisnya.

Contoh lain: tentang najis.
Jika sebuah pisau bedah ternoda darah, lalu disterilkan HANYA dengan alkohol atau metode autoklaf, semua dokter akan sepakat bahwa pisau bedah itu telah steril. Bahkan jika dilihat di bawah mikroskop, tidak akan ada mikroba ataupun spora yang tersisa.

Namun, jika ditanya kepada ulama: bolehkah pisau bedah itu ditaruh di saku orang yang sedang shalat? Ulama akan mengatakan tidak sah. Bukan karena ulama menolak fakta sterilnya pisau tersebut, melainkan karena standar menyucikan benda yang terkena najis adalah membasuhnya dengan air (..ماء ليطهركم..), bukan diuapkan dan bukan pula dengan cairan lain seperti alkohol.

Lain hal jika pisau itu dibawa ke ruang operasi; barulah standar steril dipakai, bukan standar suci.

Dalam kasus-kasus ini, sehebat apa pun seorang saintis, ketika ia sedang mempraktikkan agama, ia harus memakai standar fikih, bukan standar sains. Apakah saat itu ia tidak bisa lagi disebut saintis? Tentu tidak. Justru saat itulah ia disebut orang yang adil, yang mampu meletakkan sesuatu pada tempatnya.

---

Dalam masalah penentuan awal bulan pun, orang yang adil semestinya mampu memosisikan standar sesuai maqamnya. Fakta bahwa bulan telah memasuki siklus baru adalah informasi sains dan dapat diperhitungkan secara astronomis.
Namun dalam fikih, standar penentuan waktu ibadah dikaitkan dengan kemampuan pengamatan manusia (لرؤيته) terhadap benda-benda alam. Maka jika benda alam tersebut — sebutlah bulan — berada di luar kemampuan pengamatan manusia karena terlalu rendah, berada di bawah ufuk, atau bahkan berada di belahan bumi yang lain, maka syariat tidak membebankan apa pun terhadap mukallaf.

Lagi pula, ada satu fakta sains yang tidak bisa dibantah: sebagaimana matahari, bulan tidak mungkin berada di langit seluruh bagian bumi pada saat yang sama. Jika bulan tenggelam di satu bagian bumi, ia akan terbit di bagian bumi yang lain. Fakta ini menunjukkan bahwa penyeragaman waktu ibadah secara global bukan perkara sederhana.

Apakah ulama menolak fakta sains? Tentu tidak. Ulama pun mengetahui bahwa bulan telah memasuki siklus baru. Namun ulama memahami bahwa taklif syariat berlaku sesuai batas observasi zahir seorang mukallaf. Dan jika seorang saintis Muslim hendak menjalankan praktik religius, ia harus siap meninggalkan standar sains untuk memakai standar fikih. Lain hal ketika ia hendak memprediksi aktivitas laut atau aktivitas saintifik lainnya; di sana ia memakai standar sains.

---

Saya menulis ini sebagai tanggung jawab ilmiah. Saya yakin ada di antara kawan-kawan yang memiliki pandangan berbeda, dan itu tidak masalah. Sebab yang mempersatukan kita sejatinya bukan furu‘ syariat, melainkan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

https://www.facebook.com/share/p/1EAFeJc8CW/

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Puasa Ikut Pemerintah....?

"Haram puasa ikut pemerintah, puasa itu ikut Al Quran Sunah..." Begitu kurang lebih saya pernah dengar pernyataan dari seorang ustaz. Boleh jadi dia bercanda, tapi dilihat dari mimiknya memang serius. Lebih serius lagi ajakannya; Jangan ikut puasa yang ditetapkan oleh pemerintah....!!

Diksi ini mirip dengan diksi di sebelah 'Jangan ikut ulama, tapi ikut dalil'. Sebuah simplifikasi yang sepintas menarik dan mengundang anggukan, tapi jika ditelaah lebih dalam, lebih tepat dikatakan sebagai pembodohan. Karena ketika kita ikut ulama (dengan catatan ulama yang sebenar ulama) maka sejatinya dia paralel ikut dalil, karena ulama tidaklah memutuskan sesuatu kecuali setelah menggali dan mengkaji dalil-dalil secara utuh.

Kurang lebih seperti itulah ketika pemerintah memutuskan kapan waktu puasa. Karena perkaranya telah didelegasikan kepada orang-orang yang dianggap kompeten utk menentukannya dari kalangan ulama dan pakar berdasarkan dalil-dalil yang ada. Namun agar praktis memberikan arahan ke masyarakat yang bertanya; Puasa mulainya kapan? Bisa dijawab singkat; Ikut saja pengumuman pemerintah!! Dan perkara ini tak perlu dicampuradukkan dengan silangsengkarut berbagai permasalah yang ada di pemerintahan sekarang dan bagaimana opini kita tentang kinerja pemerintahan yang ada. Semua ada porsinya masing-masing.

Pun, tidak perlu juga mengambil sikap berlebihan terhadap mereka yang memutuskan kapan puasa dengan metode yang berbeda, selama dia merujuk kepada referensi keagamaan yang kuat.

Sikap ini tidak menghalangi kita untuk melakukan pembahasan mendalam dan adu argumen terkait perbedaan yang ada. Namun hendaknya di ruang terbatas dan dilakukan oleh ahlinya. Bukan dijadikan sebagai konsumsi umum apalagi diiringi dengan tendensi dan penggiringan opini sedemikian rupa.

Kita memang menginginkan puasa dan lebaran bareng, namun jika hal itu tak terwujud, setidaknya kita bisa menjaga suasana kebersamaan tetap kondusif. Betapa memilukan ketika Ramadan kita awali dan akhiri dengan sikap saling cela, saling tuding dan saling hina..... Wallahu a'lam.

Читать полностью…

Abdullah Haidir

*_Laqod Hajjarta Waasi'an_ .... Sungguh Kamu Telah Persempit Sesuatu Yang Luas*

Tadi pagi isi kajian kitab _Al Adabul Mufrad_, kitab yang menghimpun hadits-hadits tentang adab yang disusun oleh Imam Al Bukhari.

Sampai pada riwayat tentang seorang seorang Badui yang kencing di salah satu bagian masjid. Para sahabat marah dan ingin mengusirnya. Namun Rasulullah saw melarangnya dan memerintahkan agar dia menuntaskan kencingnya. Setelah selesai dan dibersihkan najisnya, barulah Rasulullah saw jelaskan tentang kedudukan masjid yang harus dihormati.

Karena terkesan dengan perlakuan Rasulullah saw yang bijak terhadapnya, maka si Badui ini berdoa, 'Ya Allah, kasihilah aku dan Muhamad saja, yang lain jangan dikasihi.' Rasulullah saw mengomentari doa si Badui tersebut dengan mengucapkan _'Laqod hajjarta waasi'an..."_ Sungguh engkau telah mempersempit sesuatu (rahmat Allah) yang luas.

Hari-hari ini kita sedang disuguhkan dengan perdebatan dan diskusi dalam salah satu masalah keagamaan yang sebetulnya sudah menjadi bahan pedebatan sejak lalu di kalangan para ulama lengkap dengan referensi dan dalilnya masing-masing. Sampai titik ini sebenarnya tidak masalah, bahkan dia sangat positif untuk menghidupkan tradisi ilmiah di tengah kaum muslimin.

Namun yang mengkhawatirkan adalaha ketika masing-masing pihak sudah mengarah pada sikap 'menyingkirkan' saudara-saudaranya dari barisan kaum muslimin yang mendapatakan hidayah. Dengan kata lain mereka sesat karena berbeda pendapat dengan pendapat yang dia miliki. Lalu muncullah stigma dan julukan yang semakin memperkuat sikap itu; 'Ahli bid'ah' 'kuburiyyun', 'kaum mujassimah' ''Asy'ari sesat' 'Wahabi sesat', dan semacamnya.

Jika sebuah pandangan keagamaan sudah memiliki referensi dari para ulama yang mu'tabar dan diakui menjadi rujukan umat sejak dulu dan sekarang, semestinya kita berlapang dada jika terjadi perbedaan pendapat. Walaupun kita memilih salah satu dari pendapat-pendapat teresebut.

Jika pun ingin diangkat sebagai bahan diskusi, cukuplah dia dibahas dalam ranah ilmiah dan adu argumen, selebihnya kita adalah sama-sama umat Muhammad Rasulullah saw yang diperintahkan menjalin persaudaraan dan saling menghormati, bukan saling menjatuhkan dan memojokkan, apalagi terhadap para ulama. Rahmat Allah itu luas, jangan kau persempit!!!

Wallahu a'lam.

_Akhukum Wa Muhibbukum Fillah..._
Abdullah Haidir

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Khutbah Jumat; Islam Rahmatan lil alamin

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Maka sebagai seorang muslim, hendaknya kita jangan berhenti untuk terus belajar tentang Islam secara benar dan utuh dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari juga dengan cara yang benar dan utuh. Sebab yang kadang jadi masalah adalah, ada sebagian kaum Muslimin yang tidak memahami Islam dengan benar dan utuh, akibatnya pengamalannya pun keliru. Akhirnya ajaran Islam yang sejatinya merupakan rahmatan lil aalamin, tidak jarang dikesankan dengan berbagai kesan yang negatif; Terbelakang, bodoh, tidak tertib, korup, zalim, dll. Padahal ajaran Islam jauh dari sifat-sifat negative tersebut, bahkan sebaliknya, justeru ajaran Islam diturunkan untuk menghilangkan segala prilaku negative dalam kehidupan. Hanya saja ada sebagian pemeluknya yang tidak memahami Islam dengan benar, akibatnya melahirkan pengamalan yang tidak sesuai dengan nilai dan tujuan syariat Islam.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Walaupun konsep rahmatan lil alamin bersumber dari wahyu dan sangat besar maknanya, namun demikian penting kita waspadai adanya potensi penyimpangan atas pemahaman ini. Ada sebagian pihak yang menggiring makna Islam rahmatan lil alamin sebagai cara untuk melakukan pembenaraan dan penerimaan terhadap segala bentuk maksiat dan kemunkaran, dengan alasan agar tidak menimbulkan keributan, katanya karena Islam rahmatan lil alamin. Pun atas nama Islam rahmatan lil alamin, ada pihak yang menggiring pemahaman membenarkan keyakinan-keyakinan selain Islam atau ikut serta dalam prosesi ibadah agama lain.

Di sini harus kita pertegas sebagai seorang muslim, bahwa kemaksiatan dan kemunkaran dalam segala bentuknya, haruslah diingkari, dihindari dan dihilangkan. Justeru karena Islam agama rahmatan lil aalamin, ajaran Islam menolak segala bentuk kemaksiatan dan kemunkaran, baik yang berhubungan dengan hak Allah Taala, maupun berhubungan dengan hak makhluk. Bahkan kita diperintahkan untuk menghilangkannya dengan berbagai cara terbaik yang dapat dilakukan. Karena hakekatnya kemunkaran dan kemaksiatan Adalah bentuk kezaliman terhadap diri sendiri dan terhadap makhluk dan akibat buruknya cepat atau lambat akan dirasakan semua pihak. Maka sebagai bentuk rahmat dan kasih sayang, Islam mengajarkan bahwa hal itu harus dicegah agar manusia tidak mengalami kerugian dan bahaya dalam kehidupan.

Begitu pun keyakinan dan ajaran agama selain Islam, tidak boleh kita ikut membenarnya, tidak boleh juga kita ikut prosesi ibadah agama lain. Sebab sudah Al Quran sudah tegaskan, bahwa agama yang diridhai Allah hanyalah Islam, bahwa siapa yang mencari agama selain Islam, tidak akan diterima dan di akhirat dia merugi. Kalimat Tauhid yang sering kita baca, Laa ilaaha Illallah, mengandung makna kalau keimanan kita kepada Allah belum sempurna sebelum kita mengingkari semua bentuk penghambaan kepada selain Allah. Tapi disisi lain kita diperintahan untuk tetap berbuat baik secara sosial kepada penganut agama lain, tidak menzalimi mereka, tidak memaksa mereka untuk masuk agama kita, tidak juga mengganggu ibadah mereka atau merusak tempat ibadah mereka. Inilah yang disebut toleransi. Bukan mencampur adukkan ibadah dan keyakinan.

Semoga Allah berikan kita pemahaman yang benar dan utuh terhadap ajaran Islam dan berikan kita kekuatan untuk mengamalkannya dengan benar.

Читать полностью…

Abdullah Haidir

_Siapa sih yang tidak ingin rumah tangga adem, tenang, saling sayang, dan saling mendukung dalam kebaikan?_
_Kadang kita pikir pernikahan hanya tentang akad, pesta, dan hari bahagia._

_Padahal hakikatnya jauh lebih dalam, ini tentang membangun tim terbaik bersama pasangan menuju ridha Allah._


_*Ikuti....!!!*_

‎*Live Konsultasi Syariah*

_*"Nikah Sakinah, Cinta Yang Rahmah"*_

(Membahas fikih pernikahan dan seluk beluk rumah tangga)

by Syariah Consulting Center *(SCC)*

*‎Hari/Tanggal : Selasa, 9 Desember 2025*

‎Pukul : 19.30 - Selesai

‎Bersama
‎*KH. Arwani Amin, Lc., MPI*
‎*(Narasumber Tanyasyariah.com)*

Topic: Live Konsultasi Syariah Pernikahan
Time: Dec 9, 2025 07:00 PM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/82297023340?pwd=wwhbdbBYiy1tyFUs0OaGvB9SmLITyb.1

Meeting ID: 822 9702 3340
Passcode: 280515
---
Link pendaftaran : https://bit.ly/KonsultasiNikahSCC

Infaq terbaik ke a.n Pusat Konsultasi Syariah Indonesia

Bank BSI 7307684068

CP : 0812-3123-4073

Читать полностью…

Abdullah Haidir

*Bingung ingin memakai make up tapi takut melanggar syariat?*
*Ingin bersolek tapi takut berlebihan?*
*Bagaimana tuntunan bersolek secara syar'i?*

Temukan jawabannya dalam Live Konsultasi Syariah Fiqh Kecantikan dengan tema "Bersolek secara Syar'i" bersama *_Ustadzah Hanifah Ahzami, M.A_*

Host : Ukhti Ami Amaliah

Senin 13 Oktober 2025
19.30- Selesai

Konsultasi via Zoom

Registrasi dapat melalui link berikut :
https://bit.ly/FiqhKecantikan

atau hubungi 08123-1234-073

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://www.instagram.com/reel/DTOzl5mkvOn/?igsh=NWxheWpuNXBxcGxj

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Sekolah terbuka Madani adalah salah satu sekolah terbuka yang diselenggarakan secara swadana oleh komunitas. Sekolah ini bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan tingkat SMP dan SMA dengan biaya yang terjangkau. Mirisnya kondisi pendanaan masih minim, sehingga teracam akan ditutup jika dana operasional tidak mencukupi.

Yuuk kita berikan di bukan Ramadhan ini dengan sedekah terbaikmu untuk keberlanjutan Sekolah terbuka Madani dengan klik :

https://sahabatberbagi.org/donation/bangun-generasi-akhlak-mulia-bersama-sekolah-terbuka-madani?ref=warda

Atau transfer ke:
💳 BSI 7039797498
💳 BCA Syariah 0101004000
💳 Muamalat 3390111111
a.n Yayasan Zakat Sukses

Konfirmasi donasi: 085945815077 (WARDA)

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Shalat tarawehnya berjamaah, giliran shalat witir dia mlipir. Bagaimana sebaiknya? Perhatikan tayangan ini....

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Kita ngaji Matan Taqrib... jam 4 sore ini... silakan masuk ke link ini

Join Zoom Meeting
https://telkomsel.zoom.us/j/96859497442?pwd=9Q4I0KjTi49SaLRIuLMlvMZRaHBBtD.1

Meeting ID: 968 5949 7442
Passcode: 512717

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://www.instagram.com/reel/DVQfTlxEwBm/?igsh=YnlxaGhmbTNkbHdt

Читать полностью…

Abdullah Haidir

https://youtube.com/shorts/Hl81mIXUSx0?si=n7ljK0XfirD-L9_E

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Ramadan adalah bulan kebersamaan dengan keluarga. Bulan dimana segala aktivitas ibadah banyak melibatkan anggota keluarga didalamnya.

Syariah Consulting Center (SCC) hadir dengan Kajian Keluarga dengan tema *"Ramadan Discovery, Menjelajah Makna Di Setiap Sudut Rumah"* yang akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026
Waktu : 10.00-12.00
*Kajian via Zoom*

dengan Narasumber: Ustadzah Dr. Nurhamidah, M.Ag.

Link Zoom :

Topic: Kajian Keluarga "Ramadan Discovery, Menjelajah Makna di Setiap Sudut Rumah"
Time: Feb 25, 2026 10:00 AM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://telkomsel.zoom.us/j/99748851437?pwd=gf49Sq8iT9lSnmywzJThVFCTaDKW8I.1

Meeting ID: 997 4885 1437
Passcode: 009143

Klik bit.ly/RamadanSCC untuk pendaftaran Kajian Keluarga.

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Salah satu cara mendapatkan keberkahan tersebut dengan cara menuntut ilmu. Oleh karena itu,

Ikuti!!

*Talaqqi Kitab "Matan Taqrib" bersama Ustadz Abdullah Haidir, Lc. M.Sos.*

Hari/Tanggal : Setiap Senin - Jumat , 23 - 6 Maret 2026
Waktu : 16.00 - 17.00

Kajian Offline : Musholla Taufiqurrahman, Jl. Nusa Indah Raya, Beji Timur, Beji, Depok, Jawa Barat

Link Zoom :
Syariah Consulting Center is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

Topic: Talaqqi Kitab Matan Taqrib
Time: Feb 23, 2026 04:00 PM Jakarta
Every day, until Mar 6, 2026, 12 occurrence(s)
Join Zoom Meeting
https://telkomsel.zoom.us/j/96859497442?pwd=9Q4I0KjTi49SaLRIuLMlvMZRaHBBtD.1

Meeting ID: 968 5949 7442
Passcode: 512717

Untuk pendaftaran : bit.ly/RamadanSCC

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Live Konsultasi Syariah spesial Ramadan Edisi Perdana akan dimulai malam ini.

Tema : Fikih Ibadah di Bulan Puasa

Waktu : Jumat, Februari 2026 Pukul 21.00 - 22.00 WIB

Narasumber : KH. Arwani Amin, Lc. MPI


Topic: Live Konsultasi Syariah Fikih Ibadah
Time: Feb 20, 2026 09:00 PM Jakarta

Join Zoom Meeting
https://telkomsel.zoom.us/j/98542377834?pwd=d671qcntn3SVh4DvMRvPkaIZYX6zds.1

Meeting ID: 985 4237 7834
Passcode: 459758

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Ikuti kajian ilmiah:

“Penetapan Waktu Shalat dan Awal Bulan dalam Tinjauan Syar’i dan Astronomi” by Syariah Consulting Center (SCC)

Kajian ini membahas dalil syar’i dan kajian astronomi secara ilmiah, objektif, dan menyejukkan

Hari/Tanggal : Selasa , 27 Januari 2026

Waktu : 20.00 - Selesai

Narasumber :
- Prof.Dr. Thomas Jamaluddin ( Pakar Ilmu Astronomi, dan Peneliti Ahli BRIN)
- KH. Dr. Surahman Hidayat, MA. (Pengasuh Majelis Yasalunaka)

Moderator :

Ustadz Abdullah Haidir, Lc. M.Sos
(Direktur Syariah Consulting Center)

Kajian diselenggarakan secara Daring melalui Zoom Meeting



Time: Jan 27, 2026 08:00 PM Jakarta

Join Zoom Meeting:

https://us04web.zoom.us/j/79039861529?pwd=R7xerbU5VrgSjoIJi5PwKK0S42mfb6.1

Meeting ID: 790 3986 1529
Passcode: 783245

Live Streaming Youtube Channel Tanya Syariah

Berikan infak terbaik anda melalui :

a.n Pusat Konsultasi Syariah Indonesia
No. Rekening Bank BSI 730 7684068

👉 Catat tanggalnya 👉 Ajak keluarga & sahabat

Читать полностью…

Abdullah Haidir

**🄺🄰🄹🄸🄰🄽 🄾🄵🄵🄻🄸🄽🄴 🄺🄾🄽🄿🅁🄴🄷🄴🄽🅂🄸🄵*

*Yayasan DKM Al -Ikhlas* _mengundang seluruh jamaah rohimakumulloh,_

*Topik:*_Kajian Ba'da Subuh Offline-Mesjid Al Ikhlas Komplek BKPM Rw 17_*
*Pemateri:* _*Ustadz Abdullah Haidir, Lc *_
*Waktu:* _*Sabtu, 20 Januari 2026 Pukul 04:47 WIB*_
*Tema:* _*" Kajian Kitab Bulughul Maram "*_

_Jika ada *Uzur* dapat juga diikuti secara online melalui:_
*Access ke YouTube* Channel _Yayasan DKM Al Ikhlas : https://youtube.com/live/dXL8dSw_59g?feature=share

_*TERBUKA untuk UMUM*_
Mohon bantuannya dishare ke *grup WA* lainnya..
Kencleng Infaq Majelis:
📒 No. Rekening _*BSI 7145138153 An. YYS DKM AL IKHLAS KOMPLEK BKPM*_
*_Baarokallaahu fiikum._

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Jika para pemuda Ashabul Kahfi menjadikan goa sebagai tempat untuk merawat dan melindungi iman mereka dari berbagai godaan dan ancaman, maka kita pun butuh 'goa' dalam bentuk lain yang dapat merawat dan melindungi iman kita, di antaranya adalah majlis ilmu/majlis taklim.

Jadilah Ashabul Kahfi masa kini..!!


_Inspirasi kajian tafsir Surat Al Kahfi, MT Al Muhajirin_

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Khutbah Jumat:

MAKNA ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN

Abdullah Haidir

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Allah taala dalam surat Al Anbiya ayat 107 menegaskan;

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِين

“Tidaklah kami utus enkau kecuali menjadi Rahmat bagi seluruh alam.”

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Allah taala mengabarkan bahwa Dia telah menetapkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai Rahmat bagi seluruh alam. Artinya bahwa Allah mengutus beliau tak lain untuk membawa Rahmat kepada mereka semuanya. Siapa yang menerimanya maka dia akan mendapatkan kebaikan dunia akhirat, siapa yang menolaknya dia akan rugi dunia akhirat.

Hal ini selaras dengan hadits Rasulullah saw,

إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةُ مُهْدَاة (رواه الحاكم)

“Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan (untuk seluruh alam).” (HR. Hakim)

Untuk apa Allah taala mengutus Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam?

Tak lain untuk menyampaikan ajaran-ajaranNya kepada para hambaNya di muka bumi. Itulah yang kemudian dikenal sebagai agama Islam. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam rahmatan lil alamin, maka Islam yang beliau sampaikan pun adalah agama rahmatan lil aalamin. Agama yang mendatangkan Rahmat, kebaikan bagi seluruh alam.

Perkara ini bukan sekedar klaim atau pengakuan sepihak. Siapapun yang mempelajari ajaran Islam dengan benar dan utuh serta objektif, lalu diterapkan dengan benar dan utuh pula, maka akan didapatkan kebaikan yang besar dalam kehidupan, baik dalam tataran pribadi, keluarga, masyarakat, bahkan berbangsa dan bernegara. Baik hanya terhadap kaum Muslimin, juga terhadap kalangan non muslim. Baik terhadap sesama manusia, bahkan juga terhadap seluruh alam dan lingkungan yang ada. Karena Islam Adalah rahmatan lil alamin.

Hal ini tak lain karena Islam bukan agama yang lahir dari ruang hampa. Tapi dia merupakan satu-satunya agama yang Allah ridhai. Agama yang bersumber dari Sang Pencipta dan tentu saja Maha tahu segala kebutuhan makhluk. Agama yang syamil, menyeluruh, mutakamil, terintegrasi, satu sama lain saling melengkapi dan menguatkan. Disana ada perkara Aqidah, ideologi, syariah, tata aturan, tazkiyatunnafsi, pensucian jiwa, hingga akhlak yang mengajarkan etika dan budaya baik dalam pergaulan sehari-hari.

Bangsa Arab sebelum kedatangan Islam dikenal sebagai bangsa jahiliyah; Keyakinan mereka landasannya rapuh, tatanan kehidupan sosial tidak ada panduan, penuh kezaliman, moral yang rusak pun merajalela. Lalu diutuslah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membawa ajaran Islam. Setelah perjalanan panjang penuh lika liku dan pengorbanan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat, ajaran Islam diterima oleh bangsa Arab. Maka bangsa yang tadinya jahiliah berubah menjadi umat pelopor yang menawarkan kebaikan dalam berbagai bidang ke seluruh penjuru dunia, bahkan termasuk kepada non muslim sekalipun. Semua itu tercatat rapih dalam buku-buku Sejarah.

Ma’asyiral Muslimin yang dimuliakan Allah.

Sejatinya, ajaran Islam bukan sekedar tuntutan yang wajib dilaksanakan oleh para pemeluknya, tapi dia sesungguhnya merupakan kebutuhan manusia untuk mendapatkan kehidupan yang baik, selamat dan bahagia, di dunia maupun di akhirat. Tentu semua itu dengan catatan, kaum muslimin memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan benar dan utuh menyeluruh.

Читать полностью…

Abdullah Haidir

*Ikuti!!!*

‎*Kajian Kitab "Raf'ul Malaam 'an Al- Aimmah Al-A'laam" by Syariah Consulting Center (SCC)*

Kitab yang menerangkan sebab-sebab perbedaaan pendapat para ulama.

‎Hari/Tanggal : Senin, 1 Desember 2025

‎Pukul : 19.30 - Selesai

‎Bersama
‎*Narasumber : Dr. Khairan Muhammad Arif, M.Ed*
‎*(Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)*

‎*Moderator: Ustadz Abdullah Haidir, Lc. M.Sos.*
‎*(Direktur Syariah Consulting Center)*

‎Link Zoom :

https://zoom.us/j/96471000917?pwd=AspAooAh0Ybpbg02BaYrbEyiaIKMVi.1

ID Rapat: 964 7100 0917
Kode Sandi: 783245

Live Via YouTube :
tanyasyariah6869" rel="nofollow">https://www.youtube.com/@tanyasyariah6869

CP : 08123-1234-073

_sebarkan info kajian ini agar menambah kebermanfaatan bersama_

Читать полностью…

Abdullah Haidir

Kajian Fikih:

LUQATAH لقطة

• Bab Luqatah dalam kajian fikih masuk bab jual beli atau mu’amalah.

• Luqatah adalah sesuatu yang berharga yang ditemukan seseorang di tempat-tempat terbuka, seperti di masjid, halte, jalan, dll. Biasanya disebut sebagai ‘barang tak bertuan’ atau ‘barang temuan’

• Luqatah tidak boleh dianggap sebagai ‘rezeki nomplok’ sehingga orang yang menemukannya menganggap hal tersebu serta merta menjadi miliknya, hakekatnya barang itu hak pemilik asal. Dalam hal ini sikap Amanah sangat penting dan menentukan kualitas iman seseorang. Apalagi jika barang tersebut nilainya sangat berharga bagi pemiliknya.

• Jika seseorang mendapat barang tak bertuan tergeletak begitu saja, dia dapat memilih antara mengambilnya dan membiarkannya. Namun jika dia percaya dirinya Amanah dan dapat menunaikan kewajiban tentang barang tersebut, maka lebih baik dia mengambilnya. Apalagi kalau dikhawatirkan barang tersebut jatuh ke tangan orang tak bertanggungjawab.

• Jika barang temuan itu diambil seseorang, maka niatkan untuk dikembalikan ke pemiliknya. Sesuai ketentuan syariah, barang tersebut harus diumumkan di tempat ditemukan dan di tempat-tempat keramaian. Zaman sekarang bisa melalui bantuan medsos.

• Masa pengumuman tersebut berlangsung selama setahun, dilakukan secara berkala, misalnya sebulan sekali. Jika ada pemiliknya, maka harus dikembalikan. Jika setelah setahun tdk ada yang mengaku, maka barang tersebut dapat dimiliki dan dimanfaatkan oleh penemunya. Namun jika suatu saat pemiliknya datang dan terbukti serta menuntut barangnya, maka harus dikembalikan.

• Jika luqatahnya dalam bentuk makanan yang tidak tahan lama, penemunya boleh memakannya, namun harus menggantinya jika datang pemiliknya serta menuntutnya, atau dia jual dan uangnya disimpan, atau jika makanan tersebut dapat diawetkan, maka hendaknya diawetkan. Ini maksudnya jika makanannya berharga atau jumlah besar.

• Terkait dengan barang-barang tak berharga, kemungkinan besar pemiliknya tidak mencarinya, seperti sebutir anggur atau jeruk, atau uang recehan 500 atau 1000 rupiah dan semacamnya, maka barang tersebut boleh diambil dan langsung digunakan atau dikonsumsi . Rasulullah saw memberikan keringanan jika barang temuan tersebut adalah perkara remeh.

• Adapun luqatah masjidil haram, berdasarkan hadits Nabi, para ulama menetapkan tidak boleh diambil dan dimiliki atau dimanfaatkan, baik barang berharga atau tidak, walaupun sudah berlangsung setahun. Kecuali jika dia ambil dengan maksud untuk diumumkan atau diserahkan ke pihak berwenang agar Kembali ke pemiliknya, maka hal itu dibolehkan.

Читать полностью…
Subscribe to a channel