isnadnet | Unsorted

Telegram-канал isnadnet - ISNAD

1956

Menyampaikan al-Haqq

Subscribe to a channel

ISNAD

MEMVONIS SESEORANG TANPA HAK ADALAH KEDZOLIMAN

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, Rosūlullōh ﷺ mengutus kami dalam sebuah misi (militer). Pagi-pagi sekali kami menyerbu al-Huraqat dari suku Juhainah. Saya dan seorang laki-laki dari kaum Anshar berhasil mengepung seorang dari mereka. Ketika kami telah mengepungnya, ia berkata, 'Lā ilaha illallāh' (Tidak Ada Tuhan Selain Allōh).

Namun, laki-laki Anshar itu menahannya, sementara aku langsung menikamnya dengan tombakku hingga membunuhnya.

Ketika kami kembali, kabar ini sampai kepada Nabi ﷺ. Beliau berkata, 'Wahai Usamah, apakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan Lā ilaha illallāh?'

Aku berkata, 'Ya, dia mengucapkannya hanya untuk menyelamatkan diri (dari senjata)
Beliau ﷺ bersabda : Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?”

Beliau mengulang-ngulang ucapan tersebut hingga aku berharap seandainya aku masuk Islam hari itu saja.”
__
HR. Muslim : 140

Imam Muslim membuat 1 (satu) bab pada kitab Shahih nya untuk hadits ini "LARANGAN MEMBUNUH ORANG KAFIR SETELAH MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT"

Para ulama menjelaskan diantara nya Imam An-Nawawi rohimahullōh bahwa maksud dari kalimat “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” adalah kita hanya dibebani dengan menyikapi seseorang dari lahiriyahnya dan sesuatu yang keluar dari lisannya. Sedangkan hati, itu bukan urusan kita. Kita tidak punya kemampuan menilai isi hati. Cukup nilailah seseorang dari lisannya saja (lahiriyah saja). Jangan tuntut lainnya.
____
Syarh Shahih Muslim, 2: 90-91

Dalam hadits ini juga Rosūlullōh ﷺ menegaskan pentingnya menjaga hak orang yang mengucapkan kalimat syahadat, dan bahwa hanya Allōh yang mengetahui isi hati seseorang. Tindakan memvonis seseorang tanpa bukti yang jelas adalah sebuah kesalahan besar dan berakibat kedzhaliman yang pasti akan dituntut di yaumul hisab

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

DO'A YANG SERING DIBACA NABI ﷺ SAAT SUJUD

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, bahwasanya Rosūlullōh ﷺ kerapkali dalam sujudnya mengucapkan do'a :


رَبِّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ

Rabbighfir lii dzanbii kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa ākhirahu, wa ‘alāniyatahu wa sirrahu

"Ya Allōh , ampunilah dosaku semuanya, baik yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang tampak maupun yang tersembunyi."
____
HR. Muslim 384

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

`Abdullōh bin Mubārak berkata :

" Pada wajah ahli bid'ah terdapat kegelapan, meskipun ia meminyaki (wajahnya) tiga puluh kali sehari. "
____
Diriwayatkan oleh Al-Lālikā’iy, 1/159

Al-Fudhail bin 'Iyadh berkata:

" Barangsiapa yang mengikuti jenazah seorang ahli bid'ah, maka ia akan terus berada dalam murka Allōh hingga ia kembali."
___
Diriwayatkan oleh Ibnu Battah kitab Al-Ibānah, hal.175.

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

MENDEBAT KEBENARAN

عن الحسن أن رجلا أتاه فقال يا أبا سعيد إني أريد أن أخاصمك

Seseorang datang kepada al-Hasan (al-Bashry rahimahullōh) lalu berkata, "Wahai Abu Sa’id, sesungguhnya saya ingin mendebat Anda."

فقال الحسن  :
إليك عني فإني قد عرفت ديني وإنما يخاصمك الشاك في دينه..!

شرح أصول اعتقاد أهل السنة : 1/128-129

Maka beliau menjawab:

"Enyahlah engkau dariku, sesungguhnya aku memahami agamaku dengan baik, orang yang mau berdebat denganmu hanyalah orang yang meragukan kebenaran agamanya. !"
___
Syarah Ushūl I'tiqōd Ahlus Sunnah, jilid 1 hlm. 128-129

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

BERBANTAH-BANTAHAN, SEBAB KESESATAN


Rosūlullōh ﷺ bersabda :

مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ

" Tidaklah suatu kaum tersesat setelah mendapat petunjuk yang ada pada mereka melainkan karena mereka suka berbantah-bantahan."

Kemudian beliau membaca ayat ini ;

۞ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ

"Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang SUKA BERTENGKAR." (Az Zukhruuf: 58)
__
HR. Tirmidzi ; 3176

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

LAFADZ TAKBIR (MUQOYYAD) SEBAGIAN PARA SALAFUSH SHALIH


١- " الله أكبر ، الله أكبر ، لاإله إلا الله ، والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد "
قال ابن قدامة :
"وهو قول عمر وعلي وابن مسعود وبه قال الثوري وأبو حنيفة وأحمد واسحاق"
[المغني (3/290) ] .
وممن اختار هذا القول :شيخ الإسلام [الفتاوى (24/220) ]
الحافظ ابن رجب [لطائف المعارف (ص364) ]
الشيخ الألباني [تمام المنة (ص356) ] .
الشيخ ابن عثيمين [الشرح الممتع(5/225) ] .

٢- " الله أكبر كبيراً ، الله أكبر كبيرا ، الله أكبر وأجل ، الله أكبر ولله الحمد " ،
رويت عن ابن عباس
روى هذه الصيغة الدارقطني في سننه [(2/25) (1721) وابن أبي شيبة ١/٤٩٠ ..
وصححه الألباني في الإرواء [(3/126)] .

٣- " الله أكبر كبيراً ، والحمد لله كثيراً ، وسبحان الله بكرة وأصيلا "
رواه البيهقي عن الشافعي في معرفة السنن (٥/١٠٩) ، واختارها النووي في الأذكار [الأذكار (ص202) ] .

٤- " الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله ، والله أكبر ، ولله الحمد "
روي عن ابن مسعود ..
[رواه ابن ابي شيبة في مصنفه (2/165)] .

٥- " لا إله إلا الله ، والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد"
قال الشوكاني :
"جاء عن عمر وابن مسعود"
[نيل الأوطار (3/330) ] .

٦- " الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر "
وبه قال ابن عباس و مالك والشافعي .. [المغني (3/290) طبعة دار الهجرة] .

*٧- " الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر كبيراً "*
رواه البيهقي عن سلمان [السنن الكبرى (3/316) ] ،
واختاره ابن حجر [فتح الباري (2/462) ] ،
والشوكاني [نيل الأوطار (3/330) ] .

*٨- " الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد ، الله أكبر وأجل ، الله أكبر على ما هدانا* "
رواه البيهقي عن ابن عباس [السنن الكبرى (3/315) ] ،
وقال الألباني سنده صحيح [الإرواء (3/125) ]


CATATAN
___

1. Berkata Ibnu Qudamah: "Dan ini adalah pendapat Umar, Ali, Ibnu Mas'ud dan pendapat ini juga dikemukakan oleh Ats-Tsauri, Abu Hanifah, Ahmad dan Ishaq" [Al-Mughni (3/290)]. Di antara yang memilih pendapat ini: Syaikhul Islam [Al-Fatawa (24/220)], Al-Hafizh Ibnu Rajab [Latha'if al-Ma'arif (hal. 364)], Syaikh Al-Albani [Tamam al-Minnah (hal. 356)], Syaikh Ibnu Utsaimin [Syarh al-Mumti' (5/225)].

2. Riwayat dari Ibnu Abbas. Riwayat ini diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni dalam Sunannya [(2/25) (1721)] dan Ibnu Abi Syaibah 1/490. Al-Albani mensahihkannya dalam Al-Irwa [(3/126)].

3. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Asy-Syafi'i dalam Ma'rifat as-Sunan (5/109), dan dipilih oleh An-Nawawi dalam Al-Adzkar [Al-Adzkar (hal. 202)].

4. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya (2/165)].

5. Berkata Asy-Syaukani: "Datang dari Umar dan Ibnu Mas'ud" [Nail al-Awthar (3/330)].

6. Dan ini adalah pendapat Ibnu Abbas, Malik, dan Asy-Syafi'i. [Al-Mughni (3/290) cetakan Dar al-Hijrah].

7. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Salman [As-Sunan al-Kubra (3/316)], dan dipilih oleh Ibnu Hajar [Fath al-Bari (2/462)], serta Asy-Syaukani [Nail al-Awthar (3/330)].

8. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas [As-Sunan al-Kubra (3/315)], dan Al-Albani mengatakan sanadnya shahih [Al-Irwa (3/125)].

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

At-Tamayyuz :
/channel/isnadnet/2071

Читать полностью…

ISNAD

LEBIH SELAMAT MENGIKUTI WASIAT NABI ﷺ UNTUK TAAT KEPADA PENGUASA DALAM URUSAN KAUM MUSLIMIN

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

من أطاعني فقد أطاع الله، ومن يعصني فقد عصى الله، ومن يطيع الأمير فقد أطاعني، ومن يعصي الأمير فقد عصاني.

“ Barangsiapa menaatiku, maka ia berarti menaati Allōh. Barangsiapa yang tidak mentaatiku berarti ia tidak menaati Allōh. Barangsiapa yang taat pada pemimpin berarti ia menaatiku. Barangsiapa yang tidak menaati pemimpin berarti ia tidak menaatiku.”
__
Hadits Shahih Imam Bukhari, No 7137 dan Imam Muslim, No. 1835

Telah bercerita kepada kami Musaddad, telah bercerita kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah berkata telah bercerita kepadaku Nafi' dari Ibnu 'Umar radhiallahu'anhuma dari Nabi ﷺ. Dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepadaku Muhammad bin Shobbah, telah bercerita kepada kami Isma'il bin Zakariya' dari 'Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radhiallahu'anhuma dari Nabi ﷺ bersabda, " Mendengar dan taat adalah haq (kewajiban) selama tidak diperintah berbuat maksiat. Apabila diperintah berbuat maksiat maka tidak ada (kewajiban) untuk mendengar dan taat".
_
Hadits Shahih, Imam Bukhori No. 2956

Rosūlullōh ﷺ juga bersabda,

لا طاعة في المعصية، إنما الطاعة في المعروف

“ TIDAK ADA kewajiban ta’at dalam rangka bermaksiat (kepada Allōh). KETAATAN hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat)."
____
Hadits Shahih, Imam Bukhari No. 7257

Dan Nabi ﷺ berwasiat ;

Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.”
____
Hadits Shahih, Imam Bukhari No. 7144

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

https://twitter.com/isnadnet/status/1780084912349184108

Читать полностью…

ISNAD

1 SYAWAL 1445 H

بـــسم الله الرحمن الرحيم

Pemerintah Republik Indonesia resmi mengumumkan 1 Syawal 1445 Hijriah pada hari Rabu (10/4/2024 M) . Penetapan ini diputuskan berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

Sidang isbat penetapan 1 Syawal 1445 Hijriah digelar di kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2024).

Sumber ; RRI & DETIKCOM

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

بسم الله الرحمن الرحيم

SIDANG ISBAT PENETAPAN
1 Syawal 1445 H

Selasa, 29 Ramadhan 1445 H

⏰ Pukul 18.15 WIB
Sidang Isbat

⏰ Pukul 19.05 WIB
Penetapan
1 Syawal 1445 H

📍 di Auditorium HM. Rasjidi Kemenag RI, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

https://twitter.com/isnadnet/status/1777192362361659894

Читать полностью…

ISNAD

PRINSIP AHLUS SUNNAH DALAM URUSAN KAUM MUSLIMIN (RAMADHAN DAN 2 HARI RAYA) BERSAMA PENGUASA NEGERI DAN MAYORITAS MANUSIA

بســــــــــــــــــم الله الرحمن الرحيم

Dari Abū Turōb al-Jāwiy (Bengkulu), ".. yang shohih masing-masing wilayah punya mathla' (tempat melihat ruqyat) sebagaimana hadits ibnu abbas di Riwayat Muslim dan hadits

الصوم يوم يصوم الناس والفطر يوم يفطر الناس

Puasa adalah hari ketika manusia berpuasa, dan idul fitri adalah hari ketika manusia berfitri.
_
HR. At-Tirmidzi no. 697 dari sahabat Abu Hurairah. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi no. 697 dan Syaikh Muqbil menyebutkan hadits ini dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa Fi ash-Shahihain jilid 2 hlm. 331 no. 1398

Berikut fatwa Asy-syaikh Yahyā al-Hajūriy hafidzahullōh ta'ālā  ketika kami tanya tentang puasa arofah, beliau menjawab:

صوم يوم عرفه تـابع لوقوف الحجاج بعرفه

" Puasa hari 'Arofah mengikuti wuquf nya para haji di 'arofah (di Saudi; ed)"

Ketika kami tanya tentang sholat hari raya 'idul adha (juga hari raya lain semisal Ied Fithri ;ed) , beliau tadi pagi menjawab:

المطالع تختلف فعيدوا مع ولي امركم لحديث:

الصوم يوم يصوم الناس والفطر يوم يفطرون والأضحى يوم يضحون

Mathla' (tempat melihat ruqyat) berbeda, maka 'ied-lah kalian bersama waliyyul 'amr karena hadits "Puasa (Ramadhan) adalah pada hari manusia berpuasa dan 'idul fitri adalah pada hari mereka berbuka puasa, dan 'idul adha adalah pada hari mereka menyembelih qurban. -selesai-

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

APAKAH ABU TUROB (BENGKULU) TAWAQQUF PADA FITNAH TN - ABU HAZIM (MAGETAN)

Ditanyakan ke Abu Turob (Bengkulu) pada 28 Jumadil Akhir 1445 H ¹

Bagaimana mauqif mu tentang Abu Hazim (Magetan), beliau menjawab 'Ana sudah selesai ² dengan Abu Hazim'

Catatan :
¹ saat kami berjumpa di Jakarta sepulang Umroh beliau ditahun 1445 H.

² Berlepas diri, meninggalkan abu hazim, tidak ada urusan lagi dengan dia, sudah disampaikan banyak hujjah sejak dulu (berkali-kali) tapi masih keras kepala dengan bid'ah TN nya - - ini adalah maksud dan penjelasan dari lisan Abu Turob dari kata 'selesai' saat kami bertanya ulang maknanya saat itu juga.

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

KESETIAAN PARA SALAFUSH SHALIH PADA KEBENARAN
__
Bag. 1
PENGANTAR

Oleh : Abu Yahya @isnadnet

" Apakah manusia mengira mereka dibiarkan berkata: ‘Kami telah beriman’ se-dangkan mereka tidak diuji? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka agar Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat siapakah orang-orang yang jujur (dalam keimanannya) dan siapa (pula) yang berdusta.” (Al-’Ankabut: 2-3)

Telah sah adanya tazkiyah terhadap 3 (Tiga) kurun generasi terbaik umat ini (para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in). Pujian tersebut sebagai kurun terbaik berdampak tidak ditemukan contoh dari kalangan mereka yang sudah berada di atas jalan yang benar kemudian berpaling dan membela kebatilan.

Tiga Generasi salafush shalih dikenal karena komitmen mereka yang kuat terhadap kebenaran dan keteguhan dalam menjalankan ajaran Islam. Mereka adalah generasi yang sangat dekat dengan Rosūlullōh ﷺ dan menerima langsung atau hampir langsung ajaran Islam dari sumber aslinya.

Namun, jika kita meninjau sejarah secara lebih luas, ada beberapa contoh individu dari mereka pernah "tergelincir" misalnya terlibat dalam fitnah perselisihan atau salah penafsiran dalam isu-isu tertentu. Meskipun demikian, mereka segera menyadari kesalahan mereka dan kembali ke jalan yang benar, atau Allōh memberikan ampunan bagi mereka karena niat mereka yang tulus dan keimanan mereka yang kuat.

Sebagai contoh, beberapa sahabat yang terlibat dalam Perang Jamal atau Perang Shiffin dapat dilihat sebagai mereka yang terlibat dalam perselisihan yang sangat kompleks. Namun, ini bukanlah contoh yang tepat dari membela kebatilan secara sengaja, melainkan lebih kepada perbedaan ijtihad dan pemahaman dalam situasi yang sangat sulit dan penuh fitnah.

Secara keseluruhan, para salafush shalih dikenal karena kesetiaan mereka terhadap kebenaran, dan sangat jarang atau hampir tidak ada contoh di mana seseorang dari generasi ini secara sengaja beralih membela kebatilan setelah berada di atas jalan yang benar. Jika pun ada kesalahan, mereka segera kembali dan memperbaiki diri , menunjukkan keikhlasan dan keteguhan mereka dalam iman.

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

https://x.com/isnadnet/status/1821547151266390367

Читать полностью…

ISNAD

Info lengkap :
Syarat dan Ketentuan

/channel/umrah1446H/12

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TAKBIR MUQOYYAD, DIDAHULUI ISTIGHFAR (SEBAGAIMANA DZIKIR NABI ﷺ SELESAI SALAM PADA SHOLAT WAJIB)

Takbir Muqayyad adalah bertakbir selesai SALAM pada Sholat Wajib (dimulai dari waktu masuk fajar di hari Arafah sampai terbenam matahari di akhir hari tasyrik)

Asy Syaikh Muhammad Sholih al-'Utsaimin rohimahullōh mengajarkan tata caranya ;

Selesai SALAM lanjut membaca ISTIQHFAR (3x) sebagaimana Sunnah Nabi ﷺ selesai salam pada sholat Wajib, lalu membaca :

اللهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، ومنكَ السلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Kemudian bertakbir.

Kedudukan takbir ini seperti tasbih dan tahmid pada dzikir selesai sholat Wajib.
____
Mukhtashar Fatawa

CATATAN;
1. JANGAN terburu-buru membaca takbir selesai salam
2. TIDAK dimulai dengan komando dari Imam sholat, NAMUN dikerjakan sendiri-sendiri

#SifatDzikirNabi
#SifatSholatNabi
#TakbirMuqoyyad

DALIL lengkap dari Nabi ﷺ, atsar para salafush shalih dan fatwa ulama:

/channel/isnadnet/2153
/channel/isnadnet/2152
/channel/isnadnet/529
/channel/isnadnet/2397

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

الله أكبر .. الله أكبر .. الله أكبر ..
لاإله إلا الله والله أكبر
الله أكبر ولله الحمد

" فثابت عن ابن مسعود رضي الله عنه وغيره من السلف ، سواء بتثليث التكبير الأول أو تثنيته.
انظر : "المصنف" لابن أبي شيبة (2/165-168)

Telah tetap bahwa lafadz:

الله أكبر

"Allōhu Akbar" pada takbir Ibnu Mas’ud dan selain nya dari kalangan salaf, boleh dibaca dua kali (2x) atau tiga kali (3x).
_
Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (2/165-168)


TELEGRAM @isnadnet

Arsip :
/channel/isnadnet/1845

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

____
Al-Jama'ah : Penguasa Negeri dan Mayoritas Kaum Mukminin

Читать полностью…

ISNAD

بســــــــــــــــــم الله الرحمن الرحــــــيم

Kapan Hari Arafah..?

- ketika jama'ah haji sedang melakukan wukuf di (padang) arofah

Kapan PUASA Arafah..?
- Ketika yang tidak berhaji mengetahui waktu arafah, maka di sunnahkan untuk berpuasa hari itu

Kapan Berhari Raya Idul Adha..?
- Bersama dengan Penguasa Negeri, WAJIB mengikuti aturan (ketentuan) waktu yang sudah ditetapkan oleh penguasa di masing-masing Negeri karena ini adalah AQIDAH Ahlussunnah Wal Jama'ah yakni ketaatan pada penguasa nya dalam perkara Ma'rūf untuk urusan kaum muslimin, ABAIKAN kelompok (hizb) manapun atau SIAPAPUN makhluk yang mengajak diluar ketetapan penguasa di negeri kaum muslimin.

AHLUSSUNNAH BERHARI RAYA BERSAMA PENGUASA KAUM MUSLIMIN

" Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allōh dan taatilah Rosul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.
_
QS. An-Nisā' : 59

Asy Syaikh Muhammad bin Shōlih al-'Utsaimin rohimahullōh berkata ;

وإذا أُعلِن ثُبُوتُ الشَّهر مِن قِبَلِ الحُكُومةِ بِالرَّاديو أو غَيْرِه وَجَبَ العَمَلُ بِذَلِكَ في دُخُولِ الشَّهرِ وَخُرُوجِهِ في رَمَضَانَ أو غَيْرِه، لِأَنَّ إِعلامَهُ مِنْ قِبَلِ الحُكُومةِ حُجْجَةٌ شَرعِيَّةٌ يَجِبُ العَمَلُ بِهَا.

مجالس شهر رمضان للعثيمين : ٢٢

Dan apabila telah diumumkan masuknya suatu bulan oleh penguasa (pemerintah) melalui radio atau selainnya, maka wajib beramal berdasarkan keputusan tersebut. awal atau selesainya suatu bulan, baik itu bulan Ramadhan atau bulan yang lainnya. Sebab, pengumuman dari pihak pemerintah merupakan hujjah syar'i yang wajib diamalkan."
____
Majālis Syahr Romadhōn hal. 22

#prinsip #aqidah #ahlussunnah #arafah #haji #ramadhan #idulfithri #iduladha #pemerintah #penguasa

TELEGRAM @isnadnet

Arsip :
/channel/isnadnet/1445
/channel/isnadnet/2233
/channel/isnadnet/2238

Читать полностью…

ISNAD

JIKA TAUHID BENAR

Ibnul Qoyyim rahimahullōh berkata :

TAUHID akan membukakan untuk seorang HAMBA pintu kebaikan, kesenangan, kenikmatan, kebahagian serta kegembiraan
__
Zādul Ma'ād 186/4

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

AHLUSSUNNAH MEMULAI PUASA RAMADHAN DAN MENGAKHIRI-NYA  BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGUASA

Asy Syaikh Muhammad bin Shōlih al-Utsaimin rohimahullōh berkata ;

وإذا أُعلِن ثُبُوتُ الشَّهر مِن قِبَلِ الحُكُومةِ بِالرَّاديو أو غَيْرِه وَجَبَ العَمَلُ بِذَلِكَ في دُخُولِ الشَّهرِ وَخُرُوجِهِ في رَمَضَانَ أو غَيْرِه، لِأَنَّ إِعلامَهُ مِنْ قِبَلِ الحُكُومةِ حُجْجَةٌ شَرعِيَّةٌ يَجِبُ العَمَلُ بِهَا.

مجالس شهر رمضان للعثيمين : ٢٢

Dan apabila telah diumumkan masuknya suatu bulan oleh penguasa (pemerintah) melalui radio atau selainnya, maka wajib beramal berdasarkan keputusan tersebut. awal atau selesainya suatu bulan, baik itu bulan Ramadhan atau bulan yang lainnya. Sebab, pengumuman dari pihak pemerintah merupakan hujjah syar'i yang wajib diamalkan."
____
Majālis Syahr Romadhōn hal. 22

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

PERBEDAAN KEGEMBIRAAN DI HARI 'IDUL FITHRI:
Pengampunan Dosa dan Pembebasan dari Kewajiban


Asy Syaikh al-'Utsaimin rohimahullōh berkata:

Orang yang diberi taufik merasa gembira dengan adanya hari raya 'Idul fithri, karena ia telah terbebas dari dosa-dosa, dimana dosa-dosanya yang telah lalu telah diampuni.
Dan orang yang lalai pun merasa gembira dengan hari raya' idul fithri, karena dia telah terbebas dari kewajiban berpuasa yang padanya dia merasakan sesuatu yang menyusahkan dan memberatkan. Nyatalah perbedaan dari dua kegembiraan tersebut.

__
Syarhul Mumti': 5/108

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

Baca :

CARA MENYELAMATKAN DIRI DARI SYUBUHAT PENGIKUT HAWA NAFSU


Link Arsip :
/channel/isnadnet/1590

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

NABI ﷺ LEBIH BANYAK BERPUASA 29 HARI

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' dari Ibnu Abu Zaidah, dari Isa bin Dinar dari ayahnya, dari 'Amr bin Al Harits bin Abu Dhirar dari Ibnu Mas'ud, ia berkata, sungguh kami berpuasa bersama Nabi ﷺ dua puluh sembilan hari lebih sering daripada kami berpuasa bersamanya tiga puluh hari.
__
HR. Abu Daud :1977



TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…
Subscribe to a channel