1446
Teruskan menghukum, jika sudah sempurna. 🕊 http://sekadarmonolog.wordpress.com 🕊 @zulaikhahzawawi
@sekadarmonolog
Dan pada akhirnya,
Kamu yang sering aku ceritakan,
Di setiap helaian naskah hidupku,
Akhirnya kini berada di halaman naskah,
Yang mana kita disatukan dalam ijab dan qabul.
Dan sehingga hari ini,
Aku sangat bersyukur dan bahagia,
Kerana Tuhan telah kabulkan salah satu doa dan permintaanku.
@sekadarmonolog
Dan pada akhirnya,
Aku hanya membutuhkan,
Seseorang yang mencintai diriku seadanya,
Dan mampu menerima segala karakter diriku,
Tanpa berniat untuk mengubah aku menjadi seperti yang dia mahukan,
Tanpa berniat untuk mengubah aku menjadi seperti yang dia impikan.
@sekadarmonolog
Nyatanya hidup tetap akan terus berjalan,
Tanpa bertanya kita sanggup atau tidak.
@sekadarmonolog
Untuk semua hal yang membuatku takut,
Semoga Tuhan selalu menenangkan hatiku.
@sekadarmonolog
Lawan.
Kita berdua akan meraih hari kemenangan,
Suatu hari nanti,
Setelah berjuang sekian lama.
@sekadarmonolog
Barangkali,
Hidup adalah jalan untuk terus maaf-memaafkan.
@sekadarmonolog
Yang bermakna bukanlah apa yang kita fikirkan,
Yang bermakna adalah apa yang bermula kita lakukan.
@sekadarmonolog
Perhubungan bukan hanya tentang mencintai antara satu sama lain,
Kadang ada marah,
Kadang ada senang,
Kadang ada diam,
Kadang ada bising,
Kadang ada kesalahan,
Kadang ada pembetulan.
Yang membuatkan kita saling menguatkan,
Membuatkan kita saling memaklumi,
Sehingga akhirnya kita sedar bahawa,
Sudah berapa kali saling memaafkan,
Dan saat itulah kita tahu bahawa,
Kita adalah satu perbezaan yang dipasangkan.
@sekadarmonolog
Seluruh manusia bahkan diri sendiri,
Tak mampu meyakinkan aku bahawa,
Apa yang sedang aku lalui ini hanyalah sementara.
Jadi Tuhan,
Yakinkan aku bahawa,
Apa sahaja badai yang sedang aku lalui ini,
Hanyalah sementara dan aku mampu tempuhi sehingga ia reda.
@sekadarmonolog
Untuk kesekian kalinya,
Aku kecewa lagi dengan orang-orang yang aku sayang,
Sehingga aku merasakan bahawa,
Kehadiran aku dalam kehidupan mereka tak memberi makna,
Kehilangan aku dalam kehidupan mereka malah tak memberi kesan.
Untuk kesekian kalinya,
Aku ingin perlahan-lahan melangkah pergi,
Meninggalkan orang-orang yang tak menghargai kehadiran aku,
Meninggalkan orang-orang yang tak memahami harapan dan keinginan aku.
@sekadarmonolog
Jika ditanya ingin apa,
Aku cuma ingin menjadi manusia yang ikhlas,
Yang selalu mampu menerima hal-hal yang terjadi diluar kendali,
Dan juga mampu memaklumi bahawa dunia itu memang tempatnya kecewa.
@sekadarmonolog
Jauh renungku kali ini Tuhan,
Entah hati ini ingin berhenti saja,
Atau masih ingin teruskan.
@sekadarmonolog
Dan untuk kesekian kalinya,
Berkali-kali aku mengatakan lelah,
Berkali-kali aku jatuh rebah,
Namun pada akhirnya aku tak mengalah.
@sekadarmonolog
“Berjuta maaf untuk diri sendiri,
Untuk segala sesuatu yang dipaksakan selama ini.”
@sekadarmonolog
Cintailah dirimu sendiri sepenuh hati,
Sebelum mencintai seseorang sepenuh hati,
Kerana jika akhirnya seseorang itu pergi,
Sekurang-kurangnya kau masih ada diri sendiri,
Untuk dicintai.
@sekadarmonolog
Terima kasih Tuhan,
Untuk doa-doaku yang telah Kau kabulkan,
Dan doa-doaku yang masih Kau pegang.
Terima kasih Tuhan,
Untuk takdirku yang telah Kau tetapkan,
Dan takdirku yang masih Kau simpan.
Dan aku percaya,
Cepat atau lambat,
Semuanya akan terjadi dengan izin-Mu Tuhan.
@sekadarmonolog
Jangan minta yang kecil,
Kepada Dia Yang Maha Besar.
@sekadarmonolog
Tak semua orang,
Mampu menjadi tempat,
Untuk kita bercerita.
Kadang mereka juga lelah,
Untuk selalu menjadi pendengar,
Dan kita perlu diam sejenak.
@sekadarmonolog
Sebelum ini juga pernah hancur kan?
Dan akhirnya tetap bertahan kan?
Jadi untuk kali ini,
Tenang dan mulailah sekali lagi,
Kita pasti mampu laluinya lagi.
@sekadarmonolog
Jika lelaki benar-benar mencintai,
Jangankan hartanya,
Dunianya juga akan dikorbankan buat kamu.
Jika lelaki itu tidak berusaha apapun buat kamu,
Itu tandanya dia tidak benar-benar mencintai kamu,
Dia hanya kesepian dan kebetulan ada kamu.
@sekadarmonolog
Menjadi baik pun akhirnya membuatkan kita penat.
Dan selalu orang-orang berpesan,
Buat baik berpada-pada.
Dan kini baru aku faham maksud pesan mereka itu.
@sekadarmonolog
Tidak semua orang,
Layak untuk mendapat peluang bahkan peluang kedua,
Kerana kita bukan makhluk yang dipertanggungjawabkan,
Untuk memberi peluang kepada semua orang.
@sekadarmonolog
Ketika menjalin hubungan,
Isianya adalah saling memaafkan,
Bahkan jika hubungannya sudah berakhir,
Luka-lukanya hanya akan sembuh,
Jika sudah mengikhlaskan dan memaafkan.
@sekadarmonolog
Tuhan,
Bolehkah kali ini,
Aku benar-benar berhenti,
Setelah sekian lama aku cuba menahan diri,
Setelah sekian lama aku cuba memaksa diri?
Tuhan,
Bolehkah kali ini,
Aku berhenti sahaja,
Dan membiarkan segalanya,
Berjalan mengikut arus masa?
@sekadarmonolog
Sudah berada di fasa,
Menangis bukan kerana mengemis untuk dicintai lagi,
Tetapi kecewa dengan diri sendiri,
Kerana pernah dan masih di posisi itu berkali-kali.
@sekadarmonolog
Beribu maaf untuk diri sendiri,
Kerana terlalu sering memaksakan sesuatu,
Seringkali ku ajak memaklumi rasa sakit yang berulang,
Dan tidak memberi waktu untuk sembuh dari luka yang dulu.
@sekadarmonolog
Apapun yang sedang kita rasakan saat ini,
Semoga kita selalu dipertemukan,
Dengan hal-hal baik,
Dengan orang-orang baik,
Dan dengan takdir yang baik.
@sekadarmonolog
Hanya cuma berbohong sekali,
Dan semua kejujuran seterusnya akan terlihat palsu.
@sekadarmonolog
Pernah terlintas di benakku,
Jika sekarang kita tidak melangkah sejauh ini,
Pasti kita tidak akan saling menyakiti,
Jika sekarang kita tidak saling mencintai sedalam ini,
Pasti kita tidak terluka sesama sendiri.
@sekadarmonolog
Untuk apa menemukan cinta,
Jika akhirnya cinta membuat dirimu,
Semakin kehilangan diri sendiri?
Untuk apa menemukan cinta,
Jika akhirnya cinta membuat dirimu,
Tidak dapat mencintai diri sendiri?
Untuk apa menemukan cinta,
Jika akhirnya cinta membuat dirimu,
Semakin membenci diri sendiri?