4422
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Dengan Energi Ramadhan, Mari Kita Raih Derajat Rabbani --Wido Supraha
https://www.instagram.com/p/DWP4cKlkixO/
Untuk seluruh sahabat seperjuangan menuju Jannah::
'Id Mubarak 1447 Hijriyah. Taqabbalallaahu minnaa wa minkum, shiyaamanaa wa shiyaamakum. Kullu 'aamin wa antum bi khairin. Mohon ma'af lahir dan bathin.
@supraha | t.me/supraha
_Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Walillahilhamd.._
Mari kita gunakan segenap energi Ramadhan ini untuk memimpin perubahan. Ibda' binafsik, mulailah dari diri kita, lalu keluarga kita, tetangga kita, hingga masyarakat luas. Kun Rabbaniyyan wa la takun Ramadhaniyyan. Jadilah hamba Allah yang tangguh sepanjang masa, bukan hanya orang yang baik di bulan Ramadhan saja.
Mari kita bangkit! Mari kita ambil alih kepemimpinan di ranah pendidikan dengan melahirkan intelektual muslim yang beradab! Mari kita ambil alih kepemimpinan ekonomi dengan etos wirausaha yang kuat! Mari kita ambil alih kepemimpinan budaya untuk menyebarkan narasi kebenaran! Mari kita dukung pembangunan kekuatan pertahanan dan militer yang mandiri, melahirkan pasukan pengaman negeri bermental Qur'ani, yang senjatanya tidak digunakan untuk menindas, melainkan untuk menjaga kedaulatan dan melindungi mereka yang lemah! Mari kita bersama wujudkan wajah Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yang darinya kelak memancar salah satu kekuatan umat Islam untuk menyelamatkan masa depan umat manusia!
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
_"Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu mengubah diri mereka sendiri..."_ *(Q.S. Ar-Ra'd [13] ayat 11)*
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
*KHUTBAH KEDUA*
اللهُ أَكْبَرُ (×٧)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
Hadirin jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah,
Di detik-detik akhir pertemuan kita di pagi yang suci ini, mari kita tundukkan hati, raga, dan jiwa kita. Kita akui segala kelemahan kita di hadapan Allah Yang Maha Perkasa. Kita panjatkan doa, memohon ampunan, pertolongan, dan kemenangan bagi umat ini.
_Alhamdulillahi rabbil 'alamin, hamdasy-syaakiriin, hamdan-naa'imiin, hamdan yuwaafi ni'amahu wa yukaafiu mazidah. Ya Rabbana lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalaali wajhikal karimi wa 'azhiimi sulthaanik._
Ya Allah, untuk-Mu-lah segala pujian dan syukur kami. Dari-Mu-lah semua kebaikan dan keutamaan peradaban ini berasal. Kami persembahkan seluruh sujud dan ruku' kami ke haribaan-Mu, sesuai dengan keagungan wajah-Mu yang mulia.
Ya Allah, janganlah Engkau menyiksa kami karena kebodohan dan dosa-dosa kami. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami yang telah membesarkan kami dengan air mata dan keringat, serta dosa-dosa saudara kami yang telah mendahului kami.
Ya Allah, jadikanlah keluarga-keluarga kami sebagai penyejuk pandangan (qurrata a'yun). Jadikanlah madrasah di dalam rumah-rumah kami sebagai benteng keimanan yang kokoh, yang darinya lahir generasi penakluk masa depan, generasi yang kelak akan membebaskan umat ini dari keputusasaan dan penindasan.
Ya Allah, hanya pada-Mu kami mengadukan seluruh duka lara umat ini. Angkatlah kami dari ketidakberdayaan dan bebaskanlah kami dari belenggu kezaliman tatanan dunia yang bengis ini!
Ya Allah, pandanglah dengan tatapan rahmat-Mu saudara-saudara kami di Gaza, di Palestina, di bumi Iran, dan di seluruh belahan bumi yang tengah dihujani peluru dan kezaliman musuh-musuh-Mu. Mesin-mesin perang telah merobek langit mereka, dan musuh-musuh kemanusiaan telah berlaku tiran atas kami. Maka sekarang kami hanya berlari kembali pada-Mu, karena kami beriman pada kekuatan tak terbatas dari tentara-tentara langit-Mu!
Hadirin yang dirahmati Allah,
Hari ini kita hidup di tahun 1447 Hijriyah. Kita sedang menyaksikan sebuah pergeseran tektonik dalam panggung sejarah dunia. Selama puluhan tahun, peradaban Barat yang disetir oleh kapitalisme global mengklaim diri sebagai puncak akhir sejarah. Mereka menceramahi dunia tentang hak asasi manusia, diplomasi, dan keadilan. Namun, tabir kemunafikan itu kini telah hancur berkeping-keping! Genosida di Gaza, yang disiarkan langsung di layar-layar telepon genggam kita, telah menelanjangi wajah asli peradaban modern. Mereka mensponsori pembantaian atas bayi dan perempuan tak berdosa. Runtuhlah sudah hegemoni moral mereka di mata dunia.
Dan hari ini, persis di saat takbir kemenangan bergema di lisan kita, konspirasi global itu kembali memperlihatkan arogansinya. Tepat hari ini, 01 Syawwal 1447 H/21 Maret 2026 M, sudah 22 hari lamanya sejak dimulainya invasi terbuka Amerika Serikat dan sekutunya ke bumi Iran pada 28 Februari lalu. Langit Timur Tengah kembali dirobek oleh mesin-mesin perang negara adidaya, khususnya Amerika Serikat.
Hadirin, invasi ini bukanlah sekadar unjuk kekuatan militer. Jika kita membaca dengan mata peradaban, agresi ini menampakkan kebangkrutan moral yang sangat telanjang!
*Pertama,* mereka sedang mempertontonkan kemunduran peradaban (civilizational regression). Di abad ke-21 yang katanya menjunjung tinggi resolusi konflik lewat diplomasi, mereka justru menormalisasi barbarisme. Mereka mengembalikan logika dunia ke era kolonialisme kelam, di mana prinsip "might makes right"—siapa yang kuat dia yang berkuasa—menggilas akal sehat dan nilai kemanusiaan.
*Kedua,* tindakan ini menampakkan arogansi yang sangat asimetris. Mereka memborbardir sebuah negara berdaulat yang ruang gerak ekonominya sudah puluhan tahun mereka cekik dengan embargo berlapis. Ini bukanlah "perang yang adil" (just war), melainkan penindasan brutal dan pengecut dari negara raksasa terhadap bangsa yang telah dilemahkan secara sistematis.
*Ketiga,* kejadian ini membuktikan kegagalan total tatanan global. Di mana Perserikatan Bangsa-Bangsa? PBB telah terbukti gagal total, lumpuh, dan disandera oleh hak veto hegemoni Barat. Arsitektur keamanan global hari ini tidak lebih dari sekadar "macan kertas" yang tak mampu memberikan perlindungan sedikitpun bagi negara-negara yang menjadi korban agresi.
Hadirin yang dirahmati Allah, tatanan dunia saat ini sudah usang dan rusak! Agresi militer yang membabi-buta dari Gaza hingga Iran ini bukanlah tanda kekuatan, melainkan jeritan keputusasaan dari peradaban materi yang sedang meluncur ke jurang kehancurannya sendiri.
Di tengah kegelapan penindasan dan standar ganda yang kronis ini, dunia menjerit merindukan kepemimpinan alternatif. Dunia sangat membutuhkan cahaya kepemimpinan global Islam—kepemimpinan yang berakar pada prinsip rahmatan lil 'alamin, yang pernah terbukti selama berabad-abad memimpin dunia dengan tata kelola keadilan, melindungi kaum yang lemah, dan menghadirkan kedamaian sejati!
_Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Walillahilhamd.._
Lalu pertanyaannya, sudah siapkah kita menyambut panggilan sejarah ini? Di tengah kepungan krisis geopolitik global ini, dari mana kita harus menyusun kekuatan perlawanan dan agenda besar Ishlahul Mujtama' (perbaikan masyarakat)?
Jawabannya: Mulailah dari rumah kita. Mulailah dari madrasah keluarga kita!
Ramadhan yang baru saja meninggalkan kita telah membuktikan bahwa kita memiliki potensi ketangguhan yang luar biasa. Puasa telah melatih kita berdisiplin tanpa diawasi manusia. Zakat dan sedekah telah membuktikan kepekaan sosial kita.
Ketangguhan generasi puasa ini bukanlah sekadar teori di atas mimbar. Sejarah modern telah mencatatnya dengan tinta emas! Lihatlah bagaimana generasi yang ditempa dengan kesabaran dan mentalitas syahid ini telah mengubur kesombongan negara-negara adidaya.
Dato’ Dr. Syed ʿAlī Tawfīk al-ʿAṭṭās Speech after the Ṣolāt al-Janāzah for Royal Laureate Professor Dr. Syed Muḥammad Naquīb al-ʿAṭṭās at Masjīd Taqwa TTDI, Kuala Lumpur
“My name is As-Sayyid ʿAlī Tawfīk al-ʿAṭṭās. I am the eldest son of Professor Sayyid Muḥammad Naquīb al-ʿAṭṭās. I could stand up here and I could extol all of his virtues, and I could tell you all about the fact that he has guided thousands and thousands and thousands of Muslims. He’s dedicated his entire life to the religion of Islām, to education. I could tell you also that he was an unbelievable intellect, he was a towering mind. All of these things we already know. his works proved it. His writings, the fact that he spends his entire life educating the Muslims. I think I’d like to say another thing though, because I read a lot of comments online and I thank them and they have all been saying how Prof. Al-ʿAṭṭās’ one of the greatest philosophers, one of the greatest minds…all of that is true. But I think we are missing something. Above from the fact that he is a towering mind, he was a man of action. He was a *doer.* Whatever he set his mind to he was determined to make it happen. His legacy is not just intellectualism — it’s in art, in architecture, in humanities, in politics — in all fields, as early as 15 years old in 1946, he was asked to define the meaning of that political party which is called PEKEMBAR at the time. He was the one that designed the flag, that later became the symbol of unity for the government. He was also the man who brought Truth to the universities, the National University. He was the first man to propose an Islāmic University, and that became fruitful in 1987 where the International Institute of Islāmic Thought and Civilisation was founded by him. That was the true meaning of Islāmic University. And look at the building itself. That was all his design. Every bit of it, he had his finger on it. Even the furniture, even the light fixture, the tiles…every single thing was his own drawing. He had his hands on everything. The library that he built. A 156 thousand volumes, all of it was done by him. This is what we have. This is the legacy that he leaves us. This is the trust that he gives us.
My father was a good man. He did not…he did not tell lies. When he spoke, he spoke the Truth. When he was given an amānah, he held fast to it. When he made a promise, you could be sure he would keep it. His promise to the Muslim ummah, was to educate them. His promise to the Muslim ummah, was to ennoble us. To ennoble the Muslims. And he has done so. We say, Innā liLlāhi wa-ʾinnā ʾilayhi rājiʿūn…when we have suffered a great calamity. While we do mourn, we must not forget to celebrate him. We must not forget to celebrate what he left us.
I thank you from the bottom of my heart. My family thanks you. May Allāh bless you all. May Allāh comfort us. May Allāh Guide us. May Allāh put him in His ample Garden of Paradise. Āmīn Ya Rabb Al-ʿĀlamīn. Thank you very much. As-salāmu ʿalaykum.”
– transcribed upon request by and from the recordings by Ayman Azlan and my adik Aniq Anas 🤍
19 Ramaḍān 1447H | 9 March 2026
2.30pm
Atiqah Anas,
Kulim, Kedah
Photo from Wido Supraha
https://us04web.zoom.us/j/73881527386?pwd=XgeSpSfKE8na1bmTvDVWQMwbWlyNTP.1
*Sesi 02 Webinar Islamisasi Sains dan Kampus pagi ini (Khusus Ramadhan)* akan masuk kepada materi kedua yang dibutuhkan para pejuang Islamisasi Sains yakni: *Konsep Ilmu* sebagai materi dasar. Silahkan bergabung on-time dan on-face pukul 07.15 sudah stand by dan 07.30 tepat dimulai.
Pemateri: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Kepala Pusat Studi Islamisasi Sains Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor)
Moderator: Ahmad Shidgi Mukhtasor, B.Irkh (Mahasiswa S2, Universitas Teknologi Malaysia)
Link zoom (utk 1000 partisipan):
us06web.zoom.us/j/86083223615?pwd=kSHj98Gjx6S3X8r5wC6AT9CmaadAem.1
ID Rapat: 860 8322 3615
Kode Sandi: KajianSPTI
Kegiatan ini diselenggarakan Sinergi Perguruan Tinggi Indonesia (SPTI).
--------------------
INFO: Adapun Materi Sesi 03 (Pekan Depan) bersama Rektor UNIDA Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi.
https://vt.tiktok.com/ZSacuFsjK/
Terbuka bagi yang ingin mondok atau full day, Ikhwan dan Akhwat.
*SMPAdab.ID*
📱 WA Hotline: 087726541098
Home Sweet Home | Dr. Wido Supraha, M.Si.
https://widosupraha.com/2026/01/11/home-sweet-heaven/
Jadwal Khutbah Jum'at 2026
Periode: Januari-Juni
🌐 widosupraha.com
Besok _Offline_ di Aula Imam al-Ghazali, INSISTS Jakarta
Maps: https://maps.app.goo.gl/d854PRroDT3p9b8d9
Gratis dan Terbuka Untuk UMUM
Di *Hari Ayah 2025* ini, mari kita berdiskusi tentang _"Merindukan Ayah Hebat dalam Pengasuha dan Pendidikan Anak"._ Malam ini pukul 19.30 WIB, segera klik: https://us06web.zoom.us/j/88647994912?pwd=nO42Or0m3GtRxXzy5U44BOHOlODE8i.1
Читать полностью…
Jadwal Khutbah Jum'at Januari 2026 | Wido Supraha
Insya Allah, tema disusun sesuai peristiwa yang terjadi baik meliputi sirah, keutamaan bulan, hingga kebangsaan. Mohon do'anya agar setiap tema dapat ditulis dan menjadi sebuah buku berjudul 52 Tema Khutbah 2026 berbasis Islamic Worldview.
@supraha | t.me/supraha
Adāb asy-Syarif
https://www.youtube.com/live/WhFJsP5L5M4?si=3xjHTOPKlhSWpz8b
Imam al-Ghazali menjelaskan bagaimana menjaga kehormatan diri dan menjadikan diri mulia di hadapan Allah SWT.
t.me/supraha
Spirit Kemerdekaan Qur'ani
Bagi Nabi Muhammad ﷺ, kemerdekaan sejati bukanlah sekadar bebasnya sebuah bangsa, melainkan lahirnya manusia yang merdeka. Semuanya bermula dari tahrir , sebuah pembebasan jiwa melalui proses ikhraj yang mengeluarkan manusia dari gelapnya kebodohan menuju cahaya iman (QS. 14:1). Dari jiwa yang merdeka inilah lahir keberanian untuk meraih najah, yakni keselamatan bersama dari cengkeraman tirani dan ketidakadilan (QS. 2:49). Kemerdekaan ini kemudian berdiri kokoh di atas fondasi kesetaraan seluruh umat manusia tanpa memandang suku bangsa (QS. 49:13), dan disempurnakan melalui ruang dialog dalam semangat Syura atau musyawarah (QS. 3:159).
@supraha | Telegram: t.me/supraha
Ya Allah, turunkanlah pertolongan-Mu kepada mereka yang sedang bertahan menahan gempuran militer di jalan-Mu! Satukanlah barisan mereka, tepatkanlah sasaran peluru mereka, dan cerai beraikanlah koalisi musuh-musuh mereka! Hancurkanlah kesombongan penjajah yang menentang-Mu, dan jadikanlah darah para syuhada sebagai benih kebangkitan umat ini!
Ya Allah, satukanlah hati kaum Muslimin seluruhnya. Jadikanlah kecerdasan dan kekuatan mereka untuk membangun peradaban ini, bukan untuk saling menjatuhkan. Jadikanlah bangsa Indonesia yang kami cintai ini sebagai bangsa yang beriman dan bertakwa, sehingga Engkau bukakan pintu-pintu keberkahan dari langit dan dari bumi. Kini telah tiba saatnya kebatilan ini runtuh, maka kirimlah dari langit kebenaran tangan-tangan yang akan memetik kemenangan itu.
_Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina 'adzabannar._
_Subhana rabbika rabbil 'izzati 'amma yashifuun, wasalamun 'alal mursalin, walhamdulillahi rabbil 'alamin._
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
➖➖➖
*UNDANGAN PROYEK JANNAH*
_Ikhtiarkan nama Anda salah satu pejuang yang tercatat di 'Arsy-Nya_
Bersama Membebaskan Lahan Wakaf untuk Pembangunan Pusat Jariyah Amal dengan Mendirikan Sekolah Adab
*DKI Syari'ah:*
* 71021700003 a.n. Wakaf Adab Insan Mulia
*BSI :*
* 2171700036 a.n. Wakaf Adab Insan Mulia
Lihatlah Afghanistan! Pasukan mujahidin dengan persenjataan seadanya tidak hanya berhasil mengusir armada raksasa Uni Soviet, tetapi perang berlarut itu telah menguras habis sumber daya mereka, hingga akhirnya negara adikuasa itu bangkrut, runtuh berkeping-keping, dan terhapus dari peta dunia pada tahun 1991. Dan di tanah yang sama, generasi ini kembali mempermalukan Amerika Serikat dan koalisinya, memaksa mereka lari tunggang langgang dan menarik mundur pasukannya secara memalukan pada tanggal 30 Agustus 2021!
Dan hari ini, lihatlah keajaiban peradaban di sepotong kota kecil bernama Gaza! Sebuah wilayah yang ukurannya tak lebih besar dari daratan Jakarta, yang diblokade total dari darat, laut, dan udara. Mereka dibombardir dengan ratusan ribu ton bom mematikan oleh koalisi Israel dan Amerika Serikat. Namun, setelah nyaris 900 hari perang ini berlangsung—sejak 7 Oktober 2023 hingga detik ini—Gaza tetap berdiri tegak! Mereka tidak menyerah, mereka tidak tunduk, dan tanah mereka tidak pernah berhasil sepenuhnya dikuasai! Itulah ketangguhan yang tak bisa dijelaskan oleh kalkulator militer manapun. Itulah ketangguhan generasi yang lahir dari madrasah Al-Qur'an!
Maka, ketahuilah bahwa krisis runtuhnya hukum internasional menyadarkan kita bahwa masa depan umat tidak bisa dititipkan pada tatanan dunia yang bengis ini. Musuh-musuh Islam tidak hanya menjatuhkan bom di tanah Arab atau Persia; mereka setiap hari merangsek masuk ke ruang tamu dan kamar tidur anak-anak kita melalui layar gawai. Mereka membombardir akal generasi penerus kita dengan virus sekularisme, kecanduan digital, krisis identitas, dan kerusakan adab.
Maka, agenda peradaban kita pasca-Ramadhan ini adalah membangun benteng pertahanan yang tak tertembus di dalam rumah kita. Jadikanlah rumah tangga kita sebagai madrasah pertama yang menyelamatkan dunia! Didiklah anak-anak kita bukan hanya untuk menjadi pekerja penikmat dunia, tetapi didiklah mereka dengan mentalitas pemenang dan pemimpin!
Lalu, bagaimana langkah nyata kita membangun madrasah keluarga _(ishlahul ‘ailah)_ itu?
*Langkah Pertama,* mulailah dengan merevitalisasi visi dan misi keluarga kita. Jadikan rumah tangga bukan sekadar tempat bernaung atau persinggahan semata, melainkan markas peradaban yang bervisikan akhirat.
*Langkah Kedua,* kembalikan posisi ayah sebagai sang pendidik (muaddib wa murabbi). Hari ini, banyak ayah yang hadir secara fisik namun absen secara pengasuhan. Ayah bukanlah sekadar mesin pencari nafkah, ayah adalah kepala sekolah di madrasah rumah tangganya. Kuatkan fokus pendidikan di dalam rumah pada penanaman adab sebelum ilmu, akhlak sebelum angka-angka di atas rapor, sebagaimana amanat Rasulullah SAW.
*Langkah Ketiga,* bangunlah kesadaran agar kita para orang tua tidak menjadi "orang tua yang durhaka". Ingatlah peringatan keras Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu kepada seorang ayah yang mengeluhkan kenakalan anaknya. Umar menukas tajam, "Engkau telah mendurhakai anakmu sebelum ia mendurhakaimu!" Mengapa? Karena sang ayah tidak memilihkan ibu yang shalihah, tidak memberinya nama yang baik, dan tidak mengajarkannya Kitabullah. Jangan sampai kelak di akhirat, anak-anak kita menuntut kita di hadapan Allah karena kita menjadi ayah yang durhaka akan amanah pengasuhan!
Jika fondasi madrasah keluarga ini telah kokoh, maka patrikanlah ke dalam dada anak-anak kita semangat dakwah Mus'ab bin Umair! Patrikanlah keberanian Khalid bin Walid yang meruntuhkan hegemoni Romawi di Yarmuk pada usia 51 tahun! Patrikanlah ketangguhan Salahuddin Al-Ayyubi yang membebaskan Al-Aqsha di usia 50 tahun! Dan patrikanlah kecerdasan Muhammad Al-Fatih yang menembus tembok Konstantinopel di usia belia, 23 tahun! Patrikan pula keteguhan Asma binti Abu Bakar serta keluhuran Siti Khadijah ke dalam jiwa putri-putri kita! Semangat pembelaan, pertarungan, dan perbaikan adalah ciri-ciri utama pada peradaban yang siap untuk memimpin.
*KHUTBAH 'IDUL FITHRI 1447 H: Madrasah Keluarga, Awal Penyelamatan Tatanan Dunia*
Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Institut Adab Insan Mulia)
⛓️💥 https://widosupraha.com/2026/03/21/khutbah-idul-fitri-1447-h-madrasah-keluarga-awal-penyelamatan-tatanan-dunia/
* *Tadabbur6236Ayat Community*, klik: https://chat.whatsapp.com/IctCE54XvnQ7AsdCVDepFb
* *Kelas Diskusi Tadabbur*, klik: https://chat.whatsapp.com/FomNrLsYHtiK4Tlrb5QWJh
* *Channel Baru* klik: https://whatsapp.com/channel/0029VamYSo09sBIHTWDWUn0E
* *Jadwal Kajian* klik: https://chat.whatsapp.com/LGOXLuh6Q7UEIZ5hXrZpAk
* *Dialog Iman* klik: https://chat.whatsapp.com/IlYy6vHTI9UFlB6jYoS2nz
* *Channel UWS* klik: https://chat.whatsapp.com/D91ZzlmbRGwJ7e3k97rHGu
*KHUTBAH PERTAMA*
اللهُ أَكْبَرُ (×٩)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْدًا لِلْمُؤْمِنِيْنَ، وَخَتَمَ بِهِ شَهْرَ الصِّيَامِ لِلْمُتَّقِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
_Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Walillahilhamd.._
Hadirin jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah,
Sepanjang malam sampai dengan pagi ini, takbir menggema tiada henti. Takbir dengan penuh harap kemenangan itu membelah angkasa, menyatukan lisan umat manusia dari ufuk timur di kepulauan Nusantara hingga ufuk barat di benua Amerika. Gemuruh takbir dari milyaran lisan manusia menciptakan gelombang kosmik yang jauh lebih dahsyat dari putaran bumi itu sendiri. Menggetarkan jiwa, menggetarkan semesta, bahkan menggetarkan ‘Arsy dengan seizin-Nya.
Pagi ini, lebih dari 2 milyar penghuni bumi—seperempat dari total populasi dunia—menundukkan wajahnya, mencium debu dalam sujud kepasrahan. Kita mensyukuri perjuangan meraih kemenangan. Kita menyatakan kegembiraan dalam derma zakat fitrah, menabur kebajikan untuk menciptakan taman kehidupan yang damai dan berkeadilan.
Mari sejenak kita mengambil pelajaran dari sejarah. Sekitar 14 abad yang lalu, seluruh Muslim yang ikut dalam kafilah Haji Wada’ bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada tahun ke-10 Hijriyah hanya berjumlah sekitar 100 ribu hingga 125 ribu jiwa. Jumlah itu tak lebih dari seperseribu total penduduk bumi saat itu. Namun hari ini, perbandingannya adalah satu berbanding empat.
Itu adalah fakta sejarah yang luar biasa! Agama ini terus membesar di tengah badai konspirasi musuh-musuhnya yang tak henti ingin menghancurkannya. Lihatlah bagaimana pasukan Tartar meluluhlantakkan Baghdad pada abad ke-7 Hijriyah; Sungai Tigris menghitam oleh tinta perpustakaan dan memerah oleh darah para ulama. Lihatlah bagaimana pasukan Salib menduduki Al-Aqsha selama hampir satu abad. Lihatlah bagaimana imperialisme Eropa menjajah dunia Islam sejak abad ke-16 hingga pertengahan abad ke-20.
Tapi apakah Islam mati? Tidak! Islam seperti logam mulia; semakin keras ia ditempa, semakin berkilau cahayanya. Itulah fakta yang membenarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
_"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya."_ (Q.S. As-Shaff [61] ayat 8)
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Walillahilhamd..
Makna Peradaban (Tamaddun) menurut Allahu Yarham Syed Muhammad Naquib al-Attas
Читать полностью…
Photo from Wido Supraha
https://us06web.zoom.us/j/5743580427?pwd=bktEU2prb2dXV01RVjlScUpGWGpIQT09
*KULIAH ISLAMISASI SAINS RAMADHAN 1447 H*
*Pusat Studi Islamisasi Sains SPS-UIKA Bogor* bersinergi dengan *SPTI (Sinergi Perguruan Tinggi Indonesia)* menyelenggarakan serangkaian kajian ilmiah yang tersusun sistematis sebagai Panduan Islamisasi Sains dan Kampus.
Selama Ramadhan 1447 Hijriyah, dimulai dengan 3 (tiga) materi pengantar:
1. Urgensi Islamisasi Sains dan Kampus | Prof. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, B.Sc., M.Ed., M.Phil. (Rektor UNIDA Gontor)
2. _Rukyatul Islam lil Wujud (Islamic Worldview)_ | KH. M. Kholid Mushlih, Lc., MA., Ph.D. (Direktur Islamisasi Sains UNIDA Gontor)
3. Konsep Ilmu | Dr. Wido Supraha, M.Si. (Kepala Pusat Studi Islamisasi Sains Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor)
Kuliah akan dilakukan pukul *07.30 s.d. 09.00 WIB,* setiap hari Rabu, tanggal *25 Februari,* 04, 11 Maret 2026. Selepas Ramadhan, akan dilanjutkan dengan serangkaian materi berikutnya.
Kegiatan ini terbuka untuk UMUM, siapapun yang serius untuk melakukan Islamisasi Sains dan Kampus di institusinya masing-masing. Silahkan dapat bergabung sebelum jam 7.30 di link berikut ini:
https://us06web.zoom.us/j/89981619384?pwd=2dN7JUPYBbb7C1yG6tEHX8H9aYnIdw.1
Meeting ID: 899 8161 9384
Passcode: KajianSPTI
Seluruh peserta nanti juga akan diundang di grup WA para peserta, saat ZOOM telah berlangsung.
Demikian undangan ilmiah ini.
Wido Supraha
Pusat Studi Islamisasi Sains
*SPS-UIKA Bogor*
*ppsuika.ac.id*
*INSISTS Saturday Forum*
_Sabtu, 17 Januari 2026,10.00-12.00 WIB_
Gratis dan Terbuka untuk UMUM
Bersama kita bahas urgensi pengembangan pendidikan Islami.
@supraha | t.me/supraha | wa.me/628158912522
Jadwal Khutbah Jum'at 2026
Periode: Juli-Desember
🌐 widosupraha.com
Semoga Allah SWT memberkahi petugas yg menerima kejatuhan jamaah dari lantai atas Masjidil Haram.
Читать полностью…
ℹ️ *Agenda Kajian Offline dan Online UWS*
🗓️ _Sabtu (20/12/2025)_
🆓 GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM
https://widosupraha.com
🕟 *04.30-05.45 WIB:* Kajian Tadabbur Rubu' 44 QS Al-Ma'idah ayat 12 s.d. 26 (Offline di Masjid Al-Husna CGR1 Depok)
📍 https://maps.app.goo.gl/boC2aaTjqamAbqX18
🕖 *07.00-07.30 WIB:* Pengantar Memaknai Bencana dalam Al-Qur'an (Online via ZOOM)
🛜 https://us02web.zoom.us/j/83928804768?pwd=UnN0czFoajdRZEprZkZsajJPYkRBdz09
🕙 *10.00-12.00 WIB:* Pendalaman Memaknai Bencana dalam Al-Qur'an (Offline di INSISTS Jakarta)
📍 https://maps.app.goo.gl/d854PRroDT3p9b8d9
_Semoga budaya ilmu semakin kuat dalam keseharian kita, sahabat._
@supraha | t.me/supraha
📲 *UWS Community:* https://chat.whatsapp.com/Kgg2jHyTxsP5rkDg1KsqlI
🔊Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh🔊
🚨 UNDANGAN SPESIAL UNTUK INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA!🚨
Mari hadir dan ikut serta dalam diskusi mendalam mengenai pendidikan Islam dan ilmu pengetahuan!
📚 MIMBAR INTELEKTUAL
Tema: Tadabbur Al-Qur'an dan Islamisasi Sains: Solusi Atas Tantangan Pendidikan di Setiap Zaman
Pembukaan: Ust. Hendri Tanjung, Ph.D. (Direktur SPs UIKA Bogor)
Pembicara Utama: Dr. Wido Supraha, M.Si (Kepala Pusat Studi Islam SPs UIKA Bogor)
Moderator: Viqri Maulana Fachreza
🗓️ Hari/Tanggal: Jum'at, 7 November 2025
⏰ Pukul: 20.00 WIB - Selesai
📍 Tempat: Zoom Meeting
📌Benefit : Ilmu & E- Sertifikat
Ayo Wujudkan Pendidikan Islam yang Unggul! Tema ini sangat relevan untuk masa depan pendidikan dan peradaban umat. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menimba ilmu dari para pakar!
🔗 Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/81260818327?pwd=E5cPrJOLoRIjhDXRCZgHKwltF0fgFr.1
ID: 812 6081 8327
Passcode: himampai
Yuk, sebarkan undangan ini ke semua rekan, grup, dan kerabat Anda. Setiap ajakan adalah amal jariyah!
📌TERBUKA UNTUK UMUM
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
*General Studium SekolahAdab.ID* | _Ahad, 05 Oktober 2025, 06.50-09.00 WIB_
Bagi Ayah/Bunda yang masih bingung menentukan sekolah bagi Ananda, amanah dari Allah SWT, yuk ikuti Bedah Kurikulum SekolahAdab.ID, Sekolah Berbasis Adab yang telah berdiri sejak 7 tahun yang lalu dan memiliki cabang di beberapa kota (Lampung, Bekasi, Tangerang, Dumai, Payakumbuh, Samarinda, Medan).
Acara ini gratis dan terbuka untuk masyarakat umum, yang memiliki kesungguhan untuk memiliki cara pandang pendidikan yang berikhtiar meraih akreditasi A dari Allah SWT.
Ketersediaan seat dapat dikonfirmasi ke Admin (WA: 087726541098).
🏫 *SekolahAdab.ID | SMPAdab.ID | AdabInsanMulia.org | WakafBareng.ID*
https://us02web.zoom.us/j/83928804768?pwd=UnN0czFoajdRZEprZkZsajJPYkRBdz09
Читать полностью…