isnadnet | Unsorted

Telegram-канал isnadnet - ISNAD

1956

Menyampaikan al-Haqq

Subscribe to a channel

ISNAD

Soal ;

Bismillah
Mengapa seorang guru (ustadz) ketika ditulis hanya menyebut namanya saja di ISNAD, padahal adalah adab memanggil nya dengan sebutan yang pantas, seperti Ustadz Abu Turob atau Syaikh Abu Turob

Jawab ;
Pertanyaan diatas bukan kali pertama kami ditanya dan bukan pula yang menjadikan kami berdiam bahkan ada banyak kesempatan kami mengajukan pertanyaan itu ke beliau (Abu Turob) saat mukim di Markiz Bengkulu atau bertemu diluar saat safar.

Silahkan rujuk pada tautan ;
/channel/isnadnet/2170

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم


⚠️ CHANNEL ISNAD SEJAK DULU BERUSAHA TIDAK MENAMPILKAN / MENGAMBIL PENDAPAT ORANG YANG BERPENYAKIT ATAU BERMASALAH DAN PERJANJIAN/KESEPAKATAN BATHIL

KAMI HANYA MENGAMBIL/MENAMPILKAN ILMU DAN UCAPAN DARI ORANG YG KAMI ANGGAP TSIQOH SEBAGAIMANA PARA SALAF KAMI MENGAMBIL ILMU AGAMA.

Walhamdulillaah

Admin ISNAD
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

🔻Catatan ;
Jika ada tulisan kami di channel ISNAD menyelesihi aqidah dan prinsip salaf, silahkan hubungi admin akun @binadam atau WhatsApp/Telegram +966548214886

Читать полностью…

ISNAD

CARA NABI ﷺ "MERAYAKAN MAULID NYA"

Nabi Muhammad ﷺ berpuasa pada hari Senin karena hari tersebut memiliki keutamaan yang istimewa, di antaranya adalah karena hari Senin merupakan hari kelahirannya dan hari dimana amal perbuatan manusia diangkat ke langit.

Berikut adalah dalil yang dijadikan landasan oleh para ulama:

1. Hadis dari Abu Qatadah al-Anshari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ tentang puasa hari Senin, beliau bersabda, 'Pada hari itu aku dilahirkan, dan pada hari itu pula aku diutus (atau diturunkan al-Qur'an kepadaku).'"
_____
HR. Muslim no. 1162

2. Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Amal-amal perbuatan diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis. Aku ingin ketika amalanku diperlihatkan, aku dalam keadaan berpuasa."
__
HR. Tirmidzi no. 747 dan An-Nasa'i no. 2360, disahihkan oleh Al-Albani

Dari kedua hadis ini, para ulama menyimpulkan bahwa puasa pada hari Senin dianjurkan karena keutamaan hari tersebut, baik karena kelahiran Nabi ﷺ maupun sebagai hari di mana amalan kebaikan diangkat kepada Allōh subhanahu wa ta'ala

Wallōhu a'lam

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم

Ditanyakan ke Abu Turob (Bengkulu) ;

Soal ;

Apakah Asy Syaikh Syu'aib al-Arnauth termasuk ulama (muhaddits) Ahlissunnah? Beraqidah Salafiy ?

Jawab ;
Bukan termasuk, Hanafi madzhab nya, Asy'ari aqidah nya, Mubantol (kesehariannya bercelana panjang ketat menyerupai orang kafir, ed) dan cukur jenggot. Demikian berita yang sampai ke kita -selesai-

Ditanya 11 Robi'ul Awwal 1446H

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

فابدأ بِنَفسِكَ فانهَها عَن غَيِّها

Maka mulailah dengan dirimu sendiri, cegahlah ia dari kesesatannya.

فَإِذا اِنتَهَت عَنهُ فأنتَ حَكيمُ

Jika ia berhenti dari kesesatannya, maka engkau adalah orang yang bijaksana.

فَهُناكَ يُقبَلُ ما تَقولُ وَيَهتَدي
Pada saat itu, apa yang engkau katakan akan diterima dan dijadikan petunjuk.

بِالقَولِ منك وَينفَعُ التعليمُ
Dengan ucapanmu, dan pengajaranmu akan bermanfaat.

لا تَنهَ عَن خُلُقٍ وَتأتيَ مِثلَهُ

Janganlah melarang sesuatu, sementara engkau melakukannya.

عارٌ عَلَيكَ إِذا فعلتَ عَظيمُ

Sungguh cela besar bagimu jika engkau melakukannya.

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

NASEHAT TUK ABU JARKONI

Bicara memang mudah, seiring gerak lidah yang tak kaku, lentur dan tanpa tulang. Kata-kata meluncur begitu saja, ringan diucapkan tetapi sering kali tak sejalan dengan tindakan.

Mudah memberi petuah, namun sulit menepatinya. Mengajak pada kebaikan, tetapi tak selalu melakukannya sendiri.

Mengutuk keburukan, namun terkadang justru terjebak di dalamnya. Betapa mudahnya mengeluarkan kata-kata, namun sejatinya tindakanlah yang menjadi cerminan sebenarnya dari diri kita.

Na'am Lidah memang tak bertulang, namun amanah pada ucapan tak semestinya serapuh itu.

Ingat lah, Robb mu berkata (artinya) :

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” 
_
_
Al-Baqarah: 44

dan Robb mu juga berkata (artinya):

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allōh bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
___
Ash-Shaf: 2-3

Cat :
Sudah menjadi pengertian bersama bahwa istilah JARKONI diambil dari kalimat "Ngajari Ora Nglakoni" Memberi pengajaran kepada orang-orang seperti seorang Kyai/Ustadz/Syaikh namun dia sendiri melanggar nasehat-nasehatnya.

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

MEMVONIS SESEORANG TANPA HAK ADALAH KEDZOLIMAN

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, Rosūlullōh ﷺ mengutus kami dalam sebuah misi (militer). Pagi-pagi sekali kami menyerbu al-Huraqat dari suku Juhainah. Saya dan seorang laki-laki dari kaum Anshar berhasil mengepung seorang dari mereka. Ketika kami telah mengepungnya, ia berkata, 'Lā ilaha illallāh' (Tidak Ada Tuhan Selain Allōh).

Namun, laki-laki Anshar itu menahannya, sementara aku langsung menikamnya dengan tombakku hingga membunuhnya.

Ketika kami kembali, kabar ini sampai kepada Nabi ﷺ. Beliau berkata, 'Wahai Usamah, apakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan Lā ilaha illallāh?'

Aku berkata, 'Ya, dia mengucapkannya hanya untuk menyelamatkan diri (dari senjata)
Beliau ﷺ bersabda : Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?”

Beliau mengulang-ngulang ucapan tersebut hingga aku berharap seandainya aku masuk Islam hari itu saja.”
__
HR. Muslim : 140

Imam Muslim membuat 1 (satu) bab pada kitab Shahih nya untuk hadits ini "LARANGAN MEMBUNUH ORANG KAFIR SETELAH MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT"

Para ulama menjelaskan diantara nya Imam An-Nawawi rohimahullōh bahwa maksud dari kalimat “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” adalah kita hanya dibebani dengan menyikapi seseorang dari lahiriyahnya dan sesuatu yang keluar dari lisannya. Sedangkan hati, itu bukan urusan kita. Kita tidak punya kemampuan menilai isi hati. Cukup nilailah seseorang dari lisannya saja (lahiriyah saja). Jangan tuntut lainnya.
____
Syarh Shahih Muslim, 2: 90-91

Dalam hadits ini juga Rosūlullōh ﷺ menegaskan pentingnya menjaga hak orang yang mengucapkan kalimat syahadat, dan bahwa hanya Allōh yang mengetahui isi hati seseorang. Tindakan memvonis seseorang tanpa bukti yang jelas adalah sebuah kesalahan besar dan berakibat kedzhaliman yang pasti akan dituntut di yaumul hisab

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

DO'A YANG SERING DIBACA NABI ﷺ SAAT SUJUD

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, bahwasanya Rosūlullōh ﷺ kerapkali dalam sujudnya mengucapkan do'a :


رَبِّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ

Rabbighfir lii dzanbii kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa ākhirahu, wa ‘alāniyatahu wa sirrahu

"Ya Allōh , ampunilah dosaku semuanya, baik yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang tampak maupun yang tersembunyi."
____
HR. Muslim 384

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

`Abdullōh bin Mubārak berkata :

" Pada wajah ahli bid'ah terdapat kegelapan, meskipun ia meminyaki (wajahnya) tiga puluh kali sehari. "
____
Diriwayatkan oleh Al-Lālikā’iy, 1/159

Al-Fudhail bin 'Iyadh berkata:

" Barangsiapa yang mengikuti jenazah seorang ahli bid'ah, maka ia akan terus berada dalam murka Allōh hingga ia kembali."
___
Diriwayatkan oleh Ibnu Battah kitab Al-Ibānah, hal.175.

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

MENDEBAT KEBENARAN

عن الحسن أن رجلا أتاه فقال يا أبا سعيد إني أريد أن أخاصمك

Seseorang datang kepada al-Hasan (al-Bashry rahimahullōh) lalu berkata, "Wahai Abu Sa’id, sesungguhnya saya ingin mendebat Anda."

فقال الحسن  :
إليك عني فإني قد عرفت ديني وإنما يخاصمك الشاك في دينه..!

شرح أصول اعتقاد أهل السنة : 1/128-129

Maka beliau menjawab:

"Enyahlah engkau dariku, sesungguhnya aku memahami agamaku dengan baik, orang yang mau berdebat denganmu hanyalah orang yang meragukan kebenaran agamanya. !"
___
Syarah Ushūl I'tiqōd Ahlus Sunnah, jilid 1 hlm. 128-129

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

BERBANTAH-BANTAHAN, SEBAB KESESATAN


Rosūlullōh ﷺ bersabda :

مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ

" Tidaklah suatu kaum tersesat setelah mendapat petunjuk yang ada pada mereka melainkan karena mereka suka berbantah-bantahan."

Kemudian beliau membaca ayat ini ;

۞ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ

"Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang SUKA BERTENGKAR." (Az Zukhruuf: 58)
__
HR. Tirmidzi ; 3176

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

LAFADZ TAKBIR (MUQOYYAD) SEBAGIAN PARA SALAFUSH SHALIH


١- " الله أكبر ، الله أكبر ، لاإله إلا الله ، والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد "
قال ابن قدامة :
"وهو قول عمر وعلي وابن مسعود وبه قال الثوري وأبو حنيفة وأحمد واسحاق"
[المغني (3/290) ] .
وممن اختار هذا القول :شيخ الإسلام [الفتاوى (24/220) ]
الحافظ ابن رجب [لطائف المعارف (ص364) ]
الشيخ الألباني [تمام المنة (ص356) ] .
الشيخ ابن عثيمين [الشرح الممتع(5/225) ] .

٢- " الله أكبر كبيراً ، الله أكبر كبيرا ، الله أكبر وأجل ، الله أكبر ولله الحمد " ،
رويت عن ابن عباس
روى هذه الصيغة الدارقطني في سننه [(2/25) (1721) وابن أبي شيبة ١/٤٩٠ ..
وصححه الألباني في الإرواء [(3/126)] .

٣- " الله أكبر كبيراً ، والحمد لله كثيراً ، وسبحان الله بكرة وأصيلا "
رواه البيهقي عن الشافعي في معرفة السنن (٥/١٠٩) ، واختارها النووي في الأذكار [الأذكار (ص202) ] .

٤- " الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله ، والله أكبر ، ولله الحمد "
روي عن ابن مسعود ..
[رواه ابن ابي شيبة في مصنفه (2/165)] .

٥- " لا إله إلا الله ، والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد"
قال الشوكاني :
"جاء عن عمر وابن مسعود"
[نيل الأوطار (3/330) ] .

٦- " الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر "
وبه قال ابن عباس و مالك والشافعي .. [المغني (3/290) طبعة دار الهجرة] .

*٧- " الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر كبيراً "*
رواه البيهقي عن سلمان [السنن الكبرى (3/316) ] ،
واختاره ابن حجر [فتح الباري (2/462) ] ،
والشوكاني [نيل الأوطار (3/330) ] .

*٨- " الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد ، الله أكبر وأجل ، الله أكبر على ما هدانا* "
رواه البيهقي عن ابن عباس [السنن الكبرى (3/315) ] ،
وقال الألباني سنده صحيح [الإرواء (3/125) ]


CATATAN
___

1. Berkata Ibnu Qudamah: "Dan ini adalah pendapat Umar, Ali, Ibnu Mas'ud dan pendapat ini juga dikemukakan oleh Ats-Tsauri, Abu Hanifah, Ahmad dan Ishaq" [Al-Mughni (3/290)]. Di antara yang memilih pendapat ini: Syaikhul Islam [Al-Fatawa (24/220)], Al-Hafizh Ibnu Rajab [Latha'if al-Ma'arif (hal. 364)], Syaikh Al-Albani [Tamam al-Minnah (hal. 356)], Syaikh Ibnu Utsaimin [Syarh al-Mumti' (5/225)].

2. Riwayat dari Ibnu Abbas. Riwayat ini diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni dalam Sunannya [(2/25) (1721)] dan Ibnu Abi Syaibah 1/490. Al-Albani mensahihkannya dalam Al-Irwa [(3/126)].

3. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Asy-Syafi'i dalam Ma'rifat as-Sunan (5/109), dan dipilih oleh An-Nawawi dalam Al-Adzkar [Al-Adzkar (hal. 202)].

4. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya (2/165)].

5. Berkata Asy-Syaukani: "Datang dari Umar dan Ibnu Mas'ud" [Nail al-Awthar (3/330)].

6. Dan ini adalah pendapat Ibnu Abbas, Malik, dan Asy-Syafi'i. [Al-Mughni (3/290) cetakan Dar al-Hijrah].

7. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Salman [As-Sunan al-Kubra (3/316)], dan dipilih oleh Ibnu Hajar [Fath al-Bari (2/462)], serta Asy-Syaukani [Nail al-Awthar (3/330)].

8. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas [As-Sunan al-Kubra (3/315)], dan Al-Albani mengatakan sanadnya shahih [Al-Irwa (3/125)].

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

At-Tamayyuz :
/channel/isnadnet/2071

Читать полностью…

ISNAD

PUJI DI AWAL, CELA DI AKHIR: KETIDAKTEGUHAN DALAM MENILAI KEBENARAN

Oleh ; Abu Yahya as-Samarindy

Dalam keseharian, kita sering menemukan fenomena di mana seseorang dipuji dengan begitu tinggi pada awalnya, namun seiring berjalannya waktu, orang yang sama kemudian dicela dan dijatuhkan. Perubahan sikap yang drastis ini bukan hanya sekadar hasil dari perbedaan pandangan, melainkan cerminan dari ketidakteguhan dalam menilai kebenaran.

Fenomena ini adalah contoh nyata dari sifat talawwun, yaitu sifat yang berubah-ubah seperti bunglon, yang tidak memiliki pendirian yang kuat dan mudah terpengaruh oleh hawa nafsu dan keadaan alias bermuka dua.

Sifat plin-plan seperti ini adalah musuh utama istiqamah. Ketika seseorang tidak memiliki keteguhan dalam memegang prinsip yang benar, ia akan mudah terombang-ambing oleh bisikan dan pengaruh dari orang lain. Pada akhirnya, mereka yang dulunya dipuji karena sejalan dengan keinginan atau kepentingan tertentu, kemudian dicela ketika tidak lagi dianggap sesuai dengan hawa nafsu mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik urusan adalah yang tengah-tengah (istiqamah)."

Keteguhan adalah kunci agar kita tidak terjerumus dalam sikap mudah berubah-ubah seperti ini.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata, "Di antara tanda kejujuran seorang mukmin adalah bahwa dia konsisten dalam agamanya dan tidak berubah-ubah (mutalawwin) dalam agamanya." Keteguhan dalam prinsip adalah cerminan dari hati yang jujur, sementara sifat mutalawwin menandakan kurangnya kepercayaan dan keyakinan dalam kebenaran.

Lebih jauh lagi, Islam mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam memuji maupun mencela seseorang. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengingatkan, "Sesungguhnya orang yang paling aku benci adalah orang yang suka mencari muka, mudah memuji di hadapan orang lain, namun ketika di belakang ia justru mencelanya."

Sifat ini mengarah pada konflik batin, di mana pujian yang diberikan hanya untuk menyesuaikan diri atau mencari keuntungan duniawi, sementara hati tidak konsisten.

Perpecahan dan perselisihan yang terjadi akibat ketidakteguhan ini juga membawa bahaya besar.

Ibnu Mas'ud juga berkata, "Perselisihan itu adalah keburukan." Ketika kita mudah berselisih dan berpindah-pindah pandangan hanya karena hawa nafsu, kita membuka pintu fitnah dan menimbulkan perpecahan di tengah umat.

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk istiqamah dan konsisten dalam menjalankan ajaran agama, serta berusaha untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran, meskipun hal itu mungkin terasa sulit.

Untuk menjaga diri dari sifat bunglon dan plin-plan dan bermuka dua, kita juga diajarkan untuk hanya mengambil berita dari orang-orang yang terpercaya.

Imam Malik rahimahullah pernah berkata, "Ketahuilah bahwa tidak semua yang kamu dengar layak untuk dipercayai. Ambillah ilmu dan berita dari orang yang benar dan dapat dipercaya."

Ini adalah prinsip dasar dalam menjaga kemurnian keyakinan dan kejelasan pandangan, sehingga kita tidak terpengaruh oleh berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya (berubah-ubah)

Dengan demikian, sifat mutalawwin (plin-plan) bukan hanya sekadar kelemahan pribadi seseorang, melainkan penyakit yang bisa merusak hubungan sosial dan memecah belah umat. Pujian yang disertai celaan di belakang hanya menunjukkan ketidakmurnian hati dan ketidakteguhan dalam memegang prinsip. Sebaliknya, istiqamah, keteguhan dalam memegang kebenaran, serta menghindari perselisihan dan berita yang tidak terpercaya adalah jalan untuk menjaga persatuan diatas alhaqq dan ketenangan dalam bermanhaj.

Walloohu a'lam

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

PARA SHAHABAT NABI ﷺ ADALAH MANUSIA YANG MENJAUHI TAKALLUF

Oleh: Abu Yahya as-Samarindy

بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ

Artinya ; “Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikit pun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang takalluf.”
____
Qs. Shad: 86

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْـَٔاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا

Artinya: "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allōh dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allōh ."
_____
Qs. Al-Ahzab ; 21

Ayat diatas menegaskan pentingnya meneladani Rasulullah ﷺ dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk hidup sederhana, bersikap seimbang, dan menjauhi sikap berlebihan.

APA ITU TAKALLUF

Kata takalluf (تَكَلُّف) berasal dari kata bahasa arab ka-la-fa (كَلَفَ), yang bermakna "membebani" atau "memaksakan".

(takallafa - تَكَلَّفَ) – "dia memaksakan dirinya" atau "dia berpura-pura".

(takalluf - تَكَلُّف) – "pemaksaan diri" atau "berpura-pura".

Jadi takalluf ini merujuk pada sikap seseorang yang bersusah payah atau memaksakan diri untuk mencapai sesuatu yang di luar kemampuannya atau tidak sesuai dengan keadaan aslinya..

MEREKA GENERASI YANG MENJAUHI SIKAP TAKALLUF

Sahabat-sahabat Nabi ﷺ dikenal dengan sikap rendah hati dan kesederhanaannya. Mereka tidak suka menonjolkan diri atau berbuat sesuatu yang berlebihan untuk menarik perhatian orang lain.

Nabi ﷺ sendiri pernah berkata ;

Kami adalah umat yang tidak mengenal takalluf
__
HR. Ahmad dan Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad

Dalam hal ini, para sahabat mengikuti teladan Rasulullah ﷺ yang tidak suka berpura-pura atau mempersulit diri.

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كُنَّا عِنْدَ عُمَرَ فَقَالَ نُهِينَا عَنْ التَّكَلُّفِ

Telah diriwayatkan dari 'Umar Radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata: "Kami dilarang untuk memaksakan diri (takalluf)."
___
HR. Bukhori 6749

Demikian juga sahabat Nabi ﷺ seperti 'Abdullah bin Mas'ud rodhiyAllōhu 'anhuma menekankan agar seseorang beribadah sesuai kemampuan tanpa memaksakan diri.

Ketika beliau melihat beberapa orang memaksakan diri dalam ibadah, dia menasihati mereka agar mengikuti cara Nabi ﷺ, yaitu bersikap seimbang dalam beribadah tanpa mempersulit diri.

Salah satu hadis menyebutkan:

Binasa orang-orang yang berlebih-lebihan.
_
HR. Muslim

Ini menunjukkan bahwa takalluf dalam ibadah tidak dianjurkan, dan para sahabat sangat menjauhi sikap ini.

Para sahabat juga sangat berhati-hati dalam berbicara, tidak berlebihan dalam berbicara untuk menonjolkan diri.

'Utsman bin Affan rodhiyAllohu 'anhu, misalnya, adalah sosok yang sangat pemalu dan tidak pernah berpura-pura dalam tindakannya.

Sahabat lain seperti Abu Bakar rodhiyAllohu' anhu juga dikenal sebagai pribadi yang sangat tulus dan rendah hati.

Para sahabat juga sangat nampak tidak membebani diri mereka dalam urusan duniawi. Mereka menerima takdir dengan lapang dada dan menjalani kehidupan apa adanya, tanpa berpura-pura memiliki apa yang tidak mereka miliki.

Walhasil, takalluf sangat dihindari oleh para sahabat Nabi ﷺ karena mereka memahami bahwa Islam menuntut ketulusan dan kejujuran, baik dalam hal ibadah, perkataan, maupun perbuatan.

Al- Imam Ibnul Qoyyim berkata :

Para sahabat adalah orang yang paling baik hatinya, dalam ilmunya, paling sedikit takallufnya, dibanding dengan yang lain, (padahal) mereka paling dekat dengan kebenaran.

Walloohu a'lam

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

WASPADA PERANGKAP SYAITHON PADA LIVE STREAMING KHUSUS AKHWAT

Oleh ; Abu Yahya As-Samarindy

Dalam era digital yang semakin maju ini, banyak dari kita, khususnya para akhwat, terjebak dalam TREN yang seolah-olah terlihat tidak berbahaya, namun sebenarnya menyimpan perangkap yang sangat berbahaya. Salah satunya adalah fenomena live streaming. Tanpa disadari, live streaming sering kali menjadi medium bagi para syaithon untuk menjerumuskan hamba-hamba Allōh ke dalam kelalaian, perbuatan sia-sia, bahkan dosa.

Syaithon sangat cerdas dalam memanfaatkan celah ini. Apa yang dimulai sebagai niat baik, seperti berbagi ilmu atau pengalaman, bisa berubah menjadi ajang untuk menarik perhatian dan pujian dari orang lain. Tidak sedikit yang terjebak dalam pencarian validasi sosial melalui like, komentar, atau jumlah penonton, yang pada akhirnya menjerumuskan hati dalam riya (pamer) dan takabbur (sombong).

Lebih berbahaya lagi, live streaming juga sering menjadi sasaran para pria yang berniat buruk. Mereka akan mencari kesempatan untuk mengumpulkan informasi pribadi, seperti nomor kontak, atau mencoba memulai percakapan pribadi melalui chat. Dengan dalih ingin mengenal lebih jauh atau memberi dukungan, mereka bisa saja memancing ke arah obrolan yang tidak pantas atau membuka celah fitnah yang lebih besar. Dalam banyak kasus, interaksi semacam ini dapat berujung pada kejahatan online atau pelecehan secara verbal yang tidak diinginkan.

Syaithon juga membisikkan rasa aman yang palsu, seakan-akan tampil di dunia maya tidak memiliki dampak nyata di dunia akhirat. Padahal, segala perbuatan kita, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allōh Subhanahu wa Ta'ala.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para akhwat untuk selalu berhati-hati, memperkuat niat, dan memikirkan dampak dari setiap langkah yang diambil di dunia digital ini. Jangan biarkan syaithon menjadikan platform live streaming sebagai jalan untuk menggoyahkan keimanan kita atau meruntuhkan kehormatan diri. Tetaplah istiqomah dalam menjaga diri dan kehormatan, serta selalu ingat bahwa ridha Allōh lebih utama dari segala pujian manusia.

Semoga kita semua senantiasa diberikan petunjuk dan perlindungan dari segala tipu daya syaithon.

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

Berkata Abul Aswad ad-Duali (Tabi'in) dalam bait-bait syair nya :

يا أَيُّها الرَجُلُ المُعَلِّمُ غَيرَهُ

Wahai orang yang mengajarkan orang lain,

هَلا لِنَفسِكَ كانَ ذا التَعليمُ

Mengapa tidak untuk dirimu sendiri engkau berikan pengajaran itu?

تَصِفُ الدَّواءَ لِذي السَّقامِ وَذي الضَّنا
Engkau meresepkan obat untuk yang sakit dan yang lemah,

كيما يَصحّ بِهِ وَأَنتَ سَقيمُ
Agar ia sembuh dengan obat itu, sementara engkau sendiri sakit.

وَتَراكَ تُصلِحُ بالرشادِ عُقولَنا

Dan engkau terlihat memperbaiki pikiran kami dengan petunjuk,

أَبَداً وَأَنتَ مِن الرَّشادِ عَديمُ
Namun, engkau sendiri tidak memiliki petunjuk itu.

..... Bersambung

Читать полностью…

ISNAD

JAGO DEBAT TANDA SEORANG SALAFI ?

Telah shahih dari Ad-Daruquthni rohimahullōh bahwa ia berkata:

مَا شَيْءٌ أَبغضُ إِلَيَّ مِنْ عِلمِ الكَلاَمِ

" Tidak ada sesuatu yang paling Aku benci dari ilmu kalam. "

Imam Adz-Dzahabi rohimahullōh mengomentari nya ;

" Beliau (Ad-Daruquthni) sama sekali tidak pernah menyentuh ilmu kalam dan tidak pula ilmu jidal (perdebatan), dan tidak pula mendalaminya. Namun Beliau adalah seorang SALAFI (pengikut manhaj salaf)."
_____
Siyar A'lam an-Nubalā: 16:457

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

APAKAH ABU TUROB (BENGKULU) TAWAQQUF PADA FITNAH TN - ABU HAZIM (MAGETAN)

Ditanyakan ke Abu Turob (Bengkulu) pada 28 Jumadil Akhir 1445 H ¹

Bagaimana mauqif mu tentang Abu Hazim (Magetan), beliau menjawab 'Ana sudah selesai ² dengan Abu Hazim'

Catatan :
¹ saat kami berjumpa di Jakarta sepulang Umroh beliau ditahun 1445 H.

² Berlepas diri, meninggalkan abu hazim, tidak ada urusan lagi dengan dia, sudah disampaikan banyak hujjah sejak dulu (berkali-kali) tapi masih keras kepala dengan bid'ah TN nya - - ini adalah maksud dan penjelasan dari lisan Abu Turob dari kata 'selesai' saat kami bertanya ulang maknanya saat itu juga.

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

KESETIAAN PARA SALAFUSH SHALIH PADA KEBENARAN
__
Bag. 1
PENGANTAR

Oleh : Abu Yahya @isnadnet

" Apakah manusia mengira mereka dibiarkan berkata: ‘Kami telah beriman’ se-dangkan mereka tidak diuji? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka agar Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat siapakah orang-orang yang jujur (dalam keimanannya) dan siapa (pula) yang berdusta.” (Al-’Ankabut: 2-3)

Telah sah adanya tazkiyah terhadap 3 (Tiga) kurun generasi terbaik umat ini (para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in). Pujian tersebut sebagai kurun terbaik berdampak tidak ditemukan contoh dari kalangan mereka yang sudah berada di atas jalan yang benar kemudian berpaling dan membela kebatilan.

Tiga Generasi salafush shalih dikenal karena komitmen mereka yang kuat terhadap kebenaran dan keteguhan dalam menjalankan ajaran Islam. Mereka adalah generasi yang sangat dekat dengan Rosūlullōh ﷺ dan menerima langsung atau hampir langsung ajaran Islam dari sumber aslinya.

Namun, jika kita meninjau sejarah secara lebih luas, ada beberapa contoh individu dari mereka pernah "tergelincir" misalnya terlibat dalam fitnah perselisihan atau salah penafsiran dalam isu-isu tertentu. Meskipun demikian, mereka segera menyadari kesalahan mereka dan kembali ke jalan yang benar, atau Allōh memberikan ampunan bagi mereka karena niat mereka yang tulus dan keimanan mereka yang kuat.

Sebagai contoh, beberapa sahabat yang terlibat dalam Perang Jamal atau Perang Shiffin dapat dilihat sebagai mereka yang terlibat dalam perselisihan yang sangat kompleks. Namun, ini bukanlah contoh yang tepat dari membela kebatilan secara sengaja, melainkan lebih kepada perbedaan ijtihad dan pemahaman dalam situasi yang sangat sulit dan penuh fitnah.

Secara keseluruhan, para salafush shalih dikenal karena kesetiaan mereka terhadap kebenaran, dan sangat jarang atau hampir tidak ada contoh di mana seseorang dari generasi ini secara sengaja beralih membela kebatilan setelah berada di atas jalan yang benar. Jika pun ada kesalahan, mereka segera kembali dan memperbaiki diri , menunjukkan keikhlasan dan keteguhan mereka dalam iman.

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

https://x.com/isnadnet/status/1821547151266390367

Читать полностью…

ISNAD

Info lengkap :
Syarat dan Ketentuan

/channel/umrah1446H/12

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

TAKBIR MUQOYYAD, DIDAHULUI ISTIGHFAR (SEBAGAIMANA DZIKIR NABI ﷺ SELESAI SALAM PADA SHOLAT WAJIB)

Takbir Muqayyad adalah bertakbir selesai SALAM pada Sholat Wajib (dimulai dari waktu masuk fajar di hari Arafah sampai terbenam matahari di akhir hari tasyrik)

Asy Syaikh Muhammad Sholih al-'Utsaimin rohimahullōh mengajarkan tata caranya ;

Selesai SALAM lanjut membaca ISTIQHFAR (3x) sebagaimana Sunnah Nabi ﷺ selesai salam pada sholat Wajib, lalu membaca :

اللهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، ومنكَ السلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Kemudian bertakbir.

Kedudukan takbir ini seperti tasbih dan tahmid pada dzikir selesai sholat Wajib.
____
Mukhtashar Fatawa

CATATAN;
1. JANGAN terburu-buru membaca takbir selesai salam
2. TIDAK dimulai dengan komando dari Imam sholat, NAMUN dikerjakan sendiri-sendiri

#SifatDzikirNabi
#SifatSholatNabi
#TakbirMuqoyyad

DALIL lengkap dari Nabi ﷺ, atsar para salafush shalih dan fatwa ulama:

/channel/isnadnet/2153
/channel/isnadnet/2152
/channel/isnadnet/529
/channel/isnadnet/2397

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

Читать полностью…

ISNAD

الله أكبر .. الله أكبر .. الله أكبر ..
لاإله إلا الله والله أكبر
الله أكبر ولله الحمد

" فثابت عن ابن مسعود رضي الله عنه وغيره من السلف ، سواء بتثليث التكبير الأول أو تثنيته.
انظر : "المصنف" لابن أبي شيبة (2/165-168)

Telah tetap bahwa lafadz:

الله أكبر

"Allōhu Akbar" pada takbir Ibnu Mas’ud dan selain nya dari kalangan salaf, boleh dibaca dua kali (2x) atau tiga kali (3x).
_
Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (2/165-168)


TELEGRAM @isnadnet

Arsip :
/channel/isnadnet/1845

Читать полностью…

ISNAD

TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet

____
Al-Jama'ah : Penguasa Negeri dan Mayoritas Kaum Mukminin

Читать полностью…
Subscribe to a channel