KAUM YANG DI BENCI
ALLŌH WALAUPUN PANDAI BERARGUMEN
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Ibnu Juraij] dari [Ibnu Abi Mulaikah] dari ['Aisyah] dia berkata; "Rosūlullōh ﷺ bersabda: "Orang yang paling Allōh benci adalah orang yang keras kepala lagi suka bermusuhan."
____
HR. Muslim 4821
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ { بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ } الْآيَةَ
"Tidak akan tersesat suatu kaum setelah petunjuk selama mereka masih tetap di atasnya, kecuali orang-orang yang senang berdebat." Kemudian beliau membaca ayat ini, "Tetapi mereka itu adalah kaum yang senang berdebat."
____
HR. Ibnu Majah 47
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
MENGEMIS MENCARI SIMPATI DENGAN MEMUJI SETINGGI LANGIT KEPADA MAKHLUK YANG DULU MENDUKUNG BID'AH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullōh berkata :
ليس لأحد أن ينصب للأمة شخصا يدعو إلى طريقته، ويوالي ويعادي عليها غير النبي صلى الله عليه وسلم، ولا ينصب لهم كلاما يوالي عليه ويعادي غير كلام الله ورسوله وما اجتمعت عليه الأمة، بل هذا من فعل أهل البدع."
Tidak dibenarkan bagi siapa pun untuk menjadikan seseorang sebagai panutan bagi umat sehingga ia menyeru pada jalannya, mencintai atau membenci karenanya, kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak boleh pula ia menjadikan suatu ucapan sebagai patokan untuk dicintai atau dibenci selain ucapan Allah dan Rasul-Nya serta apa yang disepakati oleh umat. Ini adalah perbuatan ahli bid’ah."
____
Majmu' al-Fatawa, 20/164
Memberikan pujian berlebihan kepada seseorang yang pernah terlibat dalam bantuan penyebaran bid'ah tanpa evaluasi kritis bisa menjadi bentuk dukungan terhadap kesalahan mereka di masa lalu. Hal ini tidak hanya menyesatkan tetapi juga bisa memperdaya umat sehingga mereka tidak lagi mampu membedakan mana yang haqq dan mana yang bathil.
Sosok yang kini hadir menjadi pahlawan (kesiangan) tidak banyak yang mengetahui bagaimana sepak terjang dulunya, bahkan pengekor nya membenarkan "kesamaran" terjatuhnya si tokoh membela bid'ah dan belum diumumkan sejak kapan taubat.
WASPADA kami mengetahui, sedang kalian tidak.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
KALAU SEKEDAR MEMBAWA KITAB , KELEDAI PUN BISA
Oleh ; Abu Yahya as-Samarindy
Banyak orang menyangka bahwa sekedar memiliki pengetahuan dan membawa kitab-kitab sambil masuk masjid sudah cukup dirinya disebut berilmu. Namun, hal itu hanyalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab di punggungnya, tetapi tidak memiliki pemahaman dan amalan dari apa yang dibawanya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ilmu bukanlah dengan banyaknya riwayat atau kitab yang dibawa, tetapi ilmu adalah cahaya yang diletakkan Allōh di hati seorang hamba, sehingga ia dapat membedakan yang benar dan yang salah.”
__
Miftah Dar As-Sa'adah, 1/198
Begitu pula, banyak orang yang tertipu dengan penampilan luar atau keindahan lisan seseorang, seolah-olah ia berilmu, namun hakikatnya kosong.
Sebagaimana dikatakan oleh Sufyan ats-Tsauri rahimahullah, “Aku tidak pernah merasa khawatir dengan orang yang terlihat kurang pengetahuannya, tetapi aku sangat khawatir terhadap orang yang memiliki lisan yang fasih namun hatinya rusak.”
___
Hilyah al-Awliya', 7/54
Demikianlah hakikat ilmu. Tanpa disertai pemahaman yang benar dan pengamalan, ilmu itu tidak akan memberikan manfaat sebagaimana firman Allōh dalam Al-Quran, “Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.”
____
QS. Al-Jumu'ah: 5
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dari terpedaya dengan sekedar tampilan luar dan hiasan lisan. Ilmu sejati adalah yang berbuah pada ketakwaan dan amal yang ikhlas, bukan sekedar retorika yang menghiasi lisan semata, apalagi dikenal sebagai JARKONI.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
JANGAN SIBUK MENGURUSI PERSELISIHAN
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
Seseorang mengirimkan pesan singkat ke kami untuk tidak mengurus setiap perselisihan sesama Ahlissunnah
Jawab :
Apakah setiap perselisihan menyimpulkan diri mereka pasti Ahlissunnah ? Atau sebaliknya, bukankah amalan bid'ah yang menjadi sebab perselisihan merupakan jalan Ahli Bid'ah
Simak Atsar salaf untuk menjawab kebingungan para pengusung PLURALISME MANHAJ ¹ dimana ulama salaf yang menunjukkan pentingnya menegakkan kebenaran di atas jalan yang benar serta membedakan antara kebenaran dan kebatilan, meskipun (misal) terjadi perselisihan di antara Ahlissunnah apalagi Ahli bid'ah
Imam Ahmad rohimahullōh berkata:
"Apabila engkau DIAM dan aku DIAM, lalu siapa yang akan menjelaskan kebenaran kepada manusia?"
__
Al-Adab Asy-Syar’iyyah, Ibnu Muflih, 1/194
Atsar 'Abdullōh bin Mas'ud rodyiAlloohu' anhuma ;
Beliau berkata:
"Bergabunglah bersama jamaah kaum muslimin dan imam mereka, dan apabila mereka berselisih, maka JAUHILAH SEMUA KELOMPOK yang menyelisihi kebenaran, meskipun harus sendirian."
__
Musnad Ahmad 5/386
Perkataan Imam Al-Awza'i rahimahullōh ;
Beliau mengatakan:
"Tetaplah berpegang kepada atsar salaf, meskipun manusia menolakmu, dan jauhilah pendapat orang-orang, meskipun mereka memperindah perkataan mereka kepadamu."
__
Syarh Ushul I'tiqad Ahlis Sunnah, Al-Lalika'i, 1/158
Dari atsar-atsar ini, jelas bahwa para ulama salaf tetap menegakkan kebenaran meskipun terjadi perselisihan, karena kebenaran tidak boleh dikorbankan demi menghindari perbedaan pendapat.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
¹ PLURALISME MANHAJ adalah konsep atau pemikiran yang menganggap bahwa semua metode (manhaj) dalam memahami Islam, baik yang berbeda dalam hal prinsip dasar maupun cara penafsiran, dapat diterima dan sama-sama benar. Ini berarti mereka menggabungkan berbagai metode dan pemahaman dari kelompok yang memiliki perbedaan ushul (prinsip) yang mendasar, termasuk dalam pokok-pokok aqidah, fiqih, dan manhaj dakwah.
Baca : AMALAN BID'AH SEBAB PERSELISIHAN
/channel/isnadnet/1586
ALLŌH YANG MEMBERIKAN PETUNJUK, BUKAN KAMU!
Kebanyakan manusia mengatakan, " Aku sudah menasehati nya, tapi dia belum menerima nasihat"
Ketahuilah, kewajibanmu hanya sekedar menyampaikan. Nasihat dibangun atas keikhlasan bukan wajib (dibebankan) untuk diterima.
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allōh-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki
_____
Qs. Al-Baqarah : 272
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
Soal ;
Bismillah
Mengapa seorang guru (ustadz) ketika ditulis hanya menyebut namanya saja di ISNAD, padahal adalah adab memanggil nya dengan sebutan yang pantas, seperti Ustadz Abu Turob atau Syaikh Abu Turob
Jawab ;
Pertanyaan diatas bukan kali pertama kami ditanya dan bukan pula yang menjadikan kami berdiam bahkan ada banyak kesempatan kami mengajukan pertanyaan itu ke beliau (Abu Turob) saat mukim di Markiz Bengkulu atau bertemu diluar saat safar.
Silahkan rujuk pada tautan ;
/channel/isnadnet/2170
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
⚠️ CHANNEL ISNAD SEJAK DULU BERUSAHA TIDAK MENAMPILKAN / MENGAMBIL PENDAPAT ORANG YANG BERPENYAKIT ATAU BERMASALAH DAN PERJANJIAN/KESEPAKATAN BATHIL
KAMI HANYA MENGAMBIL/MENAMPILKAN ILMU DAN UCAPAN DARI ORANG YG KAMI ANGGAP TSIQOH SEBAGAIMANA PARA SALAF KAMI MENGAMBIL ILMU AGAMA.
Walhamdulillaah
Admin ISNAD
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
🔻Catatan ;
Jika ada tulisan kami di channel ISNAD menyelesihi aqidah dan prinsip salaf, silahkan hubungi admin akun @binadam atau WhatsApp/Telegram +966548214886
CARA NABI ﷺ "MERAYAKAN MAULID NYA"
Nabi Muhammad ﷺ berpuasa pada hari Senin karena hari tersebut memiliki keutamaan yang istimewa, di antaranya adalah karena hari Senin merupakan hari kelahirannya dan hari dimana amal perbuatan manusia diangkat ke langit.
Berikut adalah dalil yang dijadikan landasan oleh para ulama:
1. Hadis dari Abu Qatadah al-Anshari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ tentang puasa hari Senin, beliau bersabda, 'Pada hari itu aku dilahirkan, dan pada hari itu pula aku diutus (atau diturunkan al-Qur'an kepadaku).'"
_____
HR. Muslim no. 1162
2. Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Amal-amal perbuatan diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis. Aku ingin ketika amalanku diperlihatkan, aku dalam keadaan berpuasa."
__
HR. Tirmidzi no. 747 dan An-Nasa'i no. 2360, disahihkan oleh Al-Albani
Dari kedua hadis ini, para ulama menyimpulkan bahwa puasa pada hari Senin dianjurkan karena keutamaan hari tersebut, baik karena kelahiran Nabi ﷺ maupun sebagai hari di mana amalan kebaikan diangkat kepada Allōh subhanahu wa ta'ala
Wallōhu a'lam
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
Ditanyakan ke Abu Turob (Bengkulu) ;
Soal ;
Apakah Asy Syaikh Syu'aib al-Arnauth termasuk ulama (muhaddits) Ahlissunnah? Beraqidah Salafiy ?
Jawab ;
Bukan termasuk, Hanafi madzhab nya, Asy'ari aqidah nya, Mubantol (kesehariannya bercelana panjang ketat menyerupai orang kafir, ed) dan cukur jenggot. Demikian berita yang sampai ke kita -selesai-
Ditanya 11 Robi'ul Awwal 1446H
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
فابدأ بِنَفسِكَ فانهَها عَن غَيِّها
Maka mulailah dengan dirimu sendiri, cegahlah ia dari kesesatannya.
فَإِذا اِنتَهَت عَنهُ فأنتَ حَكيمُ
Jika ia berhenti dari kesesatannya, maka engkau adalah orang yang bijaksana.
فَهُناكَ يُقبَلُ ما تَقولُ وَيَهتَدي
Pada saat itu, apa yang engkau katakan akan diterima dan dijadikan petunjuk.
بِالقَولِ منك وَينفَعُ التعليمُ
Dengan ucapanmu, dan pengajaranmu akan bermanfaat.
لا تَنهَ عَن خُلُقٍ وَتأتيَ مِثلَهُ
Janganlah melarang sesuatu, sementara engkau melakukannya.
عارٌ عَلَيكَ إِذا فعلتَ عَظيمُ
Sungguh cela besar bagimu jika engkau melakukannya.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
NASEHAT TUK ABU JARKONI
Bicara memang mudah, seiring gerak lidah yang tak kaku, lentur dan tanpa tulang. Kata-kata meluncur begitu saja, ringan diucapkan tetapi sering kali tak sejalan dengan tindakan.
Mudah memberi petuah, namun sulit menepatinya. Mengajak pada kebaikan, tetapi tak selalu melakukannya sendiri.
Mengutuk keburukan, namun terkadang justru terjebak di dalamnya. Betapa mudahnya mengeluarkan kata-kata, namun sejatinya tindakanlah yang menjadi cerminan sebenarnya dari diri kita.
Na'am Lidah memang tak bertulang, namun amanah pada ucapan tak semestinya serapuh itu.
Ingat lah, Robb mu berkata (artinya) :
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
__
Al-Baqarah: 44
dan Robb mu juga berkata (artinya):
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allōh bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
___
Ash-Shaf: 2-3
Cat :
Sudah menjadi pengertian bersama bahwa istilah JARKONI diambil dari kalimat "Ngajari Ora Nglakoni" Memberi pengajaran kepada orang-orang seperti seorang Kyai/Ustadz/Syaikh namun dia sendiri melanggar nasehat-nasehatnya.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
DO'A BAGI PENGUASA NEGERI
من عبد الشمّاع بن يزيد البغدادي،
قال: إنني سمعت فضيل بن عياض يقول:
لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها إلا في الإمام.
فقالوا لفضيل: لماذا؟
قال: إذا وجهتها إلى نفسي، فإنما تنفعني وحدي، ولكن إذا وجهتها إلى إمامي، فإن الرعية والدولة ستصبح بخير
__
حلية الأولياء لأبي نعيم الأصفهاني، 8/77
Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata,
لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام
“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”
Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.”
___
Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
SEBAIK-BAIK SEORANG SAHABAT
Imam Abu Daud menulis dalam Kitab nya pada Bab. Larangan Berbantah-bantahan
As Sā'ib bin Abi As Sāib Shaify Radhiyallahu 'anhuma berkata :
أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلُوا يُثْنُونَ عَلَيَّ وَيَذْكُرُونِّي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَعْلَمُكُمْ يَعْنِي بِهِ قُلْتُ صَدَقْتَ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي كُنْتَ شَرِيكِي فَنِعْمَ الشَّرِيكُ كُنْتَ لَا تُدَارِي وَلَا تُمَارِي
Aku mendatangi Nabi ﷺ, lalu orang-orang menyanjung dan mengelu-elukan aku. Maka Rasulullah ﷺ pun bersabda, "Aku lebih tahu tantang dia dari kalian." Aku langsung menimpali, "Demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu, engkau benar. Engkau adalah sahabatku dan sebaik-baik sahabat, engkau tidak suka mengumbar pembicaraan dan perdebatan."
___
HR. Abu Daud : 4196
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
TIDAK ADA SEORANG PUN MASUK SURGA KARENA AMALAN NYA
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rosūlullōh ﷺ bersabda:
" Sesungguhnya tidak ada seorang pun di antara kalian yang akan masuk surga karena amalannya." Mereka bertanya, "Ya Rosūlullōh, bahkan juga engkau?" Beliau menjawab, "Ya, bahkan saya pun tidak akan masuk surga karena amalan saya, kecuali jika Allōh melimpahkan rahmat-Nya kepada saya."
_____
Muttafaqun Alayhi
Hikmah nya ;
Berita dari Nabi ﷺ mengajarkan kita tentang pentingnya mengharap rahmat Allōh dan SUPAYA menjauhi perasaan ujub (bangga) dengan amal ibadahnya, serta memberikan harapan bagi mereka yang merasa putus asa karena banyak nya dosa
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
METODE SALAF: DALAM BERDAKWAH, AGAR MANUSIA TIDAK BERLARI MENJAUHI AL-HAQQ
Oleh : Abu Yahya as-Samarindy
Dakwah adalah suatu kegiatan yang sangat mulia dalam Islam. Namun, dalam melaksanakan dakwah, ada berbagai pendekatan yang bisa diambil. Salah satu pendekatan yang sangat penting adalah kelembutan, yang tidak hanya mencerminkan akhlak yang baik tetapi juga merupakan salah satu metode yang diajarkan oleh para salaf.
Allōh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Serulah ke jalan Robb mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik
____
QS. An-Nahl: 125
الدعوة إلى الناس برفق خير من إكراههم على القبول
__
Jami' al-Ulum wal-Hikam
كونوا دعاة إلى الله وأنتم صادقون، فإنه لا أحد يريد الخير من الجافي
_
Tafsir al-Qur'an al-Azim
قل لمن أراد أن يحاورك: تكلم برفق، ليُفتح قلبه ولا يُغلق أمامك.
___
Hilyat al-Awliya
أبلغ العلم برفق ولين، فإن الخير في الدعوة نور يضيء القلوب
____
Hilyat al-Awliya
إن من اللين أن تكون للناس صديقًا، فلو كنت لينًا لهم، سمعوك وتبعوك."
___
Az-Zuhd
WASPADA GERAKAN PLURALISME MANHAJ
__
Oleh : Abu Yahya as-Samarindy
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
Dalam prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah, pluralisme manhaj tidak dapat diterima karena bertentangan dengan prinsip dasar ittiba' (mengikuti) terhadap Al-Qur'an, As-Sunnah, dan pemahaman para sahabat (Salafush Shalih).
Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa
Dari ‘Ubadah bin Hamzah, ia berkata:
“Aku pernah masuk menemui Asma’ binti Abu Bakar – semoga Allōh meridhai keduanya – ketika ia sedang membaca ayat:
۞ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَیۡنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ
“Maka Allōh memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka yang membakar.”
___
QS. Ath-Thur: 27
Kemudian ia berhenti pada ayat tersebut, dan terus mengulang-ulangnya sambil berdoa. Waktu itu terasa lama bagiku, hingga aku pergi ke pasar untuk menyelesaikan urusanku, lalu aku kembali, namun ia masih mengulang-ulang ayat tersebut dan berdoa.”
_____
At-Tibyan fi Adab Hamalat Al-Qur’an, 1/85
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
Sumber ;
https://twitter.com/ISNADnet/status/1161130421255413763?s=09
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
PUJI DI AWAL, CELA DI AKHIR: KETIDAKTEGUHAN DALAM MENILAI KEBENARAN
Oleh ; Abu Yahya as-Samarindy
Dalam keseharian, kita sering menemukan fenomena di mana seseorang dipuji dengan begitu tinggi pada awalnya, namun seiring berjalannya waktu, orang yang sama kemudian dicela dan dijatuhkan. Perubahan sikap yang drastis ini bukan hanya sekadar hasil dari perbedaan pandangan, melainkan cerminan dari ketidakteguhan dalam menilai kebenaran.
Fenomena ini adalah contoh nyata dari sifat talawwun, yaitu sifat yang berubah-ubah seperti bunglon, yang tidak memiliki pendirian yang kuat dan mudah terpengaruh oleh hawa nafsu dan keadaan alias bermuka dua.
Sifat plin-plan seperti ini adalah musuh utama istiqamah. Ketika seseorang tidak memiliki keteguhan dalam memegang prinsip yang benar, ia akan mudah terombang-ambing oleh bisikan dan pengaruh dari orang lain. Pada akhirnya, mereka yang dulunya dipuji karena sejalan dengan keinginan atau kepentingan tertentu, kemudian dicela ketika tidak lagi dianggap sesuai dengan hawa nafsu mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik urusan adalah yang tengah-tengah (istiqamah)."
Keteguhan adalah kunci agar kita tidak terjerumus dalam sikap mudah berubah-ubah seperti ini.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata, "Di antara tanda kejujuran seorang mukmin adalah bahwa dia konsisten dalam agamanya dan tidak berubah-ubah (mutalawwin) dalam agamanya." Keteguhan dalam prinsip adalah cerminan dari hati yang jujur, sementara sifat mutalawwin menandakan kurangnya kepercayaan dan keyakinan dalam kebenaran.
Lebih jauh lagi, Islam mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam memuji maupun mencela seseorang. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengingatkan, "Sesungguhnya orang yang paling aku benci adalah orang yang suka mencari muka, mudah memuji di hadapan orang lain, namun ketika di belakang ia justru mencelanya."
Sifat ini mengarah pada konflik batin, di mana pujian yang diberikan hanya untuk menyesuaikan diri atau mencari keuntungan duniawi, sementara hati tidak konsisten.
Perpecahan dan perselisihan yang terjadi akibat ketidakteguhan ini juga membawa bahaya besar.
Ibnu Mas'ud juga berkata, "Perselisihan itu adalah keburukan." Ketika kita mudah berselisih dan berpindah-pindah pandangan hanya karena hawa nafsu, kita membuka pintu fitnah dan menimbulkan perpecahan di tengah umat.
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk istiqamah dan konsisten dalam menjalankan ajaran agama, serta berusaha untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran, meskipun hal itu mungkin terasa sulit.
Untuk menjaga diri dari sifat bunglon dan plin-plan dan bermuka dua, kita juga diajarkan untuk hanya mengambil berita dari orang-orang yang terpercaya.
Imam Malik rahimahullah pernah berkata, "Ketahuilah bahwa tidak semua yang kamu dengar layak untuk dipercayai. Ambillah ilmu dan berita dari orang yang benar dan dapat dipercaya."
Ini adalah prinsip dasar dalam menjaga kemurnian keyakinan dan kejelasan pandangan, sehingga kita tidak terpengaruh oleh berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya (berubah-ubah)
Dengan demikian, sifat mutalawwin (plin-plan) bukan hanya sekadar kelemahan pribadi seseorang, melainkan penyakit yang bisa merusak hubungan sosial dan memecah belah umat. Pujian yang disertai celaan di belakang hanya menunjukkan ketidakmurnian hati dan ketidakteguhan dalam memegang prinsip. Sebaliknya, istiqamah, keteguhan dalam memegang kebenaran, serta menghindari perselisihan dan berita yang tidak terpercaya adalah jalan untuk menjaga persatuan diatas alhaqq dan ketenangan dalam bermanhaj.
Walloohu a'lam
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
PARA SHAHABAT NABI ﷺ ADALAH MANUSIA YANG MENJAUHI TAKALLUF
Oleh: Abu Yahya as-Samarindy
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ
Artinya ; “Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikit pun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang takalluf.”
____
Qs. Shad: 86
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْـَٔاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا
Artinya: "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allōh dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allōh ."
_____
Qs. Al-Ahzab ; 21
Ayat diatas menegaskan pentingnya meneladani Rasulullah ﷺ dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk hidup sederhana, bersikap seimbang, dan menjauhi sikap berlebihan.
APA ITU TAKALLUF
Kata takalluf (تَكَلُّف) berasal dari kata bahasa arab ka-la-fa (كَلَفَ), yang bermakna "membebani" atau "memaksakan".
(takallafa - تَكَلَّفَ) – "dia memaksakan dirinya" atau "dia berpura-pura".
(takalluf - تَكَلُّف) – "pemaksaan diri" atau "berpura-pura".
Jadi takalluf ini merujuk pada sikap seseorang yang bersusah payah atau memaksakan diri untuk mencapai sesuatu yang di luar kemampuannya atau tidak sesuai dengan keadaan aslinya..
MEREKA GENERASI YANG MENJAUHI SIKAP TAKALLUF
Sahabat-sahabat Nabi ﷺ dikenal dengan sikap rendah hati dan kesederhanaannya. Mereka tidak suka menonjolkan diri atau berbuat sesuatu yang berlebihan untuk menarik perhatian orang lain.
Nabi ﷺ sendiri pernah berkata ;
Kami adalah umat yang tidak mengenal takalluf
__
HR. Ahmad dan Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad
Dalam hal ini, para sahabat mengikuti teladan Rasulullah ﷺ yang tidak suka berpura-pura atau mempersulit diri.
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كُنَّا عِنْدَ عُمَرَ فَقَالَ نُهِينَا عَنْ التَّكَلُّفِ
Telah diriwayatkan dari 'Umar Radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata: "Kami dilarang untuk memaksakan diri (takalluf)."
___
HR. Bukhori 6749
Demikian juga sahabat Nabi ﷺ seperti 'Abdullah bin Mas'ud rodhiyAllōhu 'anhuma menekankan agar seseorang beribadah sesuai kemampuan tanpa memaksakan diri.
Ketika beliau melihat beberapa orang memaksakan diri dalam ibadah, dia menasihati mereka agar mengikuti cara Nabi ﷺ, yaitu bersikap seimbang dalam beribadah tanpa mempersulit diri.
Salah satu hadis menyebutkan:
Binasa orang-orang yang berlebih-lebihan.
_
HR. Muslim
Ini menunjukkan bahwa takalluf dalam ibadah tidak dianjurkan, dan para sahabat sangat menjauhi sikap ini.
Para sahabat juga sangat berhati-hati dalam berbicara, tidak berlebihan dalam berbicara untuk menonjolkan diri.
'Utsman bin Affan rodhiyAllohu 'anhu, misalnya, adalah sosok yang sangat pemalu dan tidak pernah berpura-pura dalam tindakannya.
Sahabat lain seperti Abu Bakar rodhiyAllohu' anhu juga dikenal sebagai pribadi yang sangat tulus dan rendah hati.
Para sahabat juga sangat nampak tidak membebani diri mereka dalam urusan duniawi. Mereka menerima takdir dengan lapang dada dan menjalani kehidupan apa adanya, tanpa berpura-pura memiliki apa yang tidak mereka miliki.
Walhasil, takalluf sangat dihindari oleh para sahabat Nabi ﷺ karena mereka memahami bahwa Islam menuntut ketulusan dan kejujuran, baik dalam hal ibadah, perkataan, maupun perbuatan.
Al- Imam Ibnul Qoyyim berkata :
Para sahabat adalah orang yang paling baik hatinya, dalam ilmunya, paling sedikit takallufnya, dibanding dengan yang lain, (padahal) mereka paling dekat dengan kebenaran.
Walloohu a'lam
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
WASPADA PERANGKAP SYAITHON PADA LIVE STREAMING KHUSUS AKHWAT
Oleh ; Abu Yahya As-Samarindy
Dalam era digital yang semakin maju ini, banyak dari kita, khususnya para akhwat, terjebak dalam TREN yang seolah-olah terlihat tidak berbahaya, namun sebenarnya menyimpan perangkap yang sangat berbahaya. Salah satunya adalah fenomena live streaming. Tanpa disadari, live streaming sering kali menjadi medium bagi para syaithon untuk menjerumuskan hamba-hamba Allōh ke dalam kelalaian, perbuatan sia-sia, bahkan dosa.
Syaithon sangat cerdas dalam memanfaatkan celah ini. Apa yang dimulai sebagai niat baik, seperti berbagi ilmu atau pengalaman, bisa berubah menjadi ajang untuk menarik perhatian dan pujian dari orang lain. Tidak sedikit yang terjebak dalam pencarian validasi sosial melalui like, komentar, atau jumlah penonton, yang pada akhirnya menjerumuskan hati dalam riya (pamer) dan takabbur (sombong).
Lebih berbahaya lagi, live streaming juga sering menjadi sasaran para pria yang berniat buruk. Mereka akan mencari kesempatan untuk mengumpulkan informasi pribadi, seperti nomor kontak, atau mencoba memulai percakapan pribadi melalui chat. Dengan dalih ingin mengenal lebih jauh atau memberi dukungan, mereka bisa saja memancing ke arah obrolan yang tidak pantas atau membuka celah fitnah yang lebih besar. Dalam banyak kasus, interaksi semacam ini dapat berujung pada kejahatan online atau pelecehan secara verbal yang tidak diinginkan.
Syaithon juga membisikkan rasa aman yang palsu, seakan-akan tampil di dunia maya tidak memiliki dampak nyata di dunia akhirat. Padahal, segala perbuatan kita, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allōh Subhanahu wa Ta'ala.
Oleh karena itu, sangat penting bagi para akhwat untuk selalu berhati-hati, memperkuat niat, dan memikirkan dampak dari setiap langkah yang diambil di dunia digital ini. Jangan biarkan syaithon menjadikan platform live streaming sebagai jalan untuk menggoyahkan keimanan kita atau meruntuhkan kehormatan diri. Tetaplah istiqomah dalam menjaga diri dan kehormatan, serta selalu ingat bahwa ridha Allōh lebih utama dari segala pujian manusia.
Semoga kita semua senantiasa diberikan petunjuk dan perlindungan dari segala tipu daya syaithon.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
Berkata Abul Aswad ad-Duali (Tabi'in) dalam bait-bait syair nya :
يا أَيُّها الرَجُلُ المُعَلِّمُ غَيرَهُ
Wahai orang yang mengajarkan orang lain,
هَلا لِنَفسِكَ كانَ ذا التَعليمُ
Mengapa tidak untuk dirimu sendiri engkau berikan pengajaran itu?
تَصِفُ الدَّواءَ لِذي السَّقامِ وَذي الضَّنا
Engkau meresepkan obat untuk yang sakit dan yang lemah,
كيما يَصحّ بِهِ وَأَنتَ سَقيمُ
Agar ia sembuh dengan obat itu, sementara engkau sendiri sakit.
وَتَراكَ تُصلِحُ بالرشادِ عُقولَنا
Dan engkau terlihat memperbaiki pikiran kami dengan petunjuk,
أَبَداً وَأَنتَ مِن الرَّشادِ عَديمُ
Namun, engkau sendiri tidak memiliki petunjuk itu.
..... Bersambung
JAGO DEBAT TANDA SEORANG SALAFI ?
Telah shahih dari Ad-Daruquthni rohimahullōh bahwa ia berkata:
مَا شَيْءٌ أَبغضُ إِلَيَّ مِنْ عِلمِ الكَلاَمِ
" Tidak ada sesuatu yang paling Aku benci dari ilmu kalam. "
Imam Adz-Dzahabi rohimahullōh mengomentari nya ;
" Beliau (Ad-Daruquthni) sama sekali tidak pernah menyentuh ilmu kalam dan tidak pula ilmu jidal (perdebatan), dan tidak pula mendalaminya. Namun Beliau adalah seorang SALAFI (pengikut manhaj salaf)."
_____
Siyar A'lam an-Nubalā: 16:457
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet