CIRI KHAS AHLU AHWA' DAN GEROMBOLAN NYA
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
" Pengekor hawa nafsu menimbang kebenaran dengan pendapat (akal-akal) mereka, BUKAN menimbang pendapat dengan kebenaran."
__
Ighâtsatul Lahfân, 1/85
Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata:
" Ahlu Ahwa sangat fanatik dengan kelompoknya, meskipun mereka tahu bahwa yang mereka ikuti itu salah."
___
Dar’ Ta’ârud al-‘Aql wan-Naql, 1/119
Maka ucapan yang sering kita dengar dari da'i mereka ketika terjadi perselisihan adalah :
" Yang tidak bersama kami adalah salah "
Maka yang paling aman agar tidak terkena SYUBUHAT dengan menjauhi berbicara (berdebat) perkara agama dengan mereka.
Sufyan ats-Tsauri رحمه الله berkata:
" Hati-hatilah dari Ahlu Ahwa! Mereka suka memperindah kata-kata, tetapi mereka adalah penyebar kesesatan."
__
Asy-Syari’ah, Al-Ajurri, 1/311
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
1 RAMADHAN 1446 H
بـــسم الله الرحمن الرحيم
Pemerintah Republik Indonesia resmi mengumumkan bahwa
1 RAMADHAN 1446 Hijriah bertepatan dengan hari :
SABTU (1/3/2025 M)
Penetapan ini diputuskan berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (KEMENAG) Republik Indonesia guna memverikasi hasil pantauan Hilal di 125 titik pemantauan seluruh Indonesia.
Sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1446 Hijriah digelar di kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat
Sumber ; 🔴 Live Streaming BIMAS ISLAM & Twitter KEMENAG RI
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
AHLUSSUNNAH MEMULAI PUASA RAMADHAN DAN MENGAKHIRI-NYA BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGUASA
Asy Syaikh Muhammad bin Shōlih al-Utsaimin rohimahullōh berkata ;
وإذا أُعلِن ثُبُوتُ الشَّهر مِن قِبَلِ الحُكُومةِ بِالرَّاديو أو غَيْرِه وَجَبَ العَمَلُ بِذَلِكَ في دُخُولِ الشَّهرِ وَخُرُوجِهِ في رَمَضَانَ أو غَيْرِه، لِأَنَّ إِعلامَهُ مِنْ قِبَلِ الحُكُومةِ حُجْجَةٌ شَرعِيَّةٌ يَجِبُ العَمَلُ بِهَا.
مجالس شهر رمضان للعثيمين : ٢٢
Dan apabila telah diumumkan masuknya suatu bulan oleh penguasa (pemerintah) melalui radio atau selainnya, maka wajib beramal berdasarkan keputusan tersebut. awal atau selesainya suatu bulan, baik itu bulan Ramadhan atau bulan yang lainnya. Sebab, pengumuman dari pihak pemerintah merupakan hujjah syar'i yang wajib diamalkan."
____
Majālis Syahr Romadhōn hal. 22
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
#istiqomah #ittiba #puasa #ramadhan #ahlussunnah #manhaj #salaf
JAMBI
LOKASI :
Masjid Abdullōh Bin Abbas
- Bagan Pete, Kota Baru/Alam Barajo, Kota Jambi
📍https://maps.app.goo.gl/rTCDxuFsYxf1DQm5A
WAKTU :
In syaa Allooh
Kamis 16 Rajab 1446 H
Ba'da Fajr s/d Selesai
10.30 wib s/d Selesai
Ba'da Dzuhur s/d Selesai
Ba'da Ashar s/d Selesai
Ba'da Maghrib s/d Selesai
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
SUNNAH MENGERASKAN SEMUA DZIKIR SELESAI SALAM PADA SHOLAT WAJIB DIMULAI DARI ISTIGHFAR
Hukum (kedua) disunnahkan untuk mengeraskan dzikir setelah shalat, berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa mengeraskan suara dalam dzikir ketika orang-orang berpaling dari shalat wajib adalah kebiasaan di masa Rasulullah ﷺ. Dzikir dengan suara keras ini mencakup semua dzikir, sehingga tidak ada pembedaan antara awal dan akhir dzikir. Apa yang dilakukan sebagian orang dengan mengeraskan dzikir hanya pada istighfar tiga kali dan ucapan "Allahumma Anta as-Salaam wa minka as-Salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam" kemudian melemahkan suara mereka dalam tasbih, takbir, dan tahmid selanjutnya, adalah sesuatu yang tidak memiliki dasar.
Baca juga ;
Urutan Dzikir Selesai Salam Sholat Wajib yang Shahih
▪️/channel/isnadnet/2341
▪️/channel/isnadnet/2344
Dzikir Nabi ﷺ jika menjadi Imam sholat selesai salam (apa yang dilakukan beliau ﷺ sebelum menghadap makmum)
▪️/channel/isnadnet/2153
▪️/channel/isnadnet/2152
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
KAUM YANG DI BENCI
ALLŌH WALAUPUN PANDAI BERARGUMEN
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Ibnu Juraij] dari [Ibnu Abi Mulaikah] dari ['Aisyah] dia berkata; "Rosūlullōh ﷺ bersabda: "Orang yang paling Allōh benci adalah orang yang keras kepala lagi suka bermusuhan."
____
HR. Muslim 4821
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ { بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ } الْآيَةَ
"Tidak akan tersesat suatu kaum setelah petunjuk selama mereka masih tetap di atasnya, kecuali orang-orang yang senang berdebat." Kemudian beliau membaca ayat ini, "Tetapi mereka itu adalah kaum yang senang berdebat."
____
HR. Ibnu Majah 47
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
MENGEMIS MENCARI SIMPATI DENGAN MEMUJI SETINGGI LANGIT KEPADA MAKHLUK YANG DULU MENDUKUNG BID'AH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullōh berkata :
ليس لأحد أن ينصب للأمة شخصا يدعو إلى طريقته، ويوالي ويعادي عليها غير النبي صلى الله عليه وسلم، ولا ينصب لهم كلاما يوالي عليه ويعادي غير كلام الله ورسوله وما اجتمعت عليه الأمة، بل هذا من فعل أهل البدع."
Tidak dibenarkan bagi siapa pun untuk menjadikan seseorang sebagai panutan bagi umat sehingga ia menyeru pada jalannya, mencintai atau membenci karenanya, kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak boleh pula ia menjadikan suatu ucapan sebagai patokan untuk dicintai atau dibenci selain ucapan Allah dan Rasul-Nya serta apa yang disepakati oleh umat. Ini adalah perbuatan ahli bid’ah."
____
Majmu' al-Fatawa, 20/164
Memberikan pujian berlebihan kepada seseorang yang pernah terlibat dalam bantuan penyebaran bid'ah tanpa evaluasi kritis bisa menjadi bentuk dukungan terhadap kesalahan mereka di masa lalu. Hal ini tidak hanya menyesatkan tetapi juga bisa memperdaya umat sehingga mereka tidak lagi mampu membedakan mana yang haqq dan mana yang bathil.
Sosok yang kini hadir menjadi pahlawan (kesiangan) tidak banyak yang mengetahui bagaimana sepak terjang dulunya, bahkan pengekor nya membenarkan "kesamaran" terjatuhnya si tokoh membela bid'ah dan belum diumumkan sejak kapan taubat.
WASPADA kami mengetahui, sedang kalian tidak.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
KALAU SEKEDAR MEMBAWA KITAB , KELEDAI PUN BISA
Oleh ; Abu Yahya as-Samarindy
Banyak orang menyangka bahwa sekedar memiliki pengetahuan dan membawa kitab-kitab sambil masuk masjid sudah cukup dirinya disebut berilmu. Namun, hal itu hanyalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab di punggungnya, tetapi tidak memiliki pemahaman dan amalan dari apa yang dibawanya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ilmu bukanlah dengan banyaknya riwayat atau kitab yang dibawa, tetapi ilmu adalah cahaya yang diletakkan Allōh di hati seorang hamba, sehingga ia dapat membedakan yang benar dan yang salah.”
__
Miftah Dar As-Sa'adah, 1/198
Begitu pula, banyak orang yang tertipu dengan penampilan luar atau keindahan lisan seseorang, seolah-olah ia berilmu, namun hakikatnya kosong.
Sebagaimana dikatakan oleh Sufyan ats-Tsauri rahimahullah, “Aku tidak pernah merasa khawatir dengan orang yang terlihat kurang pengetahuannya, tetapi aku sangat khawatir terhadap orang yang memiliki lisan yang fasih namun hatinya rusak.”
___
Hilyah al-Awliya', 7/54
Demikianlah hakikat ilmu. Tanpa disertai pemahaman yang benar dan pengamalan, ilmu itu tidak akan memberikan manfaat sebagaimana firman Allōh dalam Al-Quran, “Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.”
____
QS. Al-Jumu'ah: 5
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dari terpedaya dengan sekedar tampilan luar dan hiasan lisan. Ilmu sejati adalah yang berbuah pada ketakwaan dan amal yang ikhlas, bukan sekedar retorika yang menghiasi lisan semata, apalagi dikenal sebagai JARKONI.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
JANGAN SIBUK MENGURUSI PERSELISIHAN
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
Seseorang mengirimkan pesan singkat ke kami untuk tidak mengurus setiap perselisihan sesama Ahlissunnah
Jawab :
Apakah setiap perselisihan menyimpulkan diri mereka pasti Ahlissunnah ? Atau sebaliknya, bukankah amalan bid'ah yang menjadi sebab perselisihan merupakan jalan Ahli Bid'ah
Simak Atsar salaf untuk menjawab kebingungan para pengusung PLURALISME MANHAJ ¹ dimana ulama salaf yang menunjukkan pentingnya menegakkan kebenaran di atas jalan yang benar serta membedakan antara kebenaran dan kebatilan, meskipun (misal) terjadi perselisihan di antara Ahlissunnah apalagi Ahli bid'ah
Imam Ahmad rohimahullōh berkata:
"Apabila engkau DIAM dan aku DIAM, lalu siapa yang akan menjelaskan kebenaran kepada manusia?"
__
Al-Adab Asy-Syar’iyyah, Ibnu Muflih, 1/194
Atsar 'Abdullōh bin Mas'ud rodyiAlloohu' anhuma ;
Beliau berkata:
"Bergabunglah bersama jamaah kaum muslimin dan imam mereka, dan apabila mereka berselisih, maka JAUHILAH SEMUA KELOMPOK yang menyelisihi kebenaran, meskipun harus sendirian."
__
Musnad Ahmad 5/386
Perkataan Imam Al-Awza'i rahimahullōh ;
Beliau mengatakan:
"Tetaplah berpegang kepada atsar salaf, meskipun manusia menolakmu, dan jauhilah pendapat orang-orang, meskipun mereka memperindah perkataan mereka kepadamu."
__
Syarh Ushul I'tiqad Ahlis Sunnah, Al-Lalika'i, 1/158
Dari atsar-atsar ini, jelas bahwa para ulama salaf tetap menegakkan kebenaran meskipun terjadi perselisihan, karena kebenaran tidak boleh dikorbankan demi menghindari perbedaan pendapat.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
¹ PLURALISME MANHAJ adalah konsep atau pemikiran yang menganggap bahwa semua metode (manhaj) dalam memahami Islam, baik yang berbeda dalam hal prinsip dasar maupun cara penafsiran, dapat diterima dan sama-sama benar. Ini berarti mereka menggabungkan berbagai metode dan pemahaman dari kelompok yang memiliki perbedaan ushul (prinsip) yang mendasar, termasuk dalam pokok-pokok aqidah, fiqih, dan manhaj dakwah.
Baca : AMALAN BID'AH SEBAB PERSELISIHAN
/channel/isnadnet/1586
ALLŌH YANG MEMBERIKAN PETUNJUK, BUKAN KAMU!
Kebanyakan manusia mengatakan, " Aku sudah menasehati nya, tapi dia belum menerima nasihat"
Ketahuilah, kewajibanmu hanya sekedar menyampaikan. Nasihat dibangun atas keikhlasan bukan wajib (dibebankan) untuk diterima.
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allōh-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki
_____
Qs. Al-Baqarah : 272
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
Nabi ﷺ menjelaskan tentang kesombongan dalam sebuah hadits:
الكِبْرُ بَطَرُ الحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ
" Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain."
__
HR. Muslim : 91
Hadits ini menjelaskan bahwa sombong bukan hanya merasa lebih tinggi dari orang lain, tetapi juga menolak kebenaran meskipun sudah jelas. Orang yang sombong sulit menerima nasihat dan cenderung merendahkan orang lain.
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
HARAM MENYELISIHI KEPUTUSAN PENGUASA DALAM PERKARA MA'RUF
Nabi ﷺ berkata :
السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ حَقٌّ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِالْمَعْصِيَةِ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ
“Patuh dan taat pada pemimpin tetap ada selama bukan dalam maksiat. Jika diperintah dalam maksiat, maka tidak ada kepatuhan dan ketaatan.” (HR. Bukhari, no. 2955)
Beliau ﷺ juga bersabda,
لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ
“Tidak ada kewajiban ta’at dalam rangka bermaksiat (kepada Allooh). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat).” (HR. Bukhari, no. 7257)
Menyelisihi penguasa dalam perkara yang ma’ruf bukanlah hal yang ringan dalam Islam, karena dapat menyebabkan perpecahan, kerusakan, dan bahkan fitnah di tengah umat. Berikut beberapa dalil yang menjelaskan bahayanya:
1. Ancaman bagi yang Menyelisihi Penguasa dalam Perkara Ma’ruf
Rasulullah ﷺ bersabda:
Barang siapa yang melihat sesuatu dari pemimpinnya yang ia benci, maka hendaknya ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja lalu mati, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah."
(HR. Bukhari & Muslim)
Barang siapa yang membenci sesuatu dari penguasanya, hendaklah ia bersabar. Sebab, barang siapa yang keluar dari ketaatan kepada penguasa sejengkal saja, lalu ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. (HR. Muslim)
Juga dalam sabda Rasulullah ﷺ: " Barang siapa yang keluar dari ketaatan kepada penguasa dan memisahkan diri dari jamaah, lalu ia mati, maka matinya dalam keadaan jahiliyah. Dan barang siapa yang berperang di bawah panji kebutaan, ia marah karena fanatisme kelompok, atau menyeru kepada fanatisme kelompok, atau membela fanatisme kelompok, lalu ia terbunuh, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah." (HR. Muslim, no. 1848)
60 (Enampuluh) tahun waktu berjalan dengan kepemimpinan penguasa yang jahat, maka itu lebih baik daripada satu malam tanpa adanya penguasa.
(Majmu' al-Fatawa, 28/290-291)
Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allooh, dan janganlah kamu bercerai-berai..."
(QS. Ali Imran: 103)
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu..."
(QS. An-Nisa: 59)
ASY'ARIYAH BUKAN DARI AHLUSSUNNAH
🔈 Audio Translate :
Syaikh yang mulia, semoga Allooh memberikan taufik kepada Anda. Di sini ada seorang pengajar yang mengatakan bahwa Asy'ariyah termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah, dan bahwa penafsiran (ta'wil) mereka tentang sifat-sifat Allooh tidak mengeluarkan mereka dari lingkup Ahlus Sunnah. Apakah pernyataan ini benar?
Dijawab oleh Asy Syaikh Shalih Al-fauzan hafidzahullooh
Ini adalah kebohongan, ini adalah kebohongan. Mereka bukan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Bagaimana bisa dianggap Ahlus Sunnah wal Jama'ah, padahal sumber mereka adalah ilmu kalam dan logika? Sedangkan sumber Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Mereka bukan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Orang yang mengatakan demikian adalah seorang pembohong atau orang yang jahil (tidak tahu).
Ya, Syaikh yang mulia, semoga Allooh memberikan taufik kepada Anda.
Mereka (Asy'ariyah) menafikan sifat-sifat Allooh kecuali hanya tujuh, itupun dengan pemahaman yang kurang tepat. Bagaimana mungkin mereka dianggap sebagai Ahlus Sunnah wal Jama'ah, sedangkan Ahlus Sunnah menetapkan seluruh sifat-sifat Allooh yang telah ditetapkan-Nya untuk diri-Nya, baik dalam Al-Qur'an maupun Sunnah? Sementara mereka membatasi sifat-sifat Allooh hanya pada tujuh atau empat belas saja, lalu mengatakan mereka adalah bagian dari Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Ini adalah kebohongan.
Itu adalah penjelasan dari Syaikh dalam menjawab pertanyaan terkait posisi Asy'ariyah.
Sumber :
Audio Archive ISNAD
https://ia902307.us.archive.org/0/items/asyairahbknahlussunnah/asyariyahbukanahlussunnah.mp3
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
MUHADHARAH SALAFIYYAH
Bersama Abu Turob (Bengkulu)
Lokasi :
Surau SAHABAT
Jl. Raya Padang Panjang-Batusangkar Km 15, Sikaladi, Kec. Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat
📍https://maps.app.goo.gl/XKA38wCv8jRtDnN9A
Waktu:
Insyā Allōh
Senin - 14 Rojab 1446 H
Ba'da Dzuhur - Selesai
Ba'da Ashar - Selesai
Ba'da Maghrib - Selesai
Akan di lanjut Muhadharah ke JAMBI, RIAU dan PALEMBANG
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
يستحب الجهر بجميع الأذكار بعد الصلاة المفروضة بدءًا من الاستغفار.
والحكم الثاني أنه يسن الجهر بالذكر بعد الصلاة لحديث ابن عباس رضي الله عنهما أن رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة كان على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وهذا الجهر يستغرق جميع الأذكار فلا يفرق بين أولها وآخرها فما يفعله بعض الناس من الجهر، من الاستغفار ثلاثا وقول اللهم أنت السلام ومنك السلام تبارك يا ذا الجلال والإكرام ثم تخفت أصواتهم فيما بعده أو في ما بعد بعده من التسبيح والتكبير والتحميد فهذا شيء لا أصلى له
____
لشيخ صالح بن عبد الله بن حمد العصيمي
DO'A BAGI PENGUASA NEGERI
من عبد الشمّاع بن يزيد البغدادي،
قال: إنني سمعت فضيل بن عياض يقول:
لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها إلا في الإمام.
فقالوا لفضيل: لماذا؟
قال: إذا وجهتها إلى نفسي، فإنما تنفعني وحدي، ولكن إذا وجهتها إلى إمامي، فإن الرعية والدولة ستصبح بخير
__
حلية الأولياء لأبي نعيم الأصفهاني، 8/77
Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata,
لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام
“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”
Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.”
___
Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
SEBAIK-BAIK SEORANG SAHABAT
Imam Abu Daud menulis dalam Kitab nya pada Bab. Larangan Berbantah-bantahan
As Sā'ib bin Abi As Sāib Shaify Radhiyallahu 'anhuma berkata :
أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلُوا يُثْنُونَ عَلَيَّ وَيَذْكُرُونِّي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَعْلَمُكُمْ يَعْنِي بِهِ قُلْتُ صَدَقْتَ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي كُنْتَ شَرِيكِي فَنِعْمَ الشَّرِيكُ كُنْتَ لَا تُدَارِي وَلَا تُمَارِي
Aku mendatangi Nabi ﷺ, lalu orang-orang menyanjung dan mengelu-elukan aku. Maka Rasulullah ﷺ pun bersabda, "Aku lebih tahu tantang dia dari kalian." Aku langsung menimpali, "Demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu, engkau benar. Engkau adalah sahabatku dan sebaik-baik sahabat, engkau tidak suka mengumbar pembicaraan dan perdebatan."
___
HR. Abu Daud : 4196
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
TIDAK ADA SEORANG PUN MASUK SURGA KARENA AMALAN NYA
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rosūlullōh ﷺ bersabda:
" Sesungguhnya tidak ada seorang pun di antara kalian yang akan masuk surga karena amalannya." Mereka bertanya, "Ya Rosūlullōh, bahkan juga engkau?" Beliau menjawab, "Ya, bahkan saya pun tidak akan masuk surga karena amalan saya, kecuali jika Allōh melimpahkan rahmat-Nya kepada saya."
_____
Muttafaqun Alayhi
Hikmah nya ;
Berita dari Nabi ﷺ mengajarkan kita tentang pentingnya mengharap rahmat Allōh dan SUPAYA menjauhi perasaan ujub (bangga) dengan amal ibadahnya, serta memberikan harapan bagi mereka yang merasa putus asa karena banyak nya dosa
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
METODE SALAF: DALAM BERDAKWAH, AGAR MANUSIA TIDAK BERLARI MENJAUHI AL-HAQQ
Oleh : Abu Yahya as-Samarindy
Dakwah adalah suatu kegiatan yang sangat mulia dalam Islam. Namun, dalam melaksanakan dakwah, ada berbagai pendekatan yang bisa diambil. Salah satu pendekatan yang sangat penting adalah kelembutan, yang tidak hanya mencerminkan akhlak yang baik tetapi juga merupakan salah satu metode yang diajarkan oleh para salaf.
Allōh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Serulah ke jalan Robb mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik
____
QS. An-Nahl: 125
الدعوة إلى الناس برفق خير من إكراههم على القبول
__
Jami' al-Ulum wal-Hikam
كونوا دعاة إلى الله وأنتم صادقون، فإنه لا أحد يريد الخير من الجافي
_
Tafsir al-Qur'an al-Azim
قل لمن أراد أن يحاورك: تكلم برفق، ليُفتح قلبه ولا يُغلق أمامك.
___
Hilyat al-Awliya
أبلغ العلم برفق ولين، فإن الخير في الدعوة نور يضيء القلوب
____
Hilyat al-Awliya
إن من اللين أن تكون للناس صديقًا، فلو كنت لينًا لهم، سمعوك وتبعوك."
___
Az-Zuhd
WASPADA GERAKAN PLURALISME MANHAJ
__
Oleh : Abu Yahya as-Samarindy
بسْــــــــــــــم اللهِ الرحمنِ الرَحِيـــــم
Dalam prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah, pluralisme manhaj tidak dapat diterima karena bertentangan dengan prinsip dasar ittiba' (mengikuti) terhadap Al-Qur'an, As-Sunnah, dan pemahaman para sahabat (Salafush Shalih).
Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa
Dari ‘Ubadah bin Hamzah, ia berkata:
“Aku pernah masuk menemui Asma’ binti Abu Bakar – semoga Allōh meridhai keduanya – ketika ia sedang membaca ayat:
۞ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَیۡنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ
“Maka Allōh memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka yang membakar.”
___
QS. Ath-Thur: 27
Kemudian ia berhenti pada ayat tersebut, dan terus mengulang-ulangnya sambil berdoa. Waktu itu terasa lama bagiku, hingga aku pergi ke pasar untuk menyelesaikan urusanku, lalu aku kembali, namun ia masih mengulang-ulang ayat tersebut dan berdoa.”
_____
At-Tibyan fi Adab Hamalat Al-Qur’an, 1/85
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet
Sumber ;
https://twitter.com/ISNADnet/status/1161130421255413763?s=09
TELEGRAM @isnadnet
t.me/isnadnet