4403
Dakwah, Ukhuwah, Lillah Powered by: @KampusTelegram Our Channel: @Audio_alQuran @KitabKuning1 @bahsilNU @BukuSekolahElektronik @CakNunChannel @Sticker_ID Youtube: www.youtube.com/c/NUbanget Group: @nu_banget
Meniup Terompet dan Menyalakan Kembang Api: Kafir! Segampang itukah Akidah Kita Tergerus?
Читать полностью…
Bolehkah merayakan tahun baru?
Apa konteks Hadits Nabi: “sesiapa menyerupai suatu kaum, dia bagian dari mereka”?
Baca artikelnya
dan siap-siap termehek-mehek di akhir tahun 2017🙏 😍
Nadirsyah Hosen
Konspirasi Politik Anak yang Membunuh Khalifah al-Mutawakil
Oleh: Nadirsyah Hosen
Ada Kesamaan Piagam Madinah dengan Konstitusi Indonesia
Читать полностью…
kembali sejarah ini, tiba-tiba saya merasa malu sekali: di tangan kita Islam telah berubah dari agama yang menebar rahmat menjadi agama yang gampang melaknat; dari agama yang begitu ramah menjadi agama yang penuh api amarah, dari agama yang penuh kasih sayang menjadi agama yang pemeluknya sedikit-sedikit merasa tersinggung dan berteriak, “ini penistaan agama!”
Tabik,
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia – New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School
Ps.
banyak yang minta saya sertakan sumbernya. Ini sumber kisah Mukhayriq Yahudi yang ikut perang Uhud:
Thabaqat Ibn Sa’d:
أخبرنا محمد بن عمر أخبرنا صالح بن جعفر عن الميسور بن رفاعة عن محمد بن كعب قال أول صدقة في الإسلام وقف رسول الله صلى الله عليه وسلم أمواله لما قتل مخيريق بأحد وأوصي إن أصبت فأموالي لرسول الله صلى الله عليه وسلم فقبضها رسول الله صلى الله عليه وسلم وتصدق بها أخبرنا محمد بن عمر حدثني عبد الحميد بن جعفر عن محمد بن إبراهيم بن الحارث حدثني عبد الله بن كعب بن مالك قال قال مخيريق يوم أحد إن أصبت فأموالي لمحمد صلى الله عليه وسلم يضعها حيث أراه الله وهي عامة صدقات رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبرنا محمد بن عمر حدثني محمد بن بشر بن حميد عن أبيه قال سمعت عمر بن عبد العزيز يقول في خلافته بخناصرة سمعت بالمدينة والناس يومئذ بها كثير من مشيخة المهاجرين والأنصار أن حوائط النبي صلى الله عليه وسلم يعني السبعة التي وقف من أموال مخيريق وقال إن أصبت فأموالي لمحمد يضعها حيث أراه الله وقتل يوم أحد فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مخيريق خير يهود ثم دعا لنا عمر بتمر منها فأتي بتمر في طبق فقال كتب إلي أبو بكر بن حزم يخبرني أن هذا التمر من العذق الذي كان على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأكل منه قال قلت يا أمير المؤمنين فاقسمه بيننا فقسمه فأصاب كل رجل منا تسع تمرات قال عمر بن عبد العزيز قد دخلتها إذ كنت واليا بالمدينة وأكلت من هذه النخلة ولم أر مثلها من التمر أطيب ولا أعذب أخبرنا محمد بن عمر أخبرنا يحيى بن سعيد بن دينار عن أبي وجزة يزيد بن عبيد السعدي قال كان مخيريق أيسر بني قينقاع وكان من أحبار يهود وعلمائها بالتوراة فخرج مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى أحد ينصره وهو على دينه فقال محمد بن مسلمة وسلمة بن سلامة إن أصبت فأموالي إلى محمد صلى الله عليه وسلم يضعها حيث أراه الله عز وجل فلما كان يوم السبت وانكسفت قريش ودفن القتلى وجد مخيريق مقتولا به جراح فدفن ناحية من مقابر المسلمين ولم يصل عليه ولم يسمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يومئذ ولا بعده يترحم عليه ولم يزده على أن قال مخيريق خير يهود فهذا أمره أخبرنا محمد بن عمر حدثني أيوب بن أبي أيوب عن عثمان بن وثاب قال ما هذه الحوائط إلا من أموال بني النضير لقد رجع رسول الله صلى الله عليه وسلم من أحد ففرق أموال مخيريق
Ibn Hajar dalam al-Ishabah:
مخيريق: النضري الإسرائيلي من بني النضير. ذكر الواقدي أنه أسلم واستشهد بأحد وقال الواقدي والبلاذري: ويقال: إنه من بني قينقاع ويقال من بني القطيون كان عالما وكان أوصى بأمواله للنبي صلى الله صلى الله عليه وآله وسلم وهي سبع حوائط: الميثب والصائفة والدلال وحسنى وبرقة والأعواف ومشربة أم إبراهيم فجعلها النبي صلى الله عليه وآله وسلم صدقة. قال عمر بن شبة في أخبار المدينة: حدثنا محمد بن علي حدثنا عبد العزيز بن عمران عن عبد الله بن جعفر بن المسور عن أبي عون عن بن شهاب قال: كانت صدقات رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم أموالا لمخيريق فأوصى بها لرسول الله صلى الله عليه وآله وسلم وشهد أحدا فقتل بها فقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: ” مخيريق سابق يهود وسلمان سابق فارس وبلال سابق الحبشة ” . قال عبد العزيز: وبلغني أنه كان من بقايا بني قينقاع. وقال الزبير بن بكار في أخبار المدينة: حدثنا محمد بن الحسن – هو بن زبالة عن غير واحد منهم محمد بن طلحة بن عبد الحميد بن أبي عبس بن جبر وسليمان بن طالوت عن عثمان بن كعب بن محمد بن كعب أن صدقات رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم كانت أموالا لمخيريق اليهودي فلما خرج النبي صلى الله عليه وسلم إلى أحد قال لليهود: إلا تنصرون محمدا والله إنكم لتعلمون أن نصرته حق عليكم فقالوا: اليوم يوم السبت فقال: لا سبت وأخذ سيفه ومضى إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقاتل حتى أثبتته الجراحة فلما حضره الموت قال: أموالي إلى محمد يضعها حيث شاء
Ibn Sabbah dalam Tarikh al-Madinah:
(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى ، قال : حَدَّثَنَا عَبْ
دُ الْعَزِيزِ بْنُ عِمْرَانَ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الْمِسْوَرِ ، عَنْ أَبِي عَوْنٍ ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ ، قال : ” كَانَتْ صَدَقَاتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،
Susah Melampaui Tingkatan Ukhuwah yang Talah Dicapai Gusdur
Читать полностью…
Gus Mus Raih Penghargaan Yap Thiam Hien 2017
NU Online, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) meraih penghargaan Yap Thiam Hien 2017. Penghargaan ini diberikan karena Gus Mus dinilai konsisten memperjuangkan hak asasi manusia melalui ajaran agamanya.
Ketua Yayasan Yap Thiam Hien, Todung Mulya Lubis dalam jumpa pers, Kamis (21/12) di Jakarta mengatakan, Gus Mus yang juga Mustasyar PBNU itu memang tidak pernah dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia. Ia lebih dikenal sebagai kiai, pimpinan pondok pesantren, dan budayawan.
"Namun buat saya, Gus Mus dengan semua karyanya, dengan semua sepak terjangnya, keterlibatannya, adalah seorang pejuang hak asasi manusia," kata Todung dikutip NU Online dari kompas.com.
Todung menjelaskan, Gus Mus juga telah berjasa memperkuat hak beribadah dalam keyakinan setiap pribadi masing-masing. Gus Mus adalah Muslim toleran yang menghargai agama minoritas, bahkan aliran kepercayaan yang statusnya tidak diakui pemerintah.
"Dia tidak bersuara lantang seperti Munir, Yap Thiam Hien, ataupun Adnan Buyung. Tapi dalam puisi, dalam ceramahnya, selalu meneguhkan komitmen untuk pluralitas dan kemajemukan," kata Todung.
Todung menambahkan, terpilihnya Gus Mus juga mempertimbangkan konteks politik Indonesia kekinian. Kondisi di mana agama kerap dijadikan alat politik untuk meraih kekuasaan.
"Dia concern dan prihatin melihat agama dipolitisasi, dijadikan alat politik. Dia tidak mengerti kenapa agama masuk dalam politik dengan vulgar," kata Todung.
Ada 5 orang dewan juri Yap Thiam Hien Award pada tahun ini. Mereka adalah Makarim Wibisono (diplomat senior), Siti Musdah Mulia (Ketua Umum ICRP), Yoseph Stanley Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Zumrotin K. Susilo (aktivis perempuan dan anak), dan Todung Mulya Lubis (Ketua Yayasan Yap Thiam Hien).
Proses penentuan peraih Yap Thiam Hien Award 2017 diawali dengan mengumpulkan kandidat yang dihimpun dari jaringan/komunitas dan masyarakat luas sejak Mei 2017. Awalnya, ada 34 nama yang muncul kemudian mengerucut menjadi 4 nama.
"Akhirnya, pada sidang dewan juri kedua yang dilaksanakan 11 Desember 2017, kami sepakat memilih KH Ahmad Mustofa Bisri sebagai peraih Yap Thiam Hien Award 2017," kata Todung Mulya Lubis.
Penghargaan Yap Thiam Hien Award 2017 ini rencananya akan diserahkan langsung kepada Gus Mus dalam sebuah acara seremoni yang digelar pada Ahad, 24 Januari 2018 lusa esok.
Di antara dawuh Gus Mus yang berupaya membangun hak-hak kemanusiaan dalam beragama yaitu: “Orang yang selalu mengingat kebesaran Tuhan tidak akan membesarkan dirinya. Karena kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain”.
Memahami Hadits Khilafah dan Imam Mahdi dalam Perspeksi Lintas Disiplin II
Oleh: Nadirsah Husain
NU Online
Share dengan ikhlas, insya Alloh berkah
Surat Untuk Khalifah Al-Watsiq: Pembunuh Ulama dan Pecinta Budak Pria
NU Online
Belajar Politik dari Khilafah Hasan bin Ali
NU Online
Amar Ma'ruf Nahi Munkar: inilah Pengertiannya Menurut Jumhur Ulama
Читать полностью…
Klarifikasi PWNU Bali soal Penolakan Ustad Abdul Somad
Kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Bali pada tanggal 8-10 Desember 2017 lalu menimbulkan pro kontra bagi masyarakat Bali. Ramai tersebar di media sosial bahwa salah satu elemen yang melakukan penolakan adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali.
Untuk mengklarifikasi keakuratan beberapa media yang memojokan PWNU Bali tersebut, NU Online berhasil menghubungi Ketua PWNU Bali, H Abdul Aziz melalui sambungan telepon, Senin (11/12).
Ia kemudian menceritakan dari awal bagaimana dirinya sebagai Ketua PWNU mem-back up penuh panitia penyelenggara yang keseluruhan adalah Nahdliyin (warga NU).
Menjelang kedatangan UAS, H Aziz menjelaskan situasi mulai tidak kondusif. Ada beberapa isu bahwa akan ada penghadangan di bandara. Kemudian ia bersama pengurus PWNU yang lain berinisiatif untuk mendampingi panitia menjemput langsung ke bandara. Bersama UAS dan panitia, Pengurus PWNU terus mendampingi hingga ke Hotel Aston, tempat UAS menginap
“Namun setelah satu jam kami berada di hotel, situasi tidak kondusif, sebab ada konsentrasi massa yang menolak kedatangan UAS,” terang H Aziz.
Karena tidak ingin adanya tindakan kekerasan, sebab menurut H. Aziz, kelompok masyarakat yang pro kedatangan UAS juga akan bergerak ke hotel Aston, ia kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk dapat membantu memediasi dengan pihak yang menolak. Akhirnya mediasi pun terjadi di salah satu ruangan di hotel tersebut.
Dalam mediasi awal mengalami jalan buntu, hingga UAS memutuskan akan meninggalkan Bali. Tentunya keputusan ini akan berdampak pada jamaah pengajian yang sudah ribuan dan berpotensi akan bergejolak.
H Aziz kemudian meyakinkan kepada UAS bahwa jika dirinya membatalkan pengajian, justru yang terjadi adalah gejolak yang lebih besar. Dengan pertimbangan itu, akhirnya UAS kembali menemui pihak yang menolak dan terjadi saling rangkul menemui titik temu.
Lalu, ketika ditanya sosok yang mengaku Gus Yadi yang ramai diperbincangkan di medsos, H Aziz sama sekali tidak mengenalnya.
“Yadi itu siapa, dia bukan pengurus NU maupun banom NU. Dia juga bukan warga Nahdliyin, saat berdebat dengan saya pada saat mediasi, dia menggunakan baju PGN (Patriot Garuda Nusantara,)” tegasnya.
Jadi, menurut H. Aziz kalau ada media yang mengatakan PWNU Bali menolak bahkan memprovokasi untuk melakukan penolakan kedatangan UAS di Bali, merupakan pemberitaan yang sesat.
“Bahkan saya bersama pengurus NU yang lain selalu mendampingi UAS selama di Bali, jadi mohon diluruskan kepada masyarakat,” tutupnya.
NU Online
Jika keberadaan channel ini banyak manfaatnya, silakan di share kepada saudara-saudara yang lain
jazákallóh
/channel/nu_online
Menjelang Lengser, Gus Dur Ditawari Negara Islam, Ini Jawabannya
Читать полностью…
أَمْوَالا لِمُخَيْرِيقَ الْيَهُودِيِّ ” قال عَبْدُ الْعَزِيزِ : بَلَغَنِي أَنَّهُ كَانَ مِنْ بَقَايَا بَنِي قَيْنُقَاعَ – ثُمَّ رَجَعَ حَدِيثِ ابْنِ شِهَابٍ ، قال : وَأَوْصَى مُخَيْرِيقُ بِأَمْوَالِهِ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَهِدَ أُحُدًا فَقُتِلَ بِهِ ، فقال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مُخَيْرِيقُ سَابِقُ يَهُودَ ، وَسَلْمَانُ سَابِقُ فَارِسَ ، وَبِلالٌ سَابِقُ الْحَبَشَةِ ” . قال : وَأَسْمَاءُ أَمْوَالِ مُخَيْرِيقَ الَّتِي صَارَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الدَّلالُ ، وَبَرْقَةُ ، وَالأَعْوَافُ ، وَالصَّافِيَةُ ، وَالْمَيْثِبُ وَحُسْنَى ، وَمَشْرَبَةُ أُمِّ إِبْرَاهِيمَ . فَأَمَّا الصَّافِيَةُ وَالْبَرْقَةُ وَالدَّلالُ وَالْمَيْثِبُ ، فَمُجَاوِرَاتُ # بأعلى # السُّورَيْنِ مِنْ خَلْفِ قَصْرِ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ ، فَيَسْقِيهَا مَهْزُورٌ . وَأَمَّا مَشْرَبَةُ أُمِّ إِبْرَاهِيمَ فَيَسْقِيهَا مَهْزُورٌ ، فَإِذَا خَلَفْتَ بَيْتَ مِدْرَاسِ الْيَهُودِ ، فَحَيْثُ مَالُ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَمْعَةَ الأَسَدِيِّ ، فَمَشْرَبَةُ أُمِّ إِبْرَاهِيمَ إِلَى جَنْبِهِ ، وَإِنَّمَا سُمِّيَتْ مَشْرَبَةَ أُمِّ إِبْرَاهِيمَ ، لأَنَّ أُمَّ إِبْرَاهِيمَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَدَتْهُ فِيهَا ، وَتَعَلَّقَتْ حِينَ ضَرَبَهَا الْمَخَاضُ بِخَشَبَةٍ مِنْ خَشَبِ تِلْكَ الْمَشْرَبَةِ ، فَتِلْكَ الْخَشَبَةُ الْيَوْمَ مَعْرُوفَةٌ فِي الْمَشْرَبَةِ . وَأَمَّا حُسْنَى فَيَسْقِيهَا مَهْزُورٌ ، وَهِيَ مِنْ نَاحِيَةِ الْقُفِّ . وَأَمَّا الأَعْوَافُ فَيَسْقِيهَا أَيْضًا مَهْزُورٌ ، وَهِيَ فِي أَمْوَالِ بَنِي مُحَمَّمٍ . قال أَبُو غَسَّانَ : وَقَدِ اخْتُلِفَ فِي الصَّدَقَاتِ ، فقال بَعْضُ النَّاسِ : هِيَ أَمْوَالُ قُرَيْظَةَ وَالنَّضِيرِ .
Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.
/channel/nu_online
Non-Muslim yang berjasa kepada Nabi
Dalam episode kehidupan Nabi Muhammad ada sejumlah orang yang tidak atau (saat itu belum) bergabung dalam barisan umat, namun telah membantu Nabi Muhammad SAW dengan cara mereka masing-masing. Mereka melindungi, memandu, membantu dan berteman setia kepada Nabi Muhammad dan secara tidak langsung membantu perjuangan dakwah Nabi Muhammad.
Kita mulai dengan Waraqah bin Naufal, sosok yang hanif. Di saat Nabi Muhammad guncang jiwanya dan merasa ragu benarkah telah didatangi malaikat Jibril. Khadijah membawa Nabi Muhammad menemui Waraqah. Setelah menyimak cerita Nabi Muhammad dan lima ayat pertama yang diterimanya, Waraqah berkata: “Ini adalah orang yang sama yang membawa wahyu yang telah dikirim Allah kepada Musa (malaikat Jibril)”.
Pernyataan Waraqah itu menenangkan Nabi Muhammad. Pada saat kritis di awal kenabian, Waraqah telah memberi kesaksian bahwa yang datang kepadanya itu malaikat Jibril, bukan syetan.
Sosok kedua yang membantu Nabi Muhammad adalah pamannya Abu Thalib. Tidak perlu saya tuliskan ulang kisahnya di sini. Semua mafhum akan perlindungan yang diberikan Abu Thalib, kepala suku Quraisy, kepada keponakannya ini. Pada masa itu sistem klan begitu kuat, siapa yang mendapat perlindungan sebuah klan maka hidupnya aman. Siapa yang berani mencelakakannya akan berhadapan dengan klan tersebut. Maka perlindungan Abu Thalib telah membuat Nabi aman. Cuma ada gangguan kecil saja.
Namun bagaimana dengan umat Nabi Muhammad? Suku Quraisy adalah suku terhormat sehingga Nabi Muhammad tidak terancam jiwanya, tapi sahabat-sahabat yang lain mengalami berbagai ancaman yang berat. Maka Nabi memerintahkan para sahabat hijrah ke Habasyah. Ini negeri Kristen. Para sahabat kemudian dilindungi oleh Raja Habasyah. Lihatlah bagaimana para sahabat mencari perlindungan ke negeri berpenduduk Kristen, persis seperti sekarang gelombang pengungsi dari Syiria, Yaman, Libya, Iraq, Afghanistan, Tunisia memasuki Eropa dan berlindung di negara Kristen.
Nabi Muhammad masih aman sampai kemudian Abu Thalib wafat. Maka Abu Lahab yang mengomandani suku Quraisy mengumumkan melepaskan perlindungan kepada Nabi Muhammad. Itu artinya siapapun bisa membunuh beliau dan tidak akan ada suku Quraisy yang membelanya. Nasib pilu membuat Nabi lari dikejar-kejar mereka yang hendak mencelakakannya. Nabi dengan berdarah-darah dilempari penduduk Thaif.
Untunglah ada kepala suku kecil yang bersedia melindungi Nabi Muhammad. Mu’thim bin Adi mengumumkan bahwa Muhammad berada dalam perlindungannya. Amanlah saat itu nyawa Nabi Muhammad. Mu’thim tidak percaya agama Allah tapi dia mau melindungi Muhammad SAW saat itu. Mu’thim melepaskan perlindungan setelah peristiwa isra mi’raj dimana dia menuduh Nabi Muhammad berbohong dan karenanya dia secara terbuka melepaskan jaminan perlindungannya terhadap Nabi Muhammad SAW.
Dalam kondisi itulah turun perintah hijrah ke Yatsrib. Saat itu nyawa Muhammad SAW benar-benar terancam, hanya hijrah satu-satunya jalan keluar. Abu Bakar dan Nabi Muhammad memutuskan pergi malam-malam ke Yatsrib. Mereka ditolong oleh seorang non-Muslim namanya Abdullah bin Arqat (saat itu belum masuk islam). Abdullah bin Arqat inilah yang memimpin perjalanan Nabi melewati jalan yang tidak biasa guna mengelabui dan menghindari kejaran kafir jahiliyah. Sekali lagi, non-Muslim berjasa di sini.
Terakhir, banyak yang tidak tahu bahwa ada seorang rabbi Yahudi yang sangat sayang kepada Nabi Muhammad. Mukhayriq namanya. Dia seorang kaya raya dan kemudian memutuskan ikut perang Uhud membela Nabi Muhammad. Dia berwasiat bahwa kalau dia terbunuh maka semua kekayaannya diserahkan kepada Nabi Muhammad.
Peperangan terjadi pada hari sabtu, dan sebagai Yahudi seharusnya dia diam di rumah. Namun dia memutuskan tetap pergi membantu Nabi Muhammad. Dalam keadaan terluka parah di perang Uhud, Nabi Muhammad diberitahu bahwa Mukhayriq telah gugur dan memberikan kekayaannya untuk Nabi Muhammad. Nabi berkomentar: “dia yahudi terbaik!”.
Sejarah
menyisakan cerita manis bagaimana Nabi Muhammad SAW menjalin hubungan baik dengan non-Muslim. Sekarang membaca
Jaga Gereja dan Orang yang Sedang Beribadah Didalamnya, Ada Dalilnya Koq
Читать полностью…
Quraish Sihab Berbicara tentang GusDur
NU Online
Share dengan iklhlas, insya Alloh berkah
Memahami Hadits Khilafah dan Imam Mahdi dalam Perspektif Lintas Disiplin (I)
NU Online
Bimillah,
Untuk menunjang postingan dan materi channel ini, silakan Bapak-Ibu bergabung dengan ikhlas ke channel Toko Santri
Semoga keberkahan rezeki selalu menyertai kita. Ámín
Pemimpin Muslim Dunia Serukan Jerusalem Ibukota Palestina
Читать полностью…
Sikap Resmi PBNU atas Diakuinya Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
السَّــــــــــــــلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Melihat dan mengamati dengan seksama dinamika perpolitikan internasional terutama sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, hal ini berpotensi meluasnya pelanggaran terhadap Prinsip Hukum Humaniter sebagaimana diatur dalam Protokol Tambahan I Tahun 1977 Pasal 53 menentukan perlindungan bagi objek-objek budaya dan tempat pemujaan.
Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB atas Yerusalem No. 252 tanggal 21 Mei 1968 hingga Resolusi DK PBB No. 2334 tanggal 23 Desember 2016 menegaskan bahwa DK tidak akan mengakui perubahan apa pun atas garis batas yang ditetapkan sebelum perang 1967.
Demikian halnya, Resolusi Majelis Umum PBB No. 2253 tanggal 4 Juli 1967 hingga Resolusi No. 71 tanggal 23 Desember 2016 yang pada pokoknya menegaskan perlindungan Yerusalem terhadap okupasi Israel.
Melalui Resolusi No. 150 tanggal 27 November 1996, Unesco menyebut “Kota Tua Yerusalem” sebagai warisan dunia yang terancam punah. Dan pembangunan terowongan dekat Masjid Al Aqsa oleh Israel sebagai tindakan yang menyerang sentimen keagamaan di dunia.
Terkait hal itu bersama ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan sikap:
1. Sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel merupakan suatu tindakan yang akan mengacaukan dan merusak perdamaian dunia. Sikap tersebut akan membuat situasi dunia menjadi semakin panas dan mengarah pada konfliik yang tak berkesudahan.
2. Mengecam keras tindakan pengakuan sepihak tersebut. Yerusalem bukanlah ibu kota Israel melainkan Yerusalem adalah ibu kota Palestina yang telah kita akui kedaulatannya. Dalam konteks ini, pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, mengeluarkan beberapa keputusan:
Pertama, PBNU mendukung kemerdekaan atas Palestina. Dukungan bagi kemerdekaan rakyat dan negara Palestina tidak bisa ditangguhkan. Oleh karena itu, PBNU mendesak agar PBB segera memberikan dan mengesahkan keanggotaan Negara Palestina menjadi anggota resmi PBB dan memberikan hak yang setara sebagai rakyat dan negara yang merdeka.
Kedua, NU mendesak PBB untuk memberikan sanksi, baik politik maupun ekonomi, kepada Israel dan negara manapun jika tidak bersedia mengakhiri pendudukan terhadap tanah Palestina.
Ketiga, Menyerukan agar negara-negara di Timur Tengah untuk bersatu mendukung kemerdekaan Palestina.
Keempat, Mendesak agar OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk secara intensif mengorganisir anggotanya untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
3. Mendorong pemerintah Indonesia untuk ikut serta dan proaktif dalam membantu problem yang terjadi di Palestina. Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi penengah yang bisa memediasi dinamika politik yang sedang terjadi.
4. Umat muslim dunia menyampaikan keprihatinannya dan mari bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, semoga rakyat di Palestina diberikan kekuatan dan ketabahan, semoga tercipta perdamaian di Palestina.
5. Menyerukan secara khusus kepada warga NU untuk membaca doa qunut nazilah, memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah SWT. Agar Palestina khususnya dan juga dunia dapat tercipta situasi yang damai.
وَاللهُ الْمُوَفِّقُ إِلَى أَقْوَمِ الطَّرِيْقِ
وَالسَّــــــــــــــلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jakarta, 7 Desember 2017
ttd
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.
Ketua Umum
ttd
DR. Ir. H. Helmy Faishal Zaini
Sekretaris Jenderal
NU Online
Bung Karno dan Hatta Jarang Masuk Masjid
Soekarno dan Mohammad Hatta adalah Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia. Kiprah dan sepak terjangnya dalam memerdekakan Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Nyawa, darah, dan air matanya menjadi tebusan dalam memperjuangkan tegaknya bendera merah putih. Hingga akhirnya republik ini merdeka, dan mereka berdua dinobatkan menjadi pemimpin tertinggi bangsa ini. Itu semua karena jasa-jasa dan kemampuan mereka dalam menggerakkan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Gambar mereka diabadikan di dalam uang pecahan terbesar rupiah. Nama mereka juga dijadikan nama bandara, jalan, universitas, gedung, dan lainnya.
Mereka berdua juga dikenal sebagai pribadi Muslim yang taat dalam menjalankan ajaran agamanya. Mereka rajin menunaikan kewajiban-kewajiban agama di dalam rukun Islam; salat, zakat, puasa, dan haji. Namun demikian, mungkin hanya sedikit orang saja yang tahu soal cerita Soekarno dan Mohammad Hatta yang jarang masuk masjid.
Wakil Sekretaris Lembaga Ta'mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) H Muiz Ali Murtadho menceritakan hal itu saat acara Pelatihan Pemuda Pelopor yang diselenggarakan di Gorontalo beberapa hari yang lalu. Baginya, itu adalah sesuatu yang sangat ironis dan memprihatinkan mengingat Bung Karno dan Hatta adalah pemimpin negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia. Dalam hal ini, mungkin mereka hanya sesekali dan jarang masuk masjid.
“Yang biasa masuk masjid malah yang bergolok (uang seribu rupiah bergambar Kapitan Pattimura membawa), (uang seratus ribu rupiah bergambar) Bung Karno dan Hatta yang berpeci malah jarang masuk masjid,” kata Muiz.
“Padahal yang pantes masuk (kotak) masjid adalah yang berpeci,” lanjutnya disambut tawa peserta pelatihan yang baru sadar bahwa yang dimaksud adalah uang pecahan seratus ribu.
Menurut saya, ada dua makna yang terkandung dalam ungkapan tersebut. Pertama, umat Islam yang masih enggan memakmurkan keuangan masjid meski mereka sudah berada pada level hidup yang cukup. Kedua, kondisi ekonomi umat Islam yang masih lemah sehingga mereka tidak mampu ‘memasukkan Bung Karno dan Hatta’ ke dalam masjid. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan pokok saja mereka masih kekurangan.
Untuk persoalan yang pertama, kita harus mengedukasi umat Islam agar cinta masjid dan bersedia untuk memakmurkannya, baik makmur dalam segi keuangan ataupun program-programnya. Sementara untuk problem yang kedua adalah juga tugas bersama umat Islam. Bagaimana umat Islam yang sudah makmur bisa membantu untuk memakmurkan saudaranya yang belum makmur tersebut. Sehingga mereka bisa membuat Bung Karno dan Hatta masuk masjid.
NU Online
Admin tidak mengabil keuntungan materi dari keberadaan channel ini
Semata-mata hanya mengharap ridlo Alloh, SWT, sebagai sarana dakwah, ukhuwah, dan lillāh
Jika ada materi yang bermanfaat, silahkan di share ke saudara-saudara lainnya.
Jika ada materi bertentangan, silahkan ditabayunkan
Channel ini berpegang pada tiga prinsip aswaja annahdliyah;
1. tawasut (moderat),
2. i'tidal (adil),
4. tasamuh (toleransi),
dan ditambah prinsip admin: hubbul wathon
Admin:
@admbersama_bot