nu_online | Unsorted

Telegram-канал nu_online - NU ONLINE

4403

Dakwah, Ukhuwah, Lillah Powered by: @KampusTelegram Our Channel: @Audio_alQuran @KitabKuning1 @bahsilNU @BukuSekolahElektronik @CakNunChannel @Sticker_ID Youtube: www.youtube.com/c/NUbanget Group: @nu_banget

Subscribe to a channel

NU ONLINE

thi, Khalifah tinggalkan tulisan yang tergantung di telinga Khuza’i: “Inilah Ahmad ibn Nashr al-Khuza’i yang membangkang mengenai kemakhlukan al-Qur’an dan menganggap Allah bisa dilihat kelak dengan mata kita. Dia dieksekusi oleh Khalifah Harun al-Watsiq. Inilah siksaan Allah yang lebih awal dari nerakaNya.”

10.
Imam Thabari melaporkan bahwa sekitar 29 orang pengikut dan keluarga Ahmad ibn Nashr al-Khuza’i juga diburu dan dimasukkan ke penjara oleh Khalifah al-Watsiq, tidak boleh dikunjungi siapapun, dirantai dengan besi dan tidak diberi makanan. Tubuh Khuza’i yang tanpa kepala itu digantung selama 6 tahun dan baru diturunkan setelah Khalifah al-Watsiq wafat. Kekejaman yang tak terhingga.

Demikian catatan ringkas akan kriminalisasi terhadap para ulama yang dilakukan oleh para Khalifah masa lalu. Ini fakta sejarah yang tak terbantahkan dan dicatat dalam kitab klasik yg mu’tabar. Mayoritas dieksekusi tanpa melalui proses peradilan.

Ini tentu berbeda dengan kondisi sekarang di NKRI dimana setiap yang diduga melakukan tindak pidana akan menghadapi proses hukum dengan didampingi pengacara dan berlaku asas praduga tak bersalah. Saat pengadilan nanti didatangkan para saksi. Dan kalau tidak puas dengan keputusan hakim, masih bisa melakukan upaya banding dan kemudian kasasi.

Kalau sekarang kita kembali ke masa Khilafah, ngapain capek-capek pakai proses peradilan, tinggal penggal saja kepala mereka.
Nah, yakin anda masih mau kembali ke jaman khilafah?

[NU Online]
/channel/nu_online
share dengan ihlas, lillāh

Читать полностью…

NU ONLINE

Khalifah Al-Muhtadi: Umar Bin Abdul Azis-Nya Dinasti Abbasiyah

Khalifah ketiga belas Dinasti Abbasiyah, al-Mu’tazz, dipaksa lengser dan kemudian disekap dan disiksa hingga wafat. Sesaat sebelum wafat dia menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Muhammad bin al-Watsiq, yang kemudian bergelar al-Muhtadi. Khalifah yang baru ini merupakan putra Khalifah kesembilan, al-Watsiq. Bagaimana jalannya roda pemerintahan di masa Khalifah al-Muhtadi? Kembali yuk kita simak lanjutan ngaji sejarah politik Islam di portal Geotimes.

Khalifah al-Muhtadi hendak meniru Umar bin Abdul Azis yang hidup sederhana. Sayang, al-Muhtadi pun hanya sebentar berkuasa. Dia wafat dengan tragis —buah pelirnya ditendang hingga ambruk.


http://telegra.ph/Khalifah-Al-Muhtadi-Umar-bin-Abdul-Azis-nya-Dinasti-Abbasiyah--GEOTIMES-01-26
Tabik,

Nadirsyah Hosen

Читать полностью…

NU ONLINE

HIBAH EBOOK BUKU AGAMA ISLAM GRATIS

DAFTAR BUKU

1.
KH. Marzuki Mustamar, Al-Muqthatofat lil Ahlil Bidayat
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCZncwcnJtUUltcWM/view

2.
A. Zainul Hakim, Terjemah Risalah Ahlussunah wal Jama'ah (رسالة أهل السنة والجماعة للعلامة حضرة الشيخ محمّد هاشم اشعرى) Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCZjdCS18yVGNMRDg/view

3.
Habib Munzir al-Musawa, Kenalilah Akidahmu
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCd3JPX0RjWVRfemc/view

4.
Harry Yuniardi, Argumentasi Tarawih 20 Rakaat; Risalah Amaliah Kaum Nahdliyyin (Bandung; LTN NU Jawa Barat, 2017)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--Yuc1J6R1ZtNnRmZEE/view

5. Ustadz M. Idrus Ramli, Buku Pintar Berdebat dengan Wahhabi, (Jember; Bina ASWAJA, 2010)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--YuZ2M4QW1pMHdvWWc/view

6.
Ustadz Ma'ruf Khozin, Mana Dalil Malam Nishfu Sya'ban?, (Jember, LTN Jawa Timur, 2017)
Link Download:
https://drive.google.com/open?id=0B6GRfv4J--YuZ3RPVlB1WGlrVHc

7.
Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari, Risalah Ahlussunnah wal Jama'ah, Terj. Ngabdurrohman al-Jawi (Jakarta: LTM-PBNU, 2011)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--YuSVpIMDQ4a01ubXM/view

8.
Einar Martahan Sitompul, NU dan Pancasila, (Jakarta; CV. Muliasari, 1989)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCWnRqMlVfdmZ3TDA/view

9.
A. Gaffar Karim, Metamorfosis NU dan Politisasi Islam di Indonesia, (Yogyakarta; LKiS Yogyakarta, 1995)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCWFo0ZE5VWVVqUjA/view

10.
KH. MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, (Yogyakarta: LKiS Yogyakarta, 1994)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCY0EtbDRXZVFaR0k/view

11.
Lathiful Khuluq, Kyai Haji Hasyim Asy'ari's; Religious Thought and Political Activities, (Montreal: McGill University, 1997)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCOFg2d3JmR203QjQ/view

12.
Martin van Bruinessen, NU Tradisi, Relasi-Relasi Kuasa Pencarian Wacana Baru, (Yogyakarta; LKiS Yogyakarta, 1994)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCc18zcmdva3h1d0U/view

13.
M. Ali Haidar, Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia, (Jakarta; PT Gramedia Pustaka Utama, 1993)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCWFo0ZE5VWVVqUjA/view

14.
KH. Abdul Muchith Muzadi, Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari di Mata Santri, (Jombang; Pustaka Tebu Ireng, 2010)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCdzhlemhETldOeDQ/view

15.
LTN-NU, Amaliah NU dan Dalilnya, (Jakarta; LTN-NU, 2011)
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCLUlPdGxwSXl4eXM/view

16.
Syaikh Thahir bin Shalih al-Jaza'iri, Terjemah Jawahirul Kalamiyyah.
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--YuZE1iS2RrYWhrdGc/view

17.
A. Shihabuddin, Telaah Kritis atas Doktrin Faham Salafi Wahabi,
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B6GRfv4J--YuOHh6X19SclFaUlE/view

18.
Habib Ali bin Muhammad al-Habsy, Maulid Simthud Duror,
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCS05EdG1fTjJyZGM/view

19.
Imam Ja'far Ibn Hasan al-Barzanji, Maulid Barzanji
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCMUFoLV94NmhVLTQ/view

20.I
mam Abdurrahman al-dibaa'i, Maulid Ad-Dibaa'i,
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/0B49krkb9SjaCVktCNEJTbWVNek0/view

Semoga bermanfaat, menebar manfaat mendobrak keterbatasan literasi
MARI BERBAGI PADA MEREKA YANG MUNGKIN MEMBUTUHKAN

@nu_online
share dengan ikhlas, lillāh

Читать полностью…

NU ONLINE

Spirit Yā Qohhar Yā Jabbār; Refleksi Harlah NU Menjelang Satu Abad

share dengan ikhlas, lillāh

Читать полностью…

NU ONLINE

Pancasila adalah Pengajawantahan Nilai Islam yang Universal

NU Online
share dengan ikhlas, lillāh

Читать полностью…

NU ONLINE

Jangan Suka Melaknat atau Mengkafirkan Orang Lain


NU Online
share dengan ikhlas

Читать полностью…

NU ONLINE

Ulama Suriah: Seruan Kembali ke al-Quran dan al-Hadits, tetapi malah Menjauhkan Islam

NU Onlone
share dengan ikhlas

Читать полностью…

NU ONLINE

http://telegra.ph/Al-Mustain-Khalifah-Keduabelas-yang-Dipaksa-Lengser--GEOTIMES-01-12

@nu_online

Читать полностью…

NU ONLINE

KHASIAT SHALAWAT DI MALAM DAN HARI JUM'AT

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الجُمُعَةِ مائةَ مرة قَضَىٰ اللهُ لَهُ مِائَةَ حَاجَةٍ سَبْعِينَ مِنْ حَوَائِجِ الآخِرَةِ، وَثَلاَثِينَ مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا" أخرجه البيهقيُّ وغيرُه.


Rasulullah ﷺ bersabda:
Barang siapa yang bershalawat kepadaku di hari jum'at dan dimalam jum'at, seratus kali, maka Allah ﷻ akan mengabulkan seratus hajatnya(kebutuhan-nya). tujuh puluh hajat(kebutuhan) di akhirat dan tiga puluh hajat(kebutuhan) di dunia

Diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dan lainya.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنا مُحَمَّدٍ وعَلى آله وصَحبه وسَلّم


📌 Faidah dari samahat al-Habib Umar al-Hamid

NU Online
Share dengan Ikhlas

Читать полностью…

NU ONLINE

Haram Gunakan Isu Takfiri dan Sara dalam Pilkada

Читать полностью…

NU ONLINE

Mengenal dan Memahami Gerakan Radikalisme

Читать полностью…

NU ONLINE

Viral! Air Kencing Unta, ini Tanggapan Yai Cholil Nafis

NU Online

Читать полностью…

NU ONLINE

Politisasi Agama: HARAM!

Читать полностью…

NU ONLINE

#EmbunPagi

Jauhkanlah kita dari berburuk sangka ( suudzon ). Karena berburuk sangka hanya akan merugikan diri sendiri. Kita menjadi tidak tenang karena adanya praduga buruk tentang sesuatu hal yang sebenarnya tidak seperti yang kita sangkakan.

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan tetap berfikir positif.
Ámín Yá Robb al-Álamín

Читать полностью…

NU ONLINE

Channel TekBuk ini didedikasikan untuk sedekah buku-buku Teknologi dan Informasi (IT)
Semoga bermanfaat dan menambah ilmu kita
Amin

Читать полностью…

NU ONLINE

Kriminalisasi Ulama di Masa Khilafah
-Nadirsyah Hosen-
(penulis buku Tafsir al-Qur’an di Medsos)

Belakangan ini para pendukung khilafah jaman now banyak menebar isu telah terjadi kriminalisasi ulama di masa Presiden Jokowi. Bahkan seorang mantan Presiden juga ikut-ikutan menganggap telah terjadi kriminalisasi ulama. Kriminalisasi itu artinya orang yang tidak bersalah namun dianggap melakukan perbuatan kriminal. Atau ada orang yang sejatinya bukan ulama namun seolah dia naik kelas menjadi ulama hanya gara-gara menjadi tersangka tindak pidana. Benar atau tidaknya, kita serahkan pada proses hukum dan peradilan yang berlaku.

Saya hanya hendak mengisahkan bahwa di masa Khilafah jaman old telah terjadi penyiksaan dan pembunuhan terhadap para ulama. Sehingga kalau pendukung eks HTI teriak-teriak hanya khilafah yang bisa menghentikan terjadinya kriminalisasi ulama, maka jelas mereka buta dengan apa yang terjadi pada khilafah masa lalu.

Ini sedikit cuplikannya yang diambil dari kitab Tarikh karya Imam Thabari dan juga Imam Suyuthi:

1.
Khalifah al-Manshur memerintahkan untuk mencambuk Imam Abu Hanifah rahimahullah ketika menolak diangkat menjadi hakim, memenjarakannya hingga wafat di penjara. Dikatakan bahwa Imam Abu Hanifah wafat karena diracun akibat telah berfatwa membolehkan memberontak melawan Khalifah Abu Ja’far al-Manshur.

2.
Menurut Imam Suyuthi, Imam Malik mengeluarkan fatwa bahwa boleh keluar memberontak terhadap al-Manshur mengingat kekejaman yang dilakukannya. Gubernur Madinah kemudian menangkap dan mencambuk Imam Malik akibat fatwa itu. Sudah sebelumnya disebut di atas tindakan Khalifah al-Manshur kepada Imam Abu Hanifah.

3.
Kekejaman terhadap ulama tidak berhenti pada dua nama besar Imam Mazhab ini tapi juga menimpa ulama lainnya yaitu Sufyan ats-Tsauri dan Abbad bin Katsir —yang pertama seorang ahli fiqh ternama, dan yang kedua seorang perawi Hadits. Hampir saja keduanya menemui ajal saat Abu Ja’far al-Manshur menunaikan ibadah haji. Namun Sufyan dan Abbad selamat meski sudah dimasukkan dalam penjara dan menunggu waktu eksekusi. Kata Imam Suyuthi, “namun Allah tidak memberi kesempatan khalifah sampai di Mekkah dengan selamat. Dalam perjalanan dia sakit dan wafat. Allah telah mencegah kekejamannya terhadap kedua ulama itu.”

4.
Fitnah menerpa Imam Syafi’i, hingga ia diseret dengan tangan terantai menuju tempat Khalifah Harun ar-Rasyid di Baghdad dan terancam hukuman mati. Namun beliau berhasil menyampaikan peleidoi yang luar biasa, yang membuat Khalifah melepasnya. Pada saat itulah Imam Syafi’i bertemu dengan Syekh Muhammad bin Hasan al-Syaibani, seorang murid dari Imam Abu Hanifah. Maka mulailah Syafi’i belajar pada ulama hebat ini.

5.
Khalifah al-Makmun memerintahkan dikumpulkannya para ulama dan diinterogasi apakah mereka berpendapat al-Qur’an itu qadim atau makhluk. Sesiapa yang menjawab makhluk, maka amanlah dia. Sementara sesiapa yang menjawab qadim, habislah dia disiksa. Surat lengkap Khalifah al-Makmun kepada Ishaq bin Ibrahim yang memulai mihnah ini bisa dibaca di Tarikh Thabari, juz 8/361-345.

6.
Kebijakan Khalifah al-Makmun diteruskan oleh khalifah selanjutnya. Imam Ahmad bin Hanbal ditangkap dan perintahkan untuk dicambuk oleh Khalifah al-Mu’tashim karena bertahan bahwa al-Qur’an itu qadim.

7.
Ibn Sikkit seorang ahli sastra Arab yang menjadi guru kedua putra Khalifah al-Mutawakkil, diinjak perutnya hingga wafat. Imam Suyuthi mencatat bahwa ada riwayat lain yang mengatakan al-Mutawakkil memerintahkan pengawalnya mencabut lidah Ibn Sikkit hingga wafat. Ibn Sikkit dituduh sebagai Rafidhah.

8.
Imam Buwaythi (salah seorang murid terkemuka Imam Syafi’i) wafat di penjara dengan tangan terikat akibat tidak lolos ujian keyakinan (mihnah), di masa Khalifah al-Watsiq. Beliau bertahan bahwa al-Qur’an itu qadim.

9.
Imam Suyuthi melaporkan dalam kitabnya Tarikh Al-Khulafa bagaimana kepala Ahmad bin Bashr al-Khuza’i dipenggal oleh Khalifah al-Watsiq dan kemudian dikirim ke Baghdad sementara tubuhnya diperintahkan untuk digantung di gerbang kota Samarra. Lantas, masih menurut catatan Imam Suyu

Читать полностью…

NU ONLINE

Hadapi dengan senyuman

1. Tiba-tiba ada suara ketus memintaku bergeser dari kursiku. Aku kaget juga karena di sela-sela meja dan kursi masih ada ruang yang cukup.

2. Aku menoleh singkat dan kulihat wajah masam seorang ibu berjilbab. Sambil senyum aku geser tubuhku. Lantas ibu itu berjalan di sela meja.

3. Saat dia melintas aku baru mulai paham mengapa dia marah tadi. Rupanya tubuhnya, maaf, amat gemuk dan kesulitan berjalan di sela meja dan kursi.

4. Aku mendapat pelajaran penting. Pertama, meski jengkel kita gak boleh reaktif. Cukup hadapi dengan senyuman dan biarkan itu berlalu.

5. Pelajaran kedua, seringkali orang marah dan ketus bukan karena kesalahan kita tapi karena masalah yg dia hadapi. Jadi jangan cepat masukin ke hati.

6. Banyak orang yang punya masalah dalam hidupnya kemudian menyalahkan keadaan dan orang lain. Kalau kita tanggapi makin ancur jadinya.

7. Coba deh resep ini dipakai di medsos. Banyak kan yg marah2 melulu ke orang lain. Jangan-jangan hidup mereka yang bermasalah. Ini bukan tentang kita, tapi mereka sendiri.

8. Saya punya kawan yang pengen banget sekolah ke LN. Sayang gagal terus. Akhirnya dia selalu memaki lulusan LN dg tuduhan yang aneh-aneh.

9. Atau sebaliknya ada yang pengen banget dianggap ahli agama. Walhasil setiap tokoh yang beda pemahaman akan dia maki-maki dan cari-cari kesalahannya.

10. Ada lagi yang pengen banget tokoh yg dikaguminya jadi Presiden tapi gagal terus. Akhirnya presiden yang sekarang terus dia maki-maki dan cari jeleknya #ehh 😁

11. Balik ke ibu tadi. Bisa kan dengan sopan dia minta saya bergeser. Tapi dia mungkin anggap orang lain tidak paham masalah dia dan hanya dengan marah dan bermuka masam orang akan kasih atensi.

12. Maka cukup kita hadapi dengan senyuman dan geser spt yang dia minta. Kalau perlu diam-diam doakan dia. Atau sekalian traktir dia aja hehheh

13. Jadi gak usah masukin ke hati? | Gak usahlah. Kan di hatiku cuma ada kamu say #uhuyyy 😁

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Monash Law School

Читать полностью…

NU ONLINE

Pemecah Belah Persatuan adalah Mereka

Читать полностью…

NU ONLINE

Al-Mu’tazz: Khalifah yang Bangkrut dan Disiksa Pasukannya

NU Online
share dengan ikhlas, lillāh

Читать полностью…

NU ONLINE

Habib Ahmad Jiddan; Orang Sholeh itu Mendamaikan bukan Provokasi

NU Online
share dengan ikhlas

Читать полностью…

NU ONLINE

Habib Luthfi Dipercaya Kembali Pimpin JATMAN

NU Online
share dengan ikhlas

Читать полностью…

NU ONLINE

http://telegra.ph/Tujuh-Langkah-Agar-Bijak-dalam-Bermedsos-01-13

share dengan ikhlas
@nu_online

Читать полностью…

NU ONLINE

Mbah Hasyim Asy'ari, Tokoh yang Memadukan Islam dan Indonesia

NU Online
share dengan ikhlas

Читать полностью…

NU ONLINE

Habib Luthfi sangat Fanatik terhadap NU, Ini dia Alasannya

share dengan ihlas

Читать полностью…

NU ONLINE

Antara Guyonan dan Hinaan

Dulu sekitar tahun 2005 setelah saya menyelesaikan kedua program PhD saya dan saya kemudian lanjut mengambil program Postdoctoral di TC Beirne School of Law, University of Queensland —salah satu law school papan atas di Australia.

Kolega saya Prof Ann Black bercerita bahwa saat bubar semester ada acara hiburan dari LSS (Law Student Society), semacam senat mahasiswa, yang salah satu agenda hiburannya adalah membuat parodi dari berbagai mata kuliah.

Ann mengajar hukum Islam dan sejumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah itu sudah berlatih membuat parodi yg diambil dari sebagian materi dan diskusi di kelas. Namun saat gladi resik, Dekan yang menyaksikan parodi sejumlah mata kuliah mendekati Ann dan memutuskan membatalkan parodi mata kuliah Islamic law.

Alasan Dekan saat itu, Prof Rickett, “saya khawatir mahasiswa Muslim akan marah-marah terhadap parodi itu.” Ann mencoba membantah, “Jangan dibatalkan, kasihan mahasiswa yang sudah latihan. Saya akan tanya Nadir terlebih dahulu.”

Ann meminta saya ke ruangannya dan bercerita masalah ini. Respon saya adalah: “Jalan terus saja, Ann. Saya dibesarkan oleh tradisi Islam di Indonesia yang penuh guyon dan santai memahami serta menjalankan keislaman saya. Paling yang protes kawan-kawan dari Wahabi saja.”

Tapi rupanya keputusan Dekan tidak bisa diganggu-gugat. Alasan Dekan, “saya gak mau suasana hiburan akhir semester menjadi tegang dan berbuntut panjang di kemudian hari. Kamu beruntung Ann, kamu bertanya pada Nadir. Tapi seperti kata Nadir, kelompok Wahabi akan keberatan. Dan saya gak mau pusing meladeni mereka. Batalkan!”

Maka mata kuliah Islamic Law menjadi satu-satunya mata kuliah yang tidak boleh diparodikan. Kesan malam itu, Muslim tidak bisa bercanda. Muslim mudah tersinggung. Muslim gampang merasa agamanya dihina.

Saya tentu keberatan dengan anggapan semacam itu. Tapi ya sudahlah. Untuk menghibur Ann, lantas saya ceritakan satu joke yang saya kutip dari Gus Dur:

Ada Ustaz yang menangis terus setiap malam ketika mendengar kabar anak bungsunya telah masuk Kristen. Akhirnya selepas tahajud, Ustaz tersebut mendengar “bisikan”.

“kenapa kamu menangis terus?”

“anak bungsuku masuk Kristen, Ya Allah”

Ustaz kembali menangis sambil bersujud.

Tak disangka-sangka ustaz mendengar “bisikan” berikutnya:

“Halah! Kamu gitu aja nangis. Masalahku lebih berat tauuu...aku cuma punya anak satu, Yesus, sudah gitu disalib dan masuk Kristen lagi! Kamu kan masih punya banyak anak yang saleh dan salehah.”

Ann tertawa terbahak-bahak mendengar joke itu. Setelah reda, dia tanya: “Apa benar joke semacam itu tidak dipermasalahkan oleh umat Islam di Indonesia?”

Dengan bangga, saya jawab: “Tidak. Malah para kiai kami ikut tertawa mendengar guyonan Gus Dur itu”.

Saat ini tahun 2018. Tiga belas tahun sudah berlalu. Beberapa hari lalu Ann mengirim email kepada saya bahwa dia sedang di Jerman menjadi visiting profesor di salah satu kampus top di sana. Ah...andaikan saja saya ketemu Ann saat ini, ingin saya sampaikan:

“Jangan coba-coba mengulang joke yang saya kisahkan tahun 2005 dulu ke umat Islam di Indonesia saat ini! Anda akan dituduh menghina Islam, Ann. Maaf, Indonesiaku sudah berubah!”

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Читать полностью…

NU ONLINE

Hadrotusy Syaikh Hasyim Asy'ari Serukan Perdamaian Bangsa

NU Online

Читать полностью…

NU ONLINE

Khawarij dan Politisasi Ayat al-Quran

Читать полностью…

NU ONLINE

Jangan Sampai Medsos Menjadi Sumber Perpecahan

Читать полностью…

NU ONLINE

Dai Harus Pahami Islam dengan Wawasan Nasionalisme

NU Online

Читать полностью…

NU ONLINE

Persembahan Santri dan Pesantren untuk NKRI hingga Berdarah-darah

Читать полностью…
Subscribe to a channel